Sebanyak 35 saham naik, 225 saham turun, dan 49 saham stagnan. LQ-45 turun 2,67% ke 605,16 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,16% ke 484,45. Indeks sektoral saham mayoritas ditutup turun dengan penurunan dipimpin oleh indeks pertambangan yang melemah 3,83% di level 3.220,76; indeks perkebunan turun 3,23% ke level 2.121,62; indeks konsumer turun 2,94% ke level 1.009,12; indeks industri dasar turun 2,84% ke level 348,58; indeks manufaktur turun 2,73% ke level 744,93; indeks aneka industri turun 2,34% ke level 857,77; indeks perdagangan turun 2,12% ke level 473,21; indeks properti turun 2,07% ke level 184,34; indeks infrastruktur turun 1,91% ke level 791,58; dan indeks keuangan turun 0,92% ke level 416,89. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 38,60 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,91 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,95 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 130 ke Rp 680, Ace Hardware Ind. (ACES) naik Rp 100 ke Rp 2.575, Bank Danamon (BDMN) naik 100 ke level 5.850, Pioneerindo Gourmet Int'l (PTSP) naik 90 ke level 465, Indo Citra Finance (INCF) naik Rp 75 ke Rp 3.150, First Media (KBLV) naik Rp 70 ke Rp 1.240, Bhakti Capital Ind. (BCAP) naik Rp 65 ke Rp 365, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 ke Rp 5.800, dan Intraco Penta (INTA) naik Rp 50 ke Rp 2.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Kepada BPS yang memperkirakan laju inflasi di Januari 2011 akan berada di kisaran 0,5%, lebih rendah dari inflasi Desember 2010 tidak mampu menenangkan pasar. Dikatakan kebijakan pembebasan bea masuk 57 pos tarif produk pangan dan bahan baku pangan yang dilakukan Pemerintah bisa menjadi penahan inflasi bulan ini.
Investor masih dilanda kecemasan inflasi, ketidakpastian kenaikan TDL, pembatasan BBM susbsidi, dan pasokan bahan pangan. Selain itu, pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas terkait prediksi akan turunnya harga batubara karena sudah naik tinggi. Masalah suplai yang terganggu akibat cuaca kemungkinan bisa pulih 3-4 bulan ke depan dan kebutuhan mulai normal karena musim dingin mulai berakhir. Bursa saham Asia Pasifik mayoritas juga tercatat melemah kecuali New Zealand, Sri Lanka, India, dan Laos. Sentimen positif berupa pertumbuhan ekonomi China yang mengesankan selama 2010 tidak dihiraukan.
Justru dianggap sebagai ancaman inflasi sehingga memunculkan spekulasi China akan kembali mengetatkan perekonomiannya. Perekonomian China selama tahun 2010 tumbuh hingga 10,3%, tercepat setelah krisis finansial yang merupakan peningkatan dari angka pertumbuhan ekonomi di 2009 sebesar 9,8%. Angka tersebut menggeser Jepang sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua, setelah AS. Penurunan pada bursa Asia Pasifik menyebabkan pelaku pasar beralih ke dolar AS, sehingga mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi.
Pada bursa saham Eropa, pertemuan para MenKeu Eurozone yang membahas penanganan krisis tidak berdampak signifikan pada pergerakan bursa saham di kawasan tersebut. Mayoritas bursa saham Eropa melemah, kecuali Spanyol, Italia, Portugal, Yunani, dan Iceland seiring dengan keputusan ECB mempertahankan suku bunga acuannya di level 1% meskipun infasi mencapai 2,2% di atas ekspektasi pasar dan pernyataan ECB terkait prospek ekonomi yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Eropa hanya 1,4% lebih lambat dari tahun lalu, 1,7%.
Pada bursa saham AS, penurunan kinerja Goldman Sachs terus mempengaruhi kondisi bursa saham sehingga terjadi pelemahan di mayoritas bursa saham di kawasan AS. Hanya bursa saham Jamaica, Panama, dan Venezuela tercatat menguat. Selain itu, pasar bereaksi negatif atas laporan kinerja Morgan Stanley (MS) yang di bawah estimasi. MS meraih laba bersih US$ 836 juta, setara dengan US$ 41 sen/saham pada akhir 2010.
Perolehan ini naik 35% dari Q4-09 sebesar US$ 617 juta (US$ 29 sen/saham). Naiknya laba bersih dikontribusi oleh keuntungan atas penjualan saham China International Capital Corp yang masuk dalam laba operasional sebesar 17%. Tetapi, kontribusi ini dinilai rendah sehingga pasar bereaksi negatif.
Pada perdagangan Jumat (21/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.384-3.419 dan resistance 3.511-3.568. MACD terlihat masih melemah dengan histogram negatif yang kembali memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menyentuh area oversold. Penurunan kemarin membawa dampak psikologis negatif terhadap kondisi IHSG. Kondisi IHSG belum stabil sepenuhnya dan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.
Pasar masih akan menunggu kondisi yang stabil untuk dapat masuk pasar kembali. Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih menjadi incaran namun, bila melihat dari harga saham yang terdiskon banyak maka beberapa saham pilihan bisa akumulasi untuk jangka panjang.
(dnl/dnl)











































