Indeks sektoral saham mayoritas ditutup naik kecuali indeks infrastruktur yang turun 0,73% ke level 783,09; indeks industri dasar turun 0,45% ke level 352,52; dan indeks perkebunan turun 0,17% ke level 2.084,62. Kenaikan dipimpin oleh indeks konsumer yang menguat 1,54% di level 1.024,92; indeks aneka industri naik 1,38% ke level 911,31; indeks manufaktur naik 0,92% ke level 765,99; indeks pertambangan naik 0,68% ke level 3.202,68; indeks perdagangan naik 0,67% ke level 485,19; indeks properti naik 0,47% ke level 185,35; dan indeks keuangan naik 0,16% ke level 436,25.
Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 723,36 triliun dengan total pembelianasing Rp 2,42 triliun dan total penjualan
asing mencapai Rp 1,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham masih bergerak menguat di tengah kekhawatiran akan makroekonomi. Saham-saham yang berfundamental bagus namun, telah terdiskon banyak masih menjadi perburuan investor pada perdagangan kemarin. Meski IHSG tercatat menguat tidak serta merta diikuti dengan penguatan mayoritas indeks sektoral. Tercatat indeks sektoral yang melemah pada perdagangan kemarin mengalamipeningkatan. IHSG masih bergerak terbatas yang terlihat dari tidak kuatnya IHSG untuk menembus angka 3.550. Pencapaian tertinggi di level 3.549,48 dan setelah menyentuh level tersebut IHSG langsung melorot.
Aksi profit taking mulai menghambat laju penguatan indeks sehingga hanya menguat 12 poin. Namun demikian, investor asing masih tercatat nett buy yang nilainya lebih tinggi dari perdagangan sehari sebelumnya. Meski sempat turun, IHSG terselamatkan oleh pernyataan Moody's bahwa outlook ekonomi Indonesia masih stabil dan inflasi yang tak perlu dikhawatirkan.
Bursa saham Asia bergerak mixed. Aksi China mendorong uang muka pembelian rumah kedua, menekan optimisme The Fed yang mempertahankanupaya merangsang ekonomi. Saham sektor industri dan energi Asia memimpinkenaikan tertinggi di antara 10 kelompok industri pada indeks MSCI. Indeks ini sempat mengalami penurunan mingguan
pertama dalam 1,5 bulan pekan lalu, di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi China yang lebih cepat dari ekspektasi, akan menambah tekanan para pembuat kebijakan untuk mempercepat upaya menurunkan inflasi.
Indeks Hang Seng turun 0,3% namun, indeks Shanghai naik 1,5% setelah pemerintah mendorong persyaratan minimumpembayaran untuk pembelian rumah kedua dari 50% menjadi 60%. Indeks Nikkei 225 naik 0,7% dan indeks KOSPI naik 0,2%. Indeks S&P/ASX 200 sedikit naik setelah PM Australia mengatakan, pemerintahakan menerapkanpajak 1x untuk kalangan berpenghasilan besar. Hal ini demi mendanai pembangunan kembali akibat banjir besar yang melanda negara bagian Queensland.
Seiring dengan IHSG, pada pasar valas Rupiah menguat yang dipicu oleh hasil Federal Open Market Cammittee (FOMC) yang mengecewakaninvestor. Hal ini terkait penilaian indikasi ekonomi AS. Meskipun, ada peluang kelanjutan pemulihan namun, pasar melihat kekhawatiran tingkat pengeluaran konsumen terutama rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi AS. Pasar melihat, pengeluaran rumah tangga AS menjadi lemah sebagaimanadiakui oleh The Fed sendiri. Selain itu, program quantitative easing untuk menopang pertumbuhan ekonomi AS, juga masih terus dilanjutkan dan belum ada satupun anggota dewan yang mengambil suara untuk menghentikannya. Kondisi inilah yang memberi efek negatif bagi US$.
Tapi, oleh karena S&P Rating men-down grade peringkat utang Jepang ke level AA- dari sebelumnya AA+ sehingga kembali menekan Yen dan memperkuat US$. Alhasil, US$ pada akhirnya ditransaksikan variatif terhadap mayoritas mata uang utama. Bursa AS menguat terbatas karena pengumuman kinerja keuangan yang gagal mengangkat indeks saham.
Pada perdagangan Jumat (28/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.466-3.490 dan resistance 3.544-3.573. Candle membentuk shooting star yang umumnya mengindikasikan kekuatan daya beli yang ingin melanjutkan kenaikan namun, kekuatan daya jual mulai menahannyadan menekan harga ke bawah. MACD terlihat akan membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek.RSI, William's%R, dan Stochastic meninggalkanarea oversold . Meski IHSG masih dimungkinkanuntuk melanjutkan penguatan dan didukung oleh indikator teknikal modern namun, candle yang terbentuk terlihat adanya penguatan yang terbatas dan terdapat peluang profit taking . Investor sebaiknya berhati-hati bila pasar mulai berkurang dukungannya untuk melanjutkan penguatan. Selain itu, transaksi dalam situasi seperti ini lebih banyak bersifat term trading .
(qom/qom)











































