Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks perdagangan turun 0,15% ke level 499,52. Kenaikan dipimpin oleh indeks aneka industri yang naik 2,91% ke level 947,14; indeks perkebunan naik 2,18% ke level 2.021,75; indeks keuangan naik 2,08% ke level 441,30; indeks properti naik 1,58% di level 182,23; indeks infrastruktur naik 1,42% ke level 752,35; indeks manufaktur naik 1,27% ke level 781,03; indeks konsumer naik 0,78% ke level 1.045,32; indeks industri dasar naik 0,18% ke level 1.978,54; indeks industri dasar naik 0,18% ke level 351,82; dan indeks pertambangan naik 0,17% ke level 3.133,34. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 570,85 juta dengan total pembelian asing Rp 1,91 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,34 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.950 ke Rp 54.000, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 650 ke Rp 12.850, Malindo Feedmill (MAIN) naik 425 ke level 4.350, Astra Agro Lestari (AALI) naik 400 ke Rp 22.250, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 10.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 36.800, Mayora Indah (MYOR) naik Rp 250 ke Rp 10.150, Harum Energy naik Rp 200 ke Rp 8.450; dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 200 ke Rp 4.900.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar Rupiah terhadap US$ ditutup melemah tipis di Rp 8.820/US$ dibandingkan sebelumnya di Rp 8.810/US$. Dari hari pertama pekan ini dan pembukaan perdagangan kemarin, IHSG terus menguat seiring dengan penguatan pada mayoritas bursa global dipicu mulai turunnya harga minyak dan membaiknya bursa saham
kawasan AS. Hal ini ditambah dengan rilis data inflasi Februari 0,13% yang membuat investor cukup confidence sehingga melanjutkan aksi beli selektifnya. Rilis data inflasi membuat laju inflasi kumulatif (Januari-Februari 2011) 1,3%. Inflasi YoY (Februari 2010-Februari 2011) mencapai 6,84%. Tetapi, perlu dicermati apakah perhitungan inflasi ini sudah memasukkan semua komponen barang-barang mengingat sebelumnya ada rencana BPS untuk mengeluarkan salah 1 barang yang berkontribusi tinggi pemicu inflasi.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali KorSel, Australia, New Zealand, dan Sri Lanka. Kenaikan dipicu oleh turunnya laju manufaktur China sehingga menahan rencana kenaikan kembali suku bunga, pelemahan Yen, dan mulai turunnya harga minyak mentah dunia.
Bursa saham Eropa bergerak mixed dengan pelemahan pada beberapa bursa saham utama seperti Inggris, Jerman, dan Perancis. Selain itu, bursa saham Italia, Irlandia, Portugal, dan Spanyol juga melemah. Sementara beberapa bursa saham Eropa yang menguat antara lain, Swiss, Finlandia, dan Yunani. Sebelumnya kawasan ini diperkirakan akan bergerak naik karena investor menunggu beberapa data dari Australia, pengangguran AS dan Jepang untuk menjaga kepercayaan terhadap pemulihan ekonomi global. Tetapi, sepertinya data-data tersebut tidak terlalu menggembirakan. Sektor manufaktur China tumbuh melambat untuk Februari turun ke 51,7 dari 54,5. Selain itu, investor juga menantikan rilis data inflasi, pengangguran dan manufaktur PMI dari kawasan Eropa. Pasar underestimate terhadap data inflasi tersebut yang dikhawatirkan bisa menghambat pemulihan kawasan Eurozone.
Bursa kawasan AS bergerak melemah kecuali Kolumbia. Meskipun beberapa data positif dimana perkiraan PDB tahun ini mulai melebihi dari 4%; pertumbuhan manufaktur yang naik dimana indeks meningkat menjadi 61,4 di atas estimasi dan merupakan pertumbuhan tercepat selama 7 tahun; dan adanya rencana akuisisi besar dari investor kawakan Warren Buffet namun, semua itu tertutupi dengan kembali naiknya harga minyak mentah dunia. Kontrak harga minyak naik ke level tertinggi sejak September 2008 setelah secara mengejutkan Iran menahan pemimpin kelompok oposisi untuk membubarkan masa demonstrasi.
Pada perdagangan Rabu (2/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.456-3.484 dan resistance 3.527-3.542. Candle membentuk white marubozu dimana umumnya mengindikasikan besarnya pengaruh kekuatan daya beli. Selain itu, dapat dikatakan daya beli menguasai sesi perdagangan. Meskipun kemarin, IHSG bergerak fluktuatif namun, memiliki tren kenaikan. MACD mulai bergerak naik dan berupaya untuk melanjutkan penguatannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba mendekati area overbought . Rilis inflasi yang ternyata di bawah estimasi pasar membawa angin segar. IHSG mulai banyak sentimen positif. Diharapkan hari ini masih bisa melanjutkan penguatannya. Meskipun telah terjadi kenaikan di tengah ketidakpastian kondisi global, diharapkan tidak dijadikan momen spekulasi untuk profit taking sesaat.
(qom/qom)











































