Indosurya: IHSG Berbalik Arah dari Area Oversold

Indosurya: IHSG Berbalik Arah dari Area Oversold

- detikFinance
Senin, 14 Feb 2011 09:13 WIB
Jakarta - IHSG akhirnya bisa kembali ke area positif dengan kenaikan sebanyak 18,12 poin (0,54%) di level 3.391,77. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,19 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,27 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 100 saham turun, dan 88 saham stagnan. LQ-45 naik 0,76% ke 595,12 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,29% ke 479,76.

Indeks sektoral saham mayoritas menguat kecuali indeks properti yang turun 0,18% ke level 173,33 dan indeks infrastruktur turun 1,12% ke level 754,43. Penguatan dipimpin oleh indeks industri dasar yang naik 1,53% di level 347,44; indeks keuangan naik 1,32% ke level 423,65; indeks pertambangan naik 1,03% ke level 3.081,27; indeks perkebunan naik 0,93% ke level 2.024,12; indeks manufaktur naik 0,65% ke level 735,66; indeks konsumer naik 0,35% ke level 978,13; indeks aneka industri naik 0,23% ke level 861,32; dan indeks perdagangan naik 0,18% ke level 476,75. Indeks MBX dan DBX menguat.

IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 180,31 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,81 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,99 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 550 ke Rp 22.250, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 22.550, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 400 ke level 14.550, Harum Energy (HRUM) naik 350 ke level 8.450, Inovisi Infracom (INVS) naik Rp 350 ke Rp 6.800, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 275 ke Rp 2.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 34.200, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 250 ke Rp 5.950, dan Indosat (ISAT) naik Rp 200 ke Rp 5.000.

IHSG akhirnya kembali ke zona positif setelah di awal-awal sesi perdagangan akhir pekan berada di zona negatif. Indeks sektoral pun mayoritas terangkat kecuali sektor infrastruktur dan properti. Penguatan IHSG terlihat lebih didominasi oleh investor lokal dimana nilai transaksi beli dan jual mengalami peningkatan dari hari sebelumnya. Justru investor asing mengurangi transaksinya yang terlihat dari penurunan nilai transaksi beli dan jual bahkan mencatatkan net sell . Penguatan IHSG belum sepenuhnya didukung oleh volume transaksi yang mengalami penurunan meski nilai transaksi mengalami peningkatan. Sebelumnya penguatan hingga level 3.370,87 di sesi I tidak cukup kuat melanjutkan penguatan dan mengalami penurunan hingga sesi I selesai di level 3.354,80. Bahkan awal pembukaan sesi II kembali turun hingga menyentuh 3.340,36. Akan tetapi, secara mengejutkan, IHSG berbalik arah hingga sesi II berakhir. Meski sentimen positif belum terlalu besar namun, penguatan kemarin disebabkan karena telah terjadi pembelian besar-besaran di sesi kedua, bahkan 1 jam sebelum akhir sesi perdagangan.

Sementara itu, kurs Rupiah melemah 5 poin (0,55%) jadi 8.930/8.937 per US$ dari sebelumnya di 8.925/8.935 per US$. Rupiah mengalami konsolidasi dan terpengaruh dari penguatan US$ karena data-data ekonomi yang dirilis di AS. Untuk pertama kalinya, data jobless claim AS tembus di bawah 400 ribu dengan turun 36.000 pada level 383.000, terendah sejak awal Juli 2008. Pelemahan Rupiah juga terpengaruh dari melemahnya Euro karena pasar masih menantikan kepastian penambahan The European Financial Stability Facility (EFSF) yang diberlakukan permanen atau sementara sehingga memicu ketidakpastian di Uni Eropa dan jadi tekanan bagi Euro.

Bursa saham Asia Pasifik masih bergerak mixed dengan pelemahan terjadi pada bursa saham Taiwan, KorSel, Australia, Pakistan, Malaysia, dan Singapura.

Bursa Eropa mayoritas bergerak naik kecuali Iceland, Belanda, Finlandia, dan Luxemburg. Moody's Investors Service kembali memangkas peringkat utang beberapa bank Irlandia. Rating Bank of Ireland Plc dan 5 kreditur lainnya dipangkas menyusul kekhawatiran investor harus menanggung biaya sistem penghematan uang negara. Utang senior milik Bank of Ireland Plc diturunkan menjadi Ba1, Allied Irish Banks Plc turun menjadi Ba2, dan Anglo Irish Bank Corp dipangkas menjadi Caa1. Bursa saham AS mayoritas bergerak naik setelah sebelumnya bergerak mixed karena adanya profit taking dan penurunan di saham-saham berbasis teknologi yang terpengaruh oleh penurunan saham-saham berbasis teknologi dan energi di bursa saham emerging market . Kenaikan ini terjadi setelah adanya berita Presiden Mesir Hosni Mubarak (HM) akan mundur. Kekuasaan HM selama 3 dekade pemerintahan otokratisnya berakhir. Setidaknya berita ini bisa menurunkan tekanan jual di pasar. Pasar mengambil momen transaksi karena lengsernya Mubarak dinilai menjadi pertanda perekonomian yang terdampak demo mesir segera pulih. Tetapi, sebenarnya masih ada ketidakpastian. Belum jelas siapa yang akan berkuasa dan rezim yang akan digunakan.

Penguatan bursa saham AS juga dipicu oleh penguatan saham finansial, dimana asuransi hipotek naik pada proposal Pemerintah untuk menekan ukuran otoritas perumahan AS., kompetitor Pemerintah terhadap industri asuransi hipotek swasta. Dalam data ekonomi, gap perdagangan AS melebar pada Desember, dengan defisit perdagangan full year mencatatkan kenaikan persentase terbesar dalam 10 tahun, seiring turunnya perdagangan dengan China. Mundurnya HM menekan harga minyak dunia menjadi US$ 85,58/barel. Walaupun belum memberikan kejelasan pasokan minyak dunia.

Pada perdagangan Senin (14/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.319-3.354 dan resistance 3.410-3.430. Setelah membentuk pola three black crows , dan dilanjutkan dengan pelemahan. Secara mengejutkan transaksi menjelang akhir sesi II membuat candle terbentuk hammer yang mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga. Tetapi, karena penguatan terjadi menjelang akhir perdagangan di tengah tren penurunan menimbulkan kesan adanya spekulasi. Bila memang terdapat info fundamental yang signifikan mendukung penguatan maka secara teknikal masih diperlukan candle berikutnya yang menunjukkan kebenaran adanya penguatan lanjutan. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic berbalik arah dari area oversold .

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads