Indeks sektoral saham mayoritas melemahkecuali indeks aneka industri yang menguat 1,32% ke level 882,70; indeks perdagangannaik 0,66% ke level 487,95; dan indeks keuangan naik 0,29% ke level 434,38. Pelemahanindeks sektoral dipimpinoleh indeks perkebunan yang turun 1,63% di level 2.069,59; indeks pertambangan turun 1,18% ke level 3.145,85; indeks konsumer turun 0,93% ke level 1.020,78; indeks infrastruktur turun 0,56% ke level 781,50; indeks properti turun 0,42% ke level 179,73; indeks industri industri dasar turun 0,23% ke level 355,59; dan indeks manufaktur turun 0,06% ke level 759,25. Indeks MBX dan DBX melemah.
IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 80,47 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,51 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,59 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin IHSG melemah seiring dengan penurunan volume total transaksi. Tetapi, nilai total transaksi menguat dibandingkan sebelumnya. Begitupun dengan nilai transaksi per investor. Namun demikian, nilai transaksi jual investor asing tercatat lebih besar dari nilai transaksi belinyasehingga mencatatkan net sell yang nilainyalebih besar dari sebelumnya.
IHSG sebenarnya mendapat berbagai sentimen positif. Setelah BI rate naik ke level 6,75%, data PDB RI yang dirilis kemarin juga positif. BPS mengumumkan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2010 mencapai 6,1%, di atas target Pemerintah sebesar 5,8%. Oleh karena itu, kurs Rupiah di pasar spot ditutup naik 40 poin (0,44%) jadi 8.948/8.958 per US$ dari akhir pekan lalu di level 8.988/8.998. Tetapi, data positif ini tidak mampu mengangkat IHSG hingga akhir sesi.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Singapura, Hong Kong, dan Bangladesh. Sementara bursa saham China, Taiwan, dan Vietnam masih libur Tahun Baru Imlek. Penguatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan emiten dan turunnya pengangguran di AS meskipun saham energi turun seiring turunnya harga minyak. Bursa saham Australia naik setelah laporan pemerintah menunjukkan kenaikan penjualan ritel meskipun di bawah estimasi. Selain terpengaruh pendapatan beberapa emiten
yang meningkat, bursa saham Asia Pasifik juga terpengaruh berita positif sebelumnyad imana Depnaker AS mengatakan tingkat pengangguran turun menjadi 9% pada Januari dari 9,4% pada Desember.
Selain itu, sentimen para investor juga membaik setelah WaPres Mesir Omar Suleiman dan beberapa anggota oposisi menyepakati langkah-langkah terbatas untuk menyelesaikan krisis. Kondisi ini mengurangi ketegangan geopolitik namun, membawa harga minyak mentah ke level terendah dalam seminggu sehingga saham-saham emiten yang terkait dengan minyak mengalami penurunan.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali bursa saham Iceland dan Yunani yang dipengaruhi oleh penguatan bursa-bursa saham Asia. Sementara bursa saham Asia menguat salah satunya karena penguatan bursa saham AS. Pergerakan bursa migas Eropa naik dipicu oleh krisis mesir sehingga menaikkanharga minyak.Investor masih menilaimasih berlanjutnyaketegangan geopolitik di Mesir. Sentimen lainnya, proses negosiasi BP untuk membeli lapangan minyak lepas pantai di India tampaknya akan menghasilkan keputusan positif. Data non-farm payroll AS memang sedikit mengecewakan. Tapi, karena angkanya positif selama 4 bulan terakhir, bisa memberikan harapan kalau ekonomi AS akan membaik. Angka non-farm payroll positif karena terjadi penambahan tenaga kerja 36 ribu dari sebelumnya 121 ribu. US$ pun melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap mata uang Euro. Meski sebelumnyasistem komputer Nasdaq disusupi hacker namun, tidak terlalu mengganggu aktivitas perdagangan.
Bursa saham AS sendiri mayoritas menguat kecuali bursa saham Meksiko, Kolumbia, Argetina, dan Chile. Investor masih berada di eforia penguatan kinerja emiten-emiten dan penguatan data-data fundamental ekonomi lainnya meskipun pertumbuhan ekonomi AS yang diharapkan belum terlihat signifikan. Namun demikian, setidaknya upaya yang dilakukan Pemerintah dan The Fed menunjukkan komitmen untuk menuju pemulihan ekonomi.
Pada perdagangan Selasa (8/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.450-3.469 dan resistance 3.515-3.540. IHSG telah terbentuk shooting star yang mengindikasikan kekuatan daya beli yang ingin melanjutkan penguatan namun, tertahan oleh kekuatan daya jual yang ingin menekan harga. MACD mulai bergerak naik dengan histogram postif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic berupaya melanjutkan pergerakan menuju area overbought. Pelemahan IHSG kemarin lebih disebabkan adanya profit taking setelah menguat karena kenaikan BI rate. Beberapa laporan keuangan emiten yang mulai dirilis diharapkan bisa mengangkat IHSG.
(qom/qom)











































