Indeks sektoral saham mayoritas menguat kecuali indeks aneka industri turun 0,41% ke level 865,16. Penguatan indeks sektoral dipimpin oleh indeks perdaganganyang naik 1,64% di level 483,66; indeks perkebunannaik 1,54% ke level 2.102,88; indeks pertambangannaik 1,41% ke level 3.199,36;indeks keuangan naik 1,40% ke level 431,25; indeks industri dasar naik 1,17% ke level 353,47; indeks infrastruktur naik 1,06% ke level 778,09; indeks konsumer naik 0,92% ke level 1.018,87; indeks manufaktur naik 0,60% ke level 752,84;dan indeks properti naik 0,32% ke level 180,73. Indeks MBX dan DBX menguat.
IHSG mengalami net foreign buy sebesarRp 135,96 triliun dengan total pembelian asing Rp 1,89 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,76 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan IHSG jelang tahun baru Imlek terus menguat. Meski data inflasi bulanan sesungguhnya bisa dikatakan tinggi namun, karena masih di bawah 1% maka terlihat sepertinya investor mengabaikan faktor tingginya inflasi tersebut. Selain itu, belum adanya respon dari Gubernur BI mengenai posisi BI rate pasca dirilisnya data inflasi tidak membuat investor surut untuk melakukan transaksi saham. Kemarin tercatat penurunan volume dan nilai total transaksi saham. Begitu pun dengan transaksi beli asing yang juga turun dari sehari sebelumnya. Meski nilai transaksi jual asing mengalami kenaikan namun, masih bisa mencatatkan net buy walau tercatat lebih rendah dari sebelumnya.
Pengaruh negatif kerusuhan di Mesir tampaknya tidak terlalu berimbas signifikan terhadap IHSG meskipun kerusuhan tersebut memicu kenaikan harga minyak yang sempat menembus US$ 100/barel. Sebelumnya, sejumlah negara khawatir, kerusuhan itu akan mengganggupengiriman minyak lewat Terusan Suez yang mencapai 2,5 juta barel/hari. Situasinya akan semakin buruk jika kerusuhan merembet ke kawasan Arab. Jika ini terjadi, perekonomian dunia bisa melambat karena kenaikan beban harga BBM. Namun demikian,masih ada rasa optimis, kerusuhan di Mesir tak akan berlangsunglama dan tak akan merembet ke kawasan Arab. Itulah yang membawa angin positif bagi IHSG.
Bursa saham Asia Pasifik menguat terpengaruh kinerja dan data manufaktur AS sebelumnya .Selain itu, dipicu pula oleh peningkatan penjualan dan laba bersih beberapa perusahaan besar. Bursa saham Singapura buka setengah hari (2/2) dan kemarin (3/2) tutup. Bursa saham China, Hong Kong, KorSel, dan Singapuratutup sejak (1/2/11) untuk Tahun Baru Imlek. Bursa saham Taiwan dan Vietnam telah ditutup sejak (30/1). Bursa saham yang buka a.l Jepang, Filipina, Laos, dan New Zealand tercatat turun terpengaruh memanasnya Mesir dan tertekan data kinerja beberapa korporat yang rendah.
Bursa saham Eropa dan AS sebelumnya(1/2) menguat setelah kerusuhan di Mesir mereda menyusu lPresiden Hosni Mubarak yang berkomitmens egera menggelar pemilu dan tidak akan mencalonkan kembali.
Apalagi, data-data ekonomi yang dirilis di AS positif terutama indeks manufakturAS dari The Institutefor Supply Management (ISM) naik menjadi 60,8 (Januari 2011), tertinggi sejak Mei 2004 dan di atas perkiraan(57,8) dari sebelumnya 58,5. Begitu juga dengan data-data manufaktur di Eropa dan kenaikan pendapatanbeberapa emiten. Selain itu, kekhawatiran politik di Timur Tengah mulai berkurang dan ditambah prospek harga komoditas. Semuanya menumbuhkan risk appetite karena pasar melihat momentum pemulihanglobal. US$ sempat melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap Euro.
Kemudian pada (2/2), bursa saham AS ditutup flat. Kembali memanasnya situasi politik di Mesir membuat laju penguatansaham-saham terhambat. Investorkembali khawatir kerusuhan bisa menyebar di Yordania, Yaman dan negara lain. Hal ini ditambah oleh adanya badai salju di bagian midwest AS yang dikhawatirkan akan mengganggu industri penerbangan dan beberapa industri lainnya. Semalam bursa saham Eropa mayoritas kembali melemah dipicu kembali naiknya harga minyak seiring makin memanasnya tensi politik di Mesir setelah terjadi bentrok antara pendukung Mubarak dengan penentang Mubarak.
Minyak mentah Brent naik 1% menjadi US$ 103,37/barel.Bursa saham AS mayoritas menguat dipicu laporan ADP Employer Services yang memberikan gambaran perusahaan swasta yang menambah jumlah pekerja. Jumlah pekerja sektor swasta di luar sektor pertanian bertambah 187 ribu pekerja di bulan Januari, lebih tinggi dari prediksi sebelumnya145 ribu. Data ketenagakerjaan dan kinerja emiten setidaknya bisa menutupi kekhawatiran akan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Pada perdagangan Jumat (4/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.424-3.453 dan resistance 3.499-3.519.IHSG dimungkinkan akan melanjutkan penguatannya. Bila ini terjadi maka telah terbentuk Three White Soldier yang umumnya mengindikasikankekuatan daya beli masih menginginkan kenaikan. Tetapi, investor juga perlu mencermati berita yang menghampiri bursa saham. Penguatan yang terjadi kemarin tidak didukung oleh kenaikan volume perdagangan sehingga penguatan tersebut bersifat rentan terkena koreksi. MACD masih bergera kflat dengan histogrampostif yang baru muncul sedikit. RSI, William's %R, dan Stochasticmasih tertahan dan ragu menuju area overbought. Penguatan IHSG bisa saja sesaat karena memanfaatkan momentum rilis data inflasi dan positifnya bursa global namun, investor tetap waspada bila sinyal profit taking mulai masuk. Pasar menantikanrilis BI rate dan laporan keuangan beberapa emiten. Bila BI rate tidak naik, BI perlu memberikan solusi lain mengatasi inflasi sehingga kepercayaan pasar tidak surut.
(qom/qom)











































