Pagi ini harga minyak dunia menembus US$ 105 per barel, dan kondisi ini akan menghapuskan sentimen positif dari membaiknya data tenaga kerja di AS. Di mana pada Jumat lalu jumlah pekerja bertambah 192 ribu dari periode sebelumnya di 63 ribu.
Jumlah tenaga kerja di AS juga turun dari 9% menjadi 8,9%, lebih rendah dari yang diperkirakan pasar yaitu di 9,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pasar saham di Asia bergerak beragam hari ini. Indeks Nikkei dan Kospi melemah 1,37% dan 0,59%. Sementara indeks Straits Times dan Shanghai berhasil naik 0,38% dan 0,98%.
Kami memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini bakal diguncang oleh aksi profit taking akibat kenaikan harga minyak dunia dan berlanjutnya krisis politik di Timur Tengah.
IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 3.510-3.519 dan resistence di 3.559-3.567.
(dnl/dnl)











































