Indosurya Securities: IHSG Bisa Rebound

Indosurya Securities: IHSG Bisa Rebound

- detikFinance
Rabu, 09 Feb 2011 07:58 WIB
Jakarta - IHSG masih melemah dengan penurunan sebanyak27,78 poin (0,80%) di level 3.459,93. Total volumeperdagangan BEI mencapai 3,11 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,31 triliun. Sebanyak61 saham naik, 165 saham turun, dan 76 saham stagnan. LQ-45 turun 0,95% ke 610,03 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,11% ke 489,03.

Indeks sektoral saham mayoritas melemah dipimpin oleh indeks aneka industri yang turun 1,38% di level 870,54; indeks konsumer turun 1,32% ke level 1.007,26; indeks manufaktur turun 1,22% ke level 749,99; indeks perdagangan turun 0,95% ke level 483,32; indeks industri dasar turun 0,91% ke level 352,37; indeks properti
turun 0,88% ke level 178,15; indeks perkebunan turun 0,84% ke level 2.052,17; indeks pertambangan turun 0,77% ke level 3.121,51; indeks keuangan turun 0,56% ke level 431,94; dan indeks infrastruktur turun 0,31% ke level 779,06.

Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 218,97 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,56 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,34 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-sahamyang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranyaMayora Indah (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 11.050, Supreme Cable Manufacturing Corp. (SCCO) naik Rp 250 ke Rp 2.200, FKS Multi Agro(FISH) naik 140 ke level 1.440, Bayan Resources (BYAN) naik 100 ke level 18.500, XL Axiata (EXCL) naik Rp 100 ke Rp 5.200, Hexindo Adiperkasa(HEXA) naik Rp 100 ke Rp 6.800, Indofood S. Makmur (INDF) naik Rp 100 ke Rp 4.825, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 ke Rp 20.250, dan SMART (SMAR) naik Rp 100 ke Rp 5.100.

IHSG masih dilanda profit taking pada perdagangan kemarin. Efek kenaikan BI rate dan rilis pertumbuhan ekonomi yang sebelumnyadirespon positif oleh investor, tidak berlangsung lama. Meski turun, volume dan nilai total transaksi mengalami peningkatan. Bahkan investor asing pun tercatat buy dengan nilai transaksi yang juga meningkat dari hari sebelumnya. Kemungkinan efek-efek tersebut dijadikan sentimen untuk menaikkan harga-harga net saham lalu pada saat mencapai posisi tertentu digunakan untuk profit takin g agar bisa kembali memperoleh saham di harga bawah. Padahal secara fundamental, tidak mendukung pelemahan IHSG.

Bursa saham di Asia Pasifik berfluktuasi. Adapun bursa saham yang melemah antara lain, Taiwan, KorSel, Singapura, Thailand, Pakistan, dan India. Bursa kawasan Australia dan New Zealand menguat didukung laba National Australia Bank Ltd yang melebihi estimasi, naik 1,9% setelah membukukan peningkatan laba 18% di Q1-11. Begitupun dengan Commonwealth Bank of Australia naik 0,8% dan Westpac Banking Corp naik 1,1%. Sementara pelemahan bursa saham Taiwan dipicu kerugian perusahaan teknologi Taiwan. Meski harga saham sektor teknologi turun namun, investor masih optimis secara keseluruhan, pendapatan dan aktivitas perusahaan mendukung tahap pemulihan ekonomi.

Pergerakan bursa saham Asia Pasifik, selain terpengaruh kondisi internal juga terpengaruh dari sentimen bisnis AS yang terus meningkat. Adanya strategi merger dan akuisisi juga menambah kepercayaan investor akan membaiknya kinerja emiten yang menandakan adanya eskpansi bisnis. Emiten-emiten di Asia juga mengalami peningkatan kinerja yang didukung dengan kenaikan rating rata-rata menjadi outperform atau overweight. Dari 347 emiten dalam indeks MSCI Asia yang telah melaporkan kinerja kuartal terbaru sejak 1 Januari, 139 di atas estimasi, sedangkan 109 meleset.

Bursa Eropa dan AS kembali menguat. Pada bursa saham Eropa pelemahan terjadi pada Itali, Irlandia, Finlandia, Swedia, dan Denmark. Sementara pada bursa Amerika, pelemahan terjadi pada Chile dan Peru. Adanya peningkatan kinerja dari emiten-emitendi tengah pemulihanekonomi yang didukung oleh membaiknyabeberapa data fundamentalekonomi telah membuat risk appetite investor kembali tumbuh. Salah satunya ialah data tingkat pengangguran AS yang turun ke level 9% dari sebelumnya 9,4%. Data-data dari Eropa seperti manufaktur Inggris dan Jerman juga membaik.

Bursa saham AS kembali positif seiring banyaknya aktivitas merger dan pandangan optimis laba usaha yang meningkatkankepercayaaninvestor. Beberapa perusahaan seperti Bank Swiss UBS, Teva, Sara Lee, Entergy, Avon Produk, Disney, dan Agco melaporkan peningkatan laba triwulanan sehingga makinmeningkatkan kepercayaan investor. Pasar juga merespon positif paparan pejabat The Fed mengenai prospek ekonomi AS dan hasil survei small business NFIB - merupakan satu-satunya indikator ekonomi untuk melihat produksi.

Pada perdagangan Rabu (9/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.424-3.448 dan resistance 3.499-3.525. Setelah IHSG terbentuk candle pola three white soldier, IHSG kembali melemah. Apabila hari ini kembali melemah maka telah terbentuk pola three black crows. Umumnya apabila pola ini terjadi maka peluang penurunan di kemudian hari akan terbuka lebar. Akan tetapi, melihat dari kenaikan volume dan peningkatan nilai total transaksi, diharapkan hari ini bisa rebound. RSI, William's %R, dan Stochastic berupaya melanjutkan pergerakan menuju area overbought. Pelemahan IHSG kemarin masih disebabkan adanya profit taking setelah menguat karena kenaikan BI rate dan rilis data pertumbuhan ekonomi. Seharusnya data-data tersebut dan didukung oleh penguatan bursa-bursa utama regional dan global bisa berpengaruh positif bagi pergerakan IHSG.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads