Indosurya Securities: Kejatuhan IHSG Masih Tertahan

Indosurya Securities: Kejatuhan IHSG Masih Tertahan

- detikFinance
Selasa, 01 Feb 2011 07:45 WIB
Jakarta - Di awal pekan ini, IHSG kembali melemah sebanyak 78,44 poin (2,25%) di level 3.409,17. Total volume perdagangan BEI mencapai 2,96 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,27 triliun. Sebanyak 31 saham naik, 217 saham turun, dan 52 saham stagnan. LQ-45 turun 2,68% ke 597,85 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,65% ke 477,51.

Indeks sektoral saham mayoritas melemah dengan pelemahan dipimpin oleh indeks aneka industri yang turun 4,23% di level 873,52; indeks pertambangan turun 3,03% ke level 3.043,51; indeks keuangan turun 2,70% ke level 422,03; indeks manufakur turun 2,41% ke level 743,06; indeks industri dasar turun 2,35% ke level 338,48; indeks properti turun 2,02% ke level 179,29; indeks perdagangan turun 1,90% ke level 473,60; indeks konsumer turun 1,08% ke level 1.010,14; dan indeks infrastruktur turun 1,01% ke level 776,29. Indeks MBX dan DBX melemah.

IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 199,87 triliun dengan total pembelian asing Rp 1,97 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,17 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan Resources (BYAN) naik Rp 450 ke Rp 18.250, Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 350 ke Rp 1.760, Unilever Indonesia (UNVR) naik 150 ke level 15.050, Pan Brothers (PBRX) naik 110 ke level 1.690, PP London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 11.800, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 100 ke Rp 6.850, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 5.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 ke Rp 4.225, dan FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 50 ke Rp 1.000.

Mengawali pekan ini, IHSG masih bergerak melemah. Total volume dan nilai transaksi terpantau lebih rendah dibandingkan akhir pekan lalu. Investor asing pun juga mengurangi transaksinya yang terlihat dari lebih rendahnya nilai transaksi beli maupun jual. Investor asing terlihat untuk sementara mengamankan posisinya sambil menunggu dirilisnya data inflasi maupun BI rate dan juga terpengaruh dari kondisi geopolitik global. Tetapi, dari nilai net sell tercatat lebih rendah dibandingkan akhir pekan lalu. Justru dari transaksi investor lokal yang tercatat naik dibandingkan akhir pekan lalu. Investor lokal masih aktif melakukan transaksi dan nilainya masih lebih besar dibandingkan investor asing.

Selain karena faktor dari internal, IHSG melemah juga karena terpengaruh dari global. Pelemahan bursa saham utama dunia di akhir pekan karena beberapa faktor berimbas negatif pada pergerakan bursa saham Asia Pasifik kemarin dan pelemahan pada bursa utama Asia Pasifik mempengaruhi IHSG. Meskipun terdapat berita negatif namun, ada pula berita positif dimana Fitch Ratings menyatakan peringkat outlook perbankan di Asia-Pasifik masih stabil ke depan. Secara permodalan, perbankan masih sehat meski resesi belum usai namun, kesehatan ini tak diimbangi oleh pertumbuhan kinerja. Penyaluran kredit diperkirakan masih akan lambat sepanjang 2011 dan perolehan net interest margin (NIM) masih akan tertekan. Di sisi lain, pertumbuhan industri tekstil China terancam dengan naiknya harga kapas dan upah buruh. Pada awal tahun ini, harga kapas melonjak dari 14.000 yuan menjadi 30.000 yuan dan upah buruh, naik 20%. Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah kecuali China, New Zealand, Laos, dan Vietnam yang dipicu oleh turunnya beberapa kinerja emiten dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat harga minyak naik dan untuk sementara investor beralih ke pasar komoditas yang dinilai lebih aman.

Bursa saham Eropa mayoritas turun kecuali Spanyol, Itali, Portugal, dan Iceland. Selain karena pengaruh berita turunnya GDP AS sebelumnya, krisis politik di Mesir turut mengkhawatirkan investor karena nantinya bisa mengganggu distribusi minyak. Investor juga menunggu keputusan ECB soal kebijakan suku bunga dan pernyataannya terhadap laju inflasi saat ini. Di akhir pekan, para pemimpin Uni Eropa akan bertemu dan cenderung tidak memiliki solusi konkret terhadap krisis utang Eurozone . Inflasi Spanyol per Januari mencetak level tertinggi. Menurut National Statistics Institute, harga di tingkat konsumen naik menjadi 3%, setelah Desember lalu naik di
2,9%, tertinggi sejak Oktober 2008 dan inflasi pokok naik 3,3% dari tahun lalu seiring lonjakan harga minyak mentah sehingga menambah pengeluaran negara untuk produk energi seperti bensin dan bahan bakar pemanas.

Sebelumnya, Jerman merilis inflasi tahunan mengalami percepatan hingga 2% pada Januari, dari level 1,9% di Desember. Survei Bloomberg memprediksi, pertumbuhan harga konsumen Eurozone akan naik menjadi 2,3% pada Januari.

Moody’s Investors Service memangkas peringkat utang Mesir dari Ba1 ke Ba2, dua level di bawah investment grade dengan prospek negatif. Nilai CDS utang Mesir menjadi 450 bps (+30 bps) dan menjadikannya lebih berisiko dari Irak (336 bps). Meski diliputi kekhawatiran kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, semalam bursa saham AS menguat kecuali Brazil. Laporan Dept. Perdagangan, US Consumer Spending naik pada Desember untuk 6 bulan terakhir. Aktifitas bisnis US Midwest naik di atas estimasi pada Januari. Laporan non-farm payrolls diharapkan menambah pekerjaan 145 ribu pekerjaan pada Januari. Selain itu, peningkatan kinerja dari beberapa emiten dan aktivitas merger perusahaan turut meningkatkan optimisme investor terhadap perekonomian sehingga Bursa AS semalam mampu menguat.

Pada perdagangan Selasa (1/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.323-3.366 dan resistance 3.470-3.530. Candle kembali menunjukkan pelemahannya dengan membentuk black candle yang lebih panjang dari
sebelumnya. Bila hari ini kembali membentuk black candle maka pola three black crows telah terjadi dan ini bisa menjadi tanda bearish di hari-hari selanjutnya. Akan tetapi, dari candle tersebut terlihat upaya kekuatan daya
beli untuk menahan kejatuhan harga dan berusaha untuk mengangkatnya. Penguatan MACD setelah membentuk golden cross tertahan dengan histogram negatif yang kembali memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan menuju area overbought . IHSG kemungkinan masih akan bergerak mixed dengan kecendrungan melemah. Pasar masih mencerna setiap informasi yang masuk terutama informasi dirilisnya angka inflasi. Bila angka inflasi minimal sesuai dengan target maka pelemahan IHSG setidaknya bisa tertahan. Investor tetap waspada bila sinyal pelemahan kembali mulai masuk. Kondisi bursa saham masih labil.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads