IHSG menguat tipis setelah libur Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kenaikan sebanyak 0,018 poin (0,001%) di level 3.416,79. Total volume perdagangan BEI mencapai 2,34 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,35 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 121 saham turun, dan 90 saham stagnan. LQ-45 naik 0,08% ke 600,67 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,03% ke 483,76.
Indeks sektoral saham bergerak mixed dengan pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 1,87% ke level 2.012,51; indeks pertambangan turun 0,72% ke level 3.084,37; indeks aneka industri turun 0,45% ke level 876,18; dan indeks perdagangan turun 0,02% ke level 480,41. Penguatan dipimpin oleh indeks konsumer yang naik 1,20% di level 990,15; indeks manufaktur naik 0,36% ke level 743,10; indeks properti naik 0,35% ke level 175,59; indeks keuangan naik 0,29% ke level 429,75; indeks
industri dasar naik 0,04% ke level 347,33; dan indeks infrastruktur naik 0,02% ke level 754,03. Indeks MBX menguat dan DBX melemah.
IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 800 juta dengan total pembelian asing Rp 2,024 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,025 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG akhirnya mendarat di zona positif setelah di awal-awal perdagangan sempat melemah. Penguatan yang terjadi pun hanya naik tipis. Perdagangan yang melemah di awal sesi dipicu profit taking investor, setelah sebelumnya IHSG tutup karena libur. Tetapi, membaiknya beberapa data ekonomi AS (meskipun terjadi penurunan pada data ritel) dan dinaikkannya revisi pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten di kawasan Asia memicu penguatan IHSG di akhir sesi. Transaksi cenderung masih sepi dengan total volume transaksi yang menurun karena aktifitas broker tidak terlalu ramai namun, nilai total transaksi naik dari sebelumnya. Meski menguat, asing
tercatat net sell tipis.
Sementara itu, Rupiah menguat seiring dengan kenaikan harga beberapa komoditas dan ekspektasi inflasi yang tinggi. Harga komoditas seperti tembaga, gandum, nikel, timah, batu bara, dan CPO cenderung mencapai rekor tertinggi. Rupiah juga menguat karena spekulasi kenaikan BI Rate.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak menguat kecuali Taiwan, KorSel, Australia, dan Sri Lanka. Penguatan dipicu oleh kenaikan estimasi pendapatan emiten-emiten di bursa, terutama perusahaan-perusahaan Jepang yang sebelumnya beberapa diantaranya mengalami penurunan kinerja karena kondisi makroekonomi Jepang yang sedang
turun dipicu salah satunya oleh kenaikan nilai tukar Yen. Sebelumnya BoJ menaikkan penilaian ekonomi pertama kalinya dalam 9 bulan. Kenaikan estimasi ini juga terjadi pada perusahaan baja di China sehingga indeks sahamnya bergerak naik. Padahal kenaikan tersebut di tengah kekhawatiran terhadap tingginya inflasi dan kemungkinan dinaikkannya kembali suku bunga namun, paling tidak ada sedikit optimisme dari investor terhadap kinerja emiten untuk menghapus sentimen negatif inflasi.
Bursa saham Eropa pada perdagangan Rabu (16/2) mayoritas mengalami kenaikan kecuali Iceland, Denmark, dan Yunani. Kenaikan ini dipicu oleh aksi investor yang merespon kenaikan bursa saham di kawasan Asia Pasifik terutama bursa saham Tokyo atas estimasi kenaikan pertumbuhan dan optmimisme emiten Eropa di kuartal IV 2010. Sebelumnya, pada perdagangan Selasa kemarin, bursa saham Eropa mencapai level tertinggi dalam 29 bulan terakhir yang didorong oleh saham-saham perbankan karena pencapaian laba. Pasar juga tengah menanti kabar emiten Sanofi-Eventis dan Genzyme. Kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan jual beli saham Genzyme senilai US$ 74/saham secara tunai ditambah hak untuk pembayaran di masa mendatang. Dari sisi makroekonomi pasar juga menanti laporan BoE soal inflasi. Sebelumnya diprediksi inflasi Inggris naik sampai 4% untuk Januari, 2X lipat dari target BoE. Selain itu, akan dirilis data indeks kepercayaan konsumen dan angka pengangguran Inggris untuk Januari.
Bursa saham AS mayoritas menguat kecuali Chile dan Venezuela yang didorong laporan keuntungan dan adanya permintaan kuat dari investor. Pelaku pasar konsentrasi ketegangan antara Israel dan Iran pada awal perdagangan saham, tetapi indeks bergerak naik. Volume perdagangan saham
pun lebih baik dibandingkan awal minggu. Selain itu, volume perdagangan dapat mendekati rata-rata harian sekitar 8 miliar saham di bursa saham New York, NYSE Amex, dan Nasdaq. Selain itu, berbagai aksi korporasi terutama aksi merjer dan joint operation turut meningkatkan optimisme pelaku pasar.
Pada perdagangan Kamis (17/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.377-3.397 dan resistance 3.427-3.437. IHSG telah membentuk gravestone doji pada posisi atas sehingga mengindikasikan kemungkinan adanya reversal. Kekuatan daya jual mulai kuat untuk menekan harga. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali tertahan mendekati area overbought . Meskipun secara teknikal diprediksi akan terjadi penurunan, semoga saja pergerakan IHSG bisa terpengaruh dari berita-berita makroekonomi regional yang membaik sehingga bisa membalikkan posisi pelemahan IHSG.
(qom/qom)











































