Indeks sektoral saham mayoritas menguat kecuali indeks infrastruktur turun 0,82% ke level 769,94; indeks aneka industri turun 0,55% ke level 868,70; dan indeks konsumer turun 0,05% ke level 1.009,58. Penguatan indeks sektoral dipimpin oleh indeks pertambangan yang naik 3,66% di level 3.154,89; indeks industri dasar naik 3,22% ke level 349,39; indeks perkebunan naik 1,49% ke level 2.071,02; indeks keuangan naik 0,77% ke level 425,30; indeks manufaktur naik 0,72% ke level 748,39; indeks properti naik 0,48% ke level 180,15; dan indeks perdagangan naik 0,47% ke level 475,85.
Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 215,64 triliun dengan total pembelian asing Rp 1,95 triliun dan total penjualan asing
mencapai Rp 1,73 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG akhirnya mampu rebound di tengah kekhawatiran kondisi makroekonomi internal dan geopolitik global. Data inflasi yang telah dirilis sebesar 0,89% (di bawah level kritis 1%) setidaknya bisa menahan penurunan IHSG, meskipun angka tersebut menurut kami masih tinggi. Inflasi YoY telah mencapai 7,02%, lebih tinggi dari suku bunga acuan. Kontribusi terbesar inflasi masih disokong oleh kenaikan harga bahan pangan yang mencapai 2,21%. Laju inflasi inti Januari 2011 sebesar 0,49% dan secara YoY mencapai 4,18%.
Asing kembali mencatatkan net buy namun, dengan nilai transaksi yang lebih rendah dari sebelumnya. Volume total transaksi tercatat naik namun, dengan nilai total transaksi yang menurun dibandingkan sebelumnya.
Bursa saham regional Asia Pasifik terpantau menguat kecuali India, Pakistan, dan Thailand. Kenaikan ini dipicu meredanya kekhawatiran atas kondisi Mesir. Tetapi, laju beberapa indeks terhambat profit taking jelang libur tahun baru Imlek. Bursa saham China mengalami kenaikan yang dipicu kenaikan perusahaan sumber daya setelah kenaikan harga komoditas global. Sedangkan indeks Nikkei naik setelah laporan laba yang kuat dari beberapa emiten mampu mengangkat sentimen investor, meski ada sisa kekhawatiran penguatan Yen dan kerusuhan politik di Mesir.
Sementara Bursa AS sebelumnya kembali rebound , seiring positifnya data ekonomi AS dan laba Exxon Mobile yang di atas ekspektasi. Di sisi lain, pengumuman suku bunga dari Royal Bank of Australia (RBA) juga turut menjadi tekanan bagi US$. Meski suku bunga acuannya dipertahankan di level 4,75%, tapi pernyataan dari Gubernur Bank Sentral memberikan outlook kenaikan suku bunga ke depannya tahun ini.
Bursa Eropa mayoritas ditutup menguat, kecuali Swedia. Pasar akan kembali ke sentimen ekonomi dengan ekspektasi pada laporan emiten yang menggeser berita kerusuhan politik di Mesir. Untuk sementara kekhawatiran akan Mesir ditinggalkan. Pada awal perdagangan pasar sempat terfokus pada ancaman krisis global dan cenderung menitikberatkan lagi pada perbaikan ekonomi di kawasan Eropa dan data ekonomi yang akan dirilis. Pasar berharap akan ada perbaikan data pengangguran di Jerman dan kawasan lainnya di Eropa yang turun sehingga ekonomi secara keseluruhan relatif stabil. Selain itu, penanganan mengenai inflasi. Beberapa data yang dirilis di
Inggris terutama indek Manufacturing Purchasing Manager's Index (PMI) yang positif di level 62 dari perkirakan 58 dan sebelumnya 58,7. Kondisi ini memicu penguatan poundsterling dan menjadi tekanan bagi US$.
Pada bursa saham AS, sebelumnya bergerak positif setelah keluarnya data U.S personal spending Desember tumbuh 0,7%, lebih tinggi dari ekspektasi dan indeks Chicago Purchasing Managemen mencapai level tertinggi sejak 1988 di level 68.8. Semalam, bursa AS pun masih tercatat naik. Kenaikan indeks didukung dari pendapatan kuat dan data manufaktur AS. Peningkatan data ekonomi dilihat dari aktifitas pabrik dan hasil kuat dari perusahaan shipping UPS Inc. Perusahaan memperlihatkan aktifitas ekonomi tumbuh. Kekhawatiran krisis Mesir masih menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak luas, tetapi kekhawatiran mulai mereda.
Pada perdagangan Rabu (2/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.394-3.418 dan resistance 3.459-3.476. Adanya penguatan kemarin menahan IHSG untuk tidak membuat pola three black crows yang bisa mengindikasikan akan adanya penurunan. Candle terbentuk menyerupai inverted hammer sekaligus membentuk pola bullish harami yang umumnya menunjukkan kekuatan daya beli untuk menahan kejatuhan harga dan berupaya mengangkatnya. MACD masih kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang masih datar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih tertahan menuju area overbought . IHSG naik dalam tren penurunan yang menggambarkan pasar dalam kondisi ketidakpastian. Investor tetap waspada bila aksi profit taking mulai masuk. Bila hari ini terbentuk white candle maka baru bisa dipastikan adanya penguatan lanjutan.
(qom/qom)











































