Sementara itu pelaku pasar di Amerika terus melakukan aksi jual, melanjutkan tekanan hari perdagangan sebelumnya karena kekhawatiran naiknya harga minyak yang menembus nilai tertinggi dalam dua tahun. Dow, Nasdaq dan S&P semua ditutup melemah masing-masing 107,01 poin (-0,88%), 33,43 poin (1,21%) dan 8,04 poin (0,61%) ke level 12105,78 , 2722,99 dan 1307,40. Sektor energi (+2%) menjadi satu-satunya sektor utama yang mencatatkan kenaikan karena diuntungkan kondisi yang terjadi di Timur Tengah. Secara teknikal indeks Dow kini dalam kondisi tren turun dan berpotensi memasuki area oversold serta berusaha bertahan di atas level 12.000.
IHSG yang kondisinya dalam tren naik akan mencoba bertahan pada level 3454 dan bila gagal kembali mencoba bertahan pada level 3420. Saham sector pertambangan diharapkan bisa menghambat tekanan untuk menguji level 3491 yang selanjutnya menuju level 3507. Tekanan kemungkinan dipimpin saham sector agribisnis. Hanya saham sector agribisnis dan infrastruktur yang masih dalam tren turun. Sedangkan saham sector konstruksi, industri dasar, konsumsi, keuangan, pertambangan, aneka industri dan perdagangan dalam kondisi tren naik. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 3409 hingga 3520.
(ang/ang)











































