Indosurya Securities: Kekuatan Beli Makin Besar

Indosurya Securities: Kekuatan Beli Makin Besar

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2011 07:24 WIB
Jakarta - Mengawali hari pertama perdagangan di tahun baru ini, IHSG ditutup positif dengan menguat sebanyak 24 poin (0,65%) di level 3.727,52. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,65 miliar unit saham dengan nilai total Rp 4,89 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 98 saham turun, dan 72 saham stagnan. LQ-45 naik 0,99% ke 667,95 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,89% ke 537,66.

Indeks sektoral saham mayoritas ditutup positif kecuali indeks keuangan yang turun 1,26% ke level 460,80 dan indeks aneka industri turun 0,26% ke level 964,55. Penguatan dipimpin sektor pertambangan sebesar 4,05% ke level 3.406,87 disusul indeks perkebunan naik 1,59% ke level 2.320,59; indeks industri dasar naik 0,94% ke level 390,89; indeks infrastruktur naik 0,89% ke level 826,52; indeks perdagangan naik 0,56% ke level 476,74; indeks properti naik 0,42% ke level 203,96; dan indeks
manufaktur naik 0,24% ke level 825,14. Selain itu, indeks konsumer juga naik 0,12% ke level 1.095,94.

Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 632,44 miliar dengan total pembelianasing Rp 1,73 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,098 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 3.550 ke Rp 54.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 41.200, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.000 ke Rp 23.950, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 600 ke Rp 26.800, United Tractors (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 24.300, Harum Energy (HRUM) naik Rp 450 ke Rp 9.450, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 9.850, Indika Energy (INDY) naik Rp 375 ke Rp 5.100, dan Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 350 ke Rp 3.775.

Mayoritas bursa saham Asia mengawali perdagangan di tahun 2011 ini dengan penguatan, kecuali Pakistan, Bangladesh, dan Thailand yang melemah. Sementara Bursa saham China, Nikkei, Australia, dan New Zealand masih libur tahun baru. Kenaikan ini, seiring dengan naiknya mayoritas indeks saham di bursa Hong Kong dan Taiwan. Sebelumnya investor khawatir dengan melambatnya manufaktur di China dan juga adanya pembatasan permintaan kendaraan roda empat bisa berpengaruh negatif pada perekonomian di China namun, investor berpikir kembali bahwa dengan melambatnya manufaktur maka ekonomi overheating yang berujung pada inflasi
bisa ditekan.

ecara tahunan, inflasi Desember di China kemungkinan lebih rendah dari November 2010 sebesar 5,1% (YoY). Kepercayaan investor kembali meningkat melihat China berhasil mengendalikan laju inflasi. Ketakutan investor telah reda karena Pemerintah China mengambil langkah lanjutan untuk mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga tidak perlu mengetatkan kebijakan moneter lebih lanjut.

Di lain tempat, bursa Eropa mayoritas dibuka menguat, kecuali Inggris, Irlandia, dan di beberapa negara pecahan Uni Soviet yang masih libur awal tahun. Penguatan ini seiring dengan meningkatnya saham-saham otomotif yang dipicu oleh penguatan saham Porsche setelah Porsche memenangkan perkara hukum. Selain itu, juga dikarenakan sentimen positif yang dipicu perdagangan musiman. Umumnya Manajer Investasi biasanya telah mendapat dana segar di awal tahun dan menempatkannya di beberapa instrumen. Data-data di AS yang dirilis semalam juga tercatat positif.

Pasar optimis risiko besar seperti kolapsnya industri keuangan yang pernah terjadi di 2008 lalu tak akan terjadi di tahun ini. Investor pun banyak bertransaksi di emerging market, termasuk Indonesia. Di awal tahun ini, IHSG kembali berhasil menguat meski ada koreksi tipis. Saham sektor tambang memimpin kenaikan seiring sentimen positif harga komoditas. Kenaikan harga komoditas seperti batubara, minyak mentah, dan emas di akhir pekan lalu membawa saham-saham di sektor tambang mengalami penguatan. Tidak hanya itu, penguatan komoditas tambang juga memicu kenaikan pada harga CPO sehingga saham-saham yang bergerak di sektor perkebunan ikut terimbas positif. Di awal tahun ini, banyak investor memilih saham komoditas menyusul kenaikan harganya.

Selain itu, investor juga mengantisipasi periode tutup buku laporan keuangan Desember 2010 yang diestimasi positif. Sementara tingginya inflasi yang diumumkan tidak terlalu mempengaruhi pasar karena memang sudah diperkirakan sebelumnya dengan ditandai oleh kenaikan harga beras dan harga bahan pangan lainnya. BPS melaporkan data inflasi Desember 2010 sebesar 0,92%. Sehingga total inflasi Januari-Desember 2010 nyaris mencapai 7% atau 6,96%, dan inflasi year on year 6,96%. Selain itu, penguatan juga dikarenakan efek psikologis di awal tahun serta outlook investor terhadap bursa saham dan ekonomi Indonesia yang masih positif.

Pada perdagangan Selasa (4/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.689-3.708 dan resistance 3.742-3.758. Candle membentuk shooting star yang umumnya mengindikasikan masih besarnya kekuatan daya beli namun, daya jual berusaha menekan harga. Candle ini juga memberikan adanya sinyal awal reversal namun, masih diperlukan candle berikutnya untuk memastikan tren reversal benar terjadi. MACD terlihat masih menguat setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area overbought dan berusaha menembusnya.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads