Jakarta - IHSG Kamis (10/02/2011) masih ditutup melemah 43,82 poin atau turun 1,28% pada level 3.373,64. Penurunan IHSG terjadi pada empat hari perdagangan berturut-turut. Saham-saham perbankan menjadi pendorong pelemahan IHSG selama beberapa hari terakhir. Peralihan portofolio dari saham ke produk-produk pendapatan tetap semakin terlihat dari terserapnya instrumen pendapatan tetap tersebut. Selain itu dengan tidak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS merupakan indikasi tidak terjadinya capital outflow. Listing saham PT Garuda Indonesia pada hari ini bisa menjadi momentum penentuan arah pergerakan IHSG selanjutnya. Sektor yang menjadi pendorong pelemahan IHSG pada perdagangan kamis kemarin yaitu sektor konsumer dan sektor infrastruktur, dimana masing-masing sektor mengalami penurunan sebesar 2,13% dan 1,96%.
Dow Jones Industrial Average, Kamis (10/02/2011) waktu setempat akhirnya ditutup melemah tipis 10,60 poin atau turun 0,09% pada level 12.229,29. Perdagangan DJIA kemarin cenderung bertahan pada level 12.200. Rencana Presiden Mesir yang ingin mempertahankan kekuasaanya sampai dengan pemilihan umum yang demokratis menjadi sentiment negatif pergerakan perdagangan DJIA.
Asing net buy, IHSG masih melemah. Secara teknikal IHSG masih berpotensi untuk kembali mengalami pelemahan namun net buy asing sebesar Rp 500 miliar pada perdagangan kemarin membuka peluang penguatan IHSG pada hari ini. Support I dan II berada pada level 3.360 dan 3.330 sedangkan resistance I dan II berada pada level 3.397 dan 3.411.
(ang/ang)