Kapita Sekurindo: IHSG Kembali Pada Tren Penguatan

Kapita Sekurindo: IHSG Kembali Pada Tren Penguatan

- detikFinance
Senin, 21 Feb 2011 10:03 WIB
Jakarta - IHSG Jumat (17/02/2011) meneruskan penguatan dengan positif 67.11 poin atau naik 1.95% pada level 3.501,49. Penguatan saham-saham perbankan di mana prediksi bahwa musim panen akan menurunkan inflasi pada bulan maret mendatang membuat perbankan lebih terbebas dari pengaruh negatif penguatan suku bunga Bank Indonesia, menguatnya saham berkapitalisasi besar juga dorong penguatan IHSG.

Selain itu beli bersih yang dilakukan investor asing masih terjadi pada perdagangan Jumat minggu lalu sebesar Rp 554 miliar dari pembelian sebesar Rp2 ,61 triliun dengan penjualan sebesar Rp 2,06 triliun.

Sektor yang menjadi pendorong penguatan IHSG pada perdagangan jumat minggu lalu yaitu sektor industri aneka dan sektor konsumer. Masing-masing sektor mengalami penguatan sebesar 3,39% dan 3,33%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dow Jones Industrial Average, pada Jumat minggu lalu (18/02/2011) waktu setempat ditutup masih menguat 73,11 poin atau 0.59% pada level 12.391,25. Data manufaktur yang lebih baik menjadi salah satu penggerak penguatan DJIA.

Selain itu pertemuan Group 20 di Paris, Perancis pada Jumat minggu lalu juga mempengaruhi arah kebijakan perekonomian dunia, di mana Ben Bernanke mengatakan masih adanya permasalahan yang harus diselesaikan menyangkut dengan kebijakan kurs antar negara bagi negara-negara yang memiliki neraca perdagangan yang surplus agar tidak tercipta krisis keuangan dunia.

IHSG berhasil menembus resistance level 3.500. IHSG harus berada pada level diatas 3.500 pada perdagangan beberapa hari kedepan untuk mengkonfirmasi level 3.500 sebagai support kuat dalam trend penguatan IHSG untuk jangka menengah. Support I dan II berada pada level 3.473 dan 3.458 sedangkan resistance I dan II berada pada level 3.518 dan 3.530.

Highlights

  • CTBN lepas seluruh saham anak usaha
  • GIAA berkomitmen maksimalkan dana hasil penawaran umum
  • PAFI bukukan pendapatan selama kuartal III-2010 anjlok sebesar 88%
  • BMRI bukukan fee based income sebesar Rp8,3 triliun.
  • Bank Indonesia optimis terhadap penerapan pengumuman SBDK
  • BWPT harapkan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit selesai tahun ini
  • Diperkirakan Rupiah bisa tembus level Rp 8.500 terhadap US$
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads