Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks pertambangan turun 0,18% ke level 3.095,74 dan indeks aneka industri turun 0,04% ke level 961,62. Kenaikan dipimpin oleh indeks konsumer yang naik 1,06% ke level 1.068,01; keuangan naik 1,03% ke level 461,03; indeks perkebunan naik 1% ke level 2.078; indeks manufaktur naik 0,57% ke level 795,43; indeks infrastruktur naik 0,55% ke level 747,76; indeks industri dasar naik 0,54% di level 357,87; indeks properti naik 0,31% ke level 184,07; dan indeks perdagangan naik 0,16% ke level 495,93. Indeks MBX menguat dan DBX melemah. IHSG mengalami foreign buy sebesar Rp 585,65 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,85 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,27 triliun net.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 ke Rp 37.750, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.000, United Tractors (UNTR) naik 250 ke level 23.700, Harum Energy (HRUM) naik 200 ke Rp 8.650, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 16.900, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 6.350, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik 125 ke Rp 3.700; Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 6.900; dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 ke Rp 8.900.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan bursa kawasan Asia Pasifik dan kembali naiknya harga minyak dunia menimbulkankekhawatiran di pasar. IHSG bahkan sempat menyentuh level 3.526,029, posisi terendahnya di awal perdagangan. Lalu, IHSG secara perlahan bangkit dan mencapaiposisi tertingginyadi level 3.563,053. Saham-sahamperbankan terus diburu investor seiring rendahnyainflai Februari 0,13% dan BI rate yang ditahan di level 6,7% dan di tengah ancaman tingginya harga minyak yang bisa memicu inflasi. Meski IHSG terus bergerak di area positif namun, terjadi penurunan jumlah volume dan nilai total transaksi. Bila dilihat per investor pun, baik domestik maupun asing, juga tercatat penurunan nilai total transaksi. Namun demikian, asing masih bisa mencatatkan nett buyΒ Sementara lokal tercatat nett sell . Selain perbankan, investor juga akumulasibeli pada saham-sahamgrup Astra, JSMR yang laba bersihnya mencapai di atas Rp 1 triliun, dan saham-saham CPO seiring kenaikan harga komoditas CPO yang menyentuh level US$ 1.208/ton.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah, kecuali China, Thailand, Singapura, dan Filipina. Pasar kembali merespon negatif konflik di Libya dan kenaikan harga minyak yang bisa mengancam pemulihan ekonomi global. Saham penerbangan langsung terkena dampak karena kenaikan biaya setelah bahan bakar minyak naik. Selain itu, saham konstruksi yang memiliki proyek di Timur Tengah juga drop karena berpotensi merugi.
Bursa saham Eropa mayoritas turun, kecuali Itali, Ireland, dan Iceland, seiring dengan kekhawatiran kenaikan harga minyak yang tajam akan menekan pemulihanekonomi global. Investor masih khawatir dan enggan masuk ke bursa saham karena ketidakpastiandan situasi di Timur Tengah. Sebagian besar negara Eropa harus mengimpor minyakdan ini bisa menjadi biaya besar dan periode berkelanjutan harga minyak yang tinggi dipandangsebagai hambatan utama dalam pengembangan sektor industri.
Harga minyak mentah naik ke level tertinggi dalam 30 bulan karena kekhawatiran meningkat bahwa Libya sedang menuju perang sipil, sementara di Arab Saudi mendukun glarangan protes. Moody's mendowngradesovereign rating Yunani dan menetapkanoutlook negatif sehingga ikut menjadi sentimen negatif. Penurunan terjadi pada saham-sahamsektor otomotif akibat keprihatinan terhadap perlambatan permintaan untuk kendaraan. Di sisi lain, grup bursa Saham London tengah mempertimbangkant awaran pengambilalihan Nasdaq OMX Group akhir tahun ini. Penawaran terhadap Nasdaq ini dilakukan setelah pengumumanBursa Efek London bulan lalu tentang rencananyauntuk bergabung dengan Toronto TMX Group.
Bursa saham AS mayoritas melemah setelah rilis data Depnaker AS yang menunjukkan penghasilan di AS rata-rata per jam tidak berubah pada bulan Februari. Diperkirakan pertumbuhan sekitar 0,2%. Data pengangguran menjadi 8,9% atau terendah sejak April 2009 dengan kenaikan gaji 192.000. Selain itu, kekhawatiran akan
naiknya harga minyak juga melanda bursa saham AS. Penurunan juga terjadi karena melemahnya saham-saham IT.
Pada perdagangan Selasa (8/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.513-3.537 dan resistance 3.575-3.587. Setelah candle membentuk white marubozu yang memperlihatkan besarnya kekuatan daya beli dalam menguasai selama sesi perdagangan,kemarin candle membentuk pola hanging man yang mengindikasikan mulai berkurangnya kekuatan daya beli dalam mendorong harga. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menembus area overbought. Melihat secara teknikal bahwa upper bollinger band telah tersentuh dan kekuatan daya beli berkurang serta telah tertembusnya area overbought, selain itu juga terjadi pelemahan pada hampir mayoritas bursa regional dan global maka memungkinkan IHSG juga ikut melemah. Investor berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk dan sebaiknya lebih berorientasi jangka panjang (long term investment ).
(qom/qom)











































