Indosurya Securities: Ada Potensi Pembalikan IHSG

Indosurya Securities: Ada Potensi Pembalikan IHSG

- detikFinance
Rabu, 05 Jan 2011 08:02 WIB
Jakarta - Pada hari kedua ini IHSG kembali berhasil ditutup positif dengan menguat sebanyak 32,54 poin (0,87%) di level 3.760,06. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,38 miliar unit saham dengan nilai total Rp 6,44 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 77 saham turun, dan 110 saham stagnan. LQ-45 naik 0,76% ke 673,05 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,11% ke 538,26.

Indeks sektoral saham mayoritasditutup positif kecuali indeks aneka industri yang turun 2,85% ke level 937,10. Penguatan dipimpinsektor pertambangansebesar 4,02% ke level 3.543,83 disusul indeks perkebunan naik 1,62% ke level 2.358,16; indeks industri dasar naik 1,48% ke level 396,69; indeks perdagangan naik 1,18% ke level 482,38; indeks konsumer naik 0,72% ke level 1.103,78; indeks properti naik 0,38% ke level 204,74; dan indeks infrastruktur naik 0,37% ke level 829,62. Selain itu, indeks keuangan juga naik 0,06% ke level 461,07.

Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 592,01 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,25 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,66 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo TambangrayaMegah (ITMG) naik Rp 2.200 ke Rp 56.500, United Tractors (UNTR) naik Rp 950 ke Rp 25.250, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 950 ke Rp 24.900, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 550 ke Rp 16.600, IndomobilSukses Int'l (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 8.150, XL Axiata (EXCL) naik Rp 400 ke Rp 5.650, SMART (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 5.400, Harum Energy (HRUM) naik Rp 350 ke Rp 9.800, dan Bayan Resources (BYAN) naik Rp 350 ke Rp 18.600.

Mayoritas bursa saham Asia di hari kedua awal tahun ini masih berada di zona positif, kecuali Taiwan, Australia, Inda, dan Bangladesh yang melemah. Kenaikan bursa saham Asia ini seiring dengan naiknya indeks manufaktur AS sehingga menambahoptimismebahwa ekonomi AS kembalimendapat kekuatan dan penundaanpenerapan pajak properti di China. Indeks manufaktur Institute for SupplyManagement Desember naik menjadi 57 dari 56,6 pada November. Angka di atas 50 poin menunjukkan adanya ekspansi.

Sementara data pekerjaan AS pekan ini diharapkan meningkat dengan prediksi kenaikan 140 ribu dari gaji Desember. Tingkat pengangguran mungkin
berkurang menjadi 9,7% dari 9,8%. Klaim manfaat pengangguran AS diestimasiturun dalam pekan yang berakhir 25 Desember. Data lain menunjukkan ekspansi bisnis bulan lalu berada di laju tercepat dalam dua dekade dan penjualan rumah yang tertunda naik pada November untuk keempat kalinya dalam lima bulan.

Di lain tempat, bursa saham Eropa mayoritas menguat, kecuali Jerman, yang dipimpinoleh indeks FTSE seiring dengan rilis data pertumbuhan U.K Manufacturing yang mengalamilaju tercepat dalam 16 tahun dan persetujuan pengajuan hipotik (mortgage) secara tak terduga naik. Berdasarkan survei perusahaan oleh Markit Economics dan Chartered Institute of Purchasing dan Supply, indeks manufakur naik menjadi 58,3 dari 57,5 di bulan November. Peningkatan ini membuat nilai Poundsterling meningkat terhadap Euro.

Bursa AS bergerak mixed dengan mayoritas melemah seiring dengan penurunan beberapa harga komoditas utama dan penguatan US$. Harga komoditas seperti emas dan minyakmentah melemahnamun, harga komoditas seperti gula naik 2,4% akibat cuaca buruk yang menggangguproduksi gula di India; dan kenaikan harga gas alam sebesar 0,5% akibat naiknya permintaan. Selain itu, pelemahan juga terjadi karena laju penempatanpesanan (orders placed ) dari pabrik-pabrik AS melambat di November.

Tetapi, bursa AS mendapat sentimen positif dari laporan kenaikan penjualan otomotif GM dan Ford di Desember seiring dengan naiknya permintaan akan mobil
model baru. Saham keduanya meningkat sehingga membawa indeks DJIA mengalamipenguatan.

Sementara dari dalam negeri, meski inflasi tidak menyentuh level 7% namun, tetap saja dinilai tinggi. Desakan akan kenaikan suku bunga acuan terus menghampiri BI agar perekonomiantetap terjaga. Rencana kenaikan suku bunga dan pembatasan bahan bakar bisa menjadi penahan kenaikan bursa saham untuk sementara waktu, terutama akan
berpengaruh terhadap saham-saham perbankan, properti, konsumer dan transportasi yang terkait dengan masalah tersebut.

Pada perdagangan Rabu (5/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.710-3.735 dan resistance 3.774-3.788. Candle membentuk spinning tops pada tren yang sedang menguat.Candle ini umumnya mengindikasikan awal dari pembalikan arah namun, masih diperlukan candle berikutnya untuk memastikan tren reversal benar terjadi. MACD terlihat masih menguat setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai mendekati area overbought dan akan menembusnya.Meski ada ruang kenaikan yang terlihat dari belum tersentuhnya upper bollinger namun, investor sebaiknya tetap waspada bila sinyal reversal mulai terjadi.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads