Indosurya Securities: IHSG Masih Lanjutkan Pelemahan

Indosurya Securities: IHSG Masih Lanjutkan Pelemahan

- detikFinance
Jumat, 11 Feb 2011 07:37 WIB
Jakarta - IHSG kembali melemah dengan penurunan sebanyak 43,83 poin (1,28%) di level 3.373,64. Total volume perdagangan BEI mencapai3,78 triliun unit saham dengan nilai total Rp 4,97 triliun. Sebanyak 59 saham naik, 167 saham turun, dan 78 saham stagnan. LQ-45 turun 1,51% ke 590,61 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,32% ke 478,36.

Indeks sektoral saham mayoritasmelemah dipimpinoleh indeks konsumer yang turun 2,13% di level 974,73; indeks infrastruktur turun 1,96% ke level 762,98; indeks keuangan turun 1,48% ke level 418,13; indeks properti turun 1,20% ke level 173,64; indeks manufaktur turun 1,15% ke level 730,90; indeks pertambangan turun 1,08%
ke level 3.049,78; indeks industri dasar turun 0,83% ke level 342,22; indeks perdagangan turun 0,69% ke level 475,88; indeks perkebunan turun 0,49% ke level 2.005,51; dan indeks aneka industri turun 0,10% ke level 859,38. Indeks MBX dan DBX melemah.

IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 519,35 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,65 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,13 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranyaFKS Multi Agro (FISH) naik Rp 310 ke Rp 1.850, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 12.300, Semen Gresik (SMGR) naik 200 ke level 8.300, Astra Otoparts (AUTO) naik 150 ke level 12.600, Inovisi Infracom (INVS) naik Rp 150 ke Rp 6.450, Bank CIMB Niaga (BNGA) naik Rp 150 ke Rp 1.980, Pudjiadi Prestige Limited (PUDP) naik Rp 110 ke Rp 550, Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 100 ke Rp 2.600, dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 6.250.

Tampaknya sentimen negatif masih berada di bursa saham sehingga IHSG kembali melemah. Sentimen inflasi di dalam negeri yang diikuti dengan kenaikan BI rate serta langkah serupa yang dilakukan beberapa negara berupa pengetatan kebijakan moneter dan ditambah dengan berita masih tingginya angka pengangguran di AS membuat persepsi investor menjadi negatif. Investor kemungkinan mengalihkand ananya ke instrumen surat utang untuk memperoleh yield yang tinggi. Padahal investor asing tercatat nett buy dan terdapat salah 1 berita positif dimana memasukibulan Februari 2011, harga beras terus menunjukantren penurunan secara nasional dan di beberapa
lokasi sentra beras sudah terjadi panen. Artinya, bila terjadi penurunan harga maka inflasi Februari 2011 bisa dikurangi. Tetapi, karena banyak sentimen negatif maka berita positif tersebut tertutupi.

Kebijakan China menaikkan suku bunga pinjaman 1 tahun sebesar 25 bps menjadi 6,06% dari 5,81% dan suku bunga simpanan 1 tahun sebesar 25 bps menjadi 3% dari 2,75% terlalu berlebihan direspon negatif, padahal bursa saham China sendiri tercatat positif ditopang saham perbankan dan properti. Investor khawatir likuiditas di China semakin ketat dan akan mengurangi permintaan komoditas, terutama dari Indonesia untuk batu bara dan CPO. Sementara itu, kurs Rupiah/US$ juga ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.935/US$ dibandingkan sebelumnya di Rp 8.930/US$.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak mixed cenderung melemah dengan penguatan pada bursa saham Laos, Sri Langka, China, dan Australia (atas prospek positif kerjasama dengan Singapura Exchange). Bursa saham Jepang ditutup negatif karena investor terus profit taking atas kenaikan harga saham di tengah kekhawatiran tentang
overheating di pasar. Hari ini, bursa Tokyo libur. Pelemahan bursa regional juga dipicu oleh turunnya harga komoditas di pasar dunia.

Bursa Eropa kembali bergerak mixed cenderung melemah karena dipicu tarik menarik sentimen positif dan negatif. Penguatan terjadi pada bursa saham Jerman dimana sebelumnya melemah karena turunnya angka produksi, lalu bursa saham Perancis, Iceland, dan Belanda. Bursa saham Eropa mayoritas memasukifase overbought sehingga investor mengabil langkah profit taking . Selain itu, pelemahan terjadi karena melemahnya mata uang Euro seiring dengan tidak terpilihnya Kepala Bundesbank Axel Weber yang tidak akan menjadi kandidat untuk menggantikanJean-Claude Trichet sebagai Presiden ECB ketika masa jabatannya berakhir Oktober 2011.

Bursa AS sedikit melemah kecuali Kanada dan Panama dipicu pernyataan Gubernur The Fed bahwa tingkat pengangguran AS masih akan terus tinggi dalam waktu yang cukup lama. Padahal sebelumnya dirilis, angka pengangguran AS turun ke level 9% dari 9,4%. Semalamdirilis angka klaim pengangguran AS yang berkurang menjadi 411 ribu dari sebelumnya415 ribu. Hari ini, juga akan dirilis indeks sentimen konsumen AS yang diprediksi meningkat jadi 74,6 dari sebelumnya 74,2. Bila data-data ini mendukung pemulihan ekonomi AS maka akan membuat The Fed tidak mengagendakan quantitative easing (QE) tahap III.

Pada perdagangan Jumat (11/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.296-3.334 dan resistance 3.415-3.456. IHSG masih melanjutkan pelemahannya setelah membentuk pola three black crows , sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Pola ini hampir sama seperti pada akhir Januari 2011 (3.379,54) dan bahkan hampir menyamai level 22 September 2010 saat menyentuh level terendah di 3.332. Saat itu setelah membentuk pola three black crows diikuti terbentuknya hammer yang mengindikasikan akan terjadinya reversal dan itu terbukti. Hari ini, bila terjadi penurunan diharapkan bisa membentuk candle inverted hammer atau spinning tops sehingga ada peluang reversal di pekan depan. Lagipula lower bollinger bands telah tersentuh. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek.RSI, William's%R, dan Stochastic berbalik arah menuju area oversold. Adanya transaksi net buy asing kemarin dan pencatatan perdana saham PT. Garuda Indonesia Tbk, diharapkan bisa menghambat laju penurunan.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads