Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks keuangan turun 0,34% ke level 459,46 dan indeks infrastruktur turun 0,02% ke level 747,61. Kenaikan dipimpin oleh indeks properti yang naik 2,26% ke level 188,23; indeks industri dasar naik 1,57% ke level 363,48; indeks pertambangan naik 1,16% ke level
3.131,74; indeks manufaktur naik 0,98% ke level 803,23; indeks konsumer naik 0,97% ke level 1.078,32; indeks perdagangan naik 0,65% di level 499,16; indeks aneka industri naik 0,48% ke level 966,20; dan indeks perkebunan naik 0,32% ke level 2.048,56. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 24,43 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,16 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,13 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sepatu Bata (BATA) naik Rp 2.000 ke Rp 68.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.950 ke Rp 39.700, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 700 ke level 43.800, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 550 ke Rp 20.550, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 450 ke Rp 7.350, Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 350 ke Rp 5.250, United Tractors (UNTR) naik 350 ke Rp 24.050; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 300 ke Rp 10.200; dan Astra International (ASII) naik Rp 300 ke Rp 55.200.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
meningkat dari sebelumnya. Menguatnya bursa saham regional pada perdagangan kemarin berimbas positif pada pergerakan IHSG meski sebelumnya mengalami pelemahan. Sementara nilai tukar Rupiah terhadap US$ ditutup melemah tipis Rp 8.790/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 8.785/US$. Ketika dibuka, IHSG langsung menguat namun, beberapa menit kemudian IHSG mulai melemah hingga menyentuh posisi terendahnya di level 3.551,720. Investor profit taking atas saham-saham perbankan yang telah mengalami peningkatan sebelumnya. Pada sesi II, IHSG kembali bangkit dan terus berada di area positif hingga penutupan perdagangan dan bahkan sempat menyentuh level 3.580,31 sebagai level tertingginya.
Bursa Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Jepang, Australia, Pakistan, dan Sri Lanka. Kenaikan ini seiring dibatalkannya rencana peningkatan GWM perbankan China dan pemberitaan Aljazeera yang melaporkan, Pemimpin Libya Mu'ammar Khadafi bersedia menyerahkan kekuasaannya jika mendapat jaminan keselamatan dari pemberontak.
Pemberitaan ini tentu saja membuat harga minyak dunia turun sehingga menghapus kekhawatiran akan terhambatnya pemulihan ekonomi. Sejumlah saham perbankan di China dan saham infrastruktur bergerak menguat.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Ireland, Iceland, dan Luxemburg. Pergerakan bursa saham Eropa terkena imbas penguatan bursa saham Asia Pasifik seiring mulai turunnya harga minyak mentah dunia. Padahal sebelumnya bursa saham Eropa melemah terpengaruh kenaikan harga minyak dan diturunkannya sovereign rating Yunani dari B1 menjadi Ba1 oleh Moody's. Harga minyak mentah dunia bergerak turun setelah anggota OPEC yaitu Kuwait, Uni Emirat Arab dan Nigeria bergabung dengan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak sehingga menekan kenaikan harga minyak akibat kisruh di Libya yang menurunkan produksi minyaknya. Saham-saham perbankan sempat bergerak melemah. Meski menguat, investor tetap khawatir terhadap pasokan minyak dunia yang berkurang. Penguatan juga sebagai antisipasi menjelang KTT Uni Eropa untuk
membahas penyelamatan utang negara Uni Eropa dan rencana dinaikkannya suku bunga acuan ECB pada April dari level 1%.
Semalam bursa saham AS juga menguat seiring turunnya harga minyak dunia dan rilis kinerja Bank of America yang di atas estimasi. Sentimen ini membuat saham-saham perbankan menguat. Meski menguat volume perdagangan saham NYSE, Nasdaq, dan Amex sekitar 7,57 miliar saham di bawah rata-rata harian 8,47 miliar saham .
Pada perdagangan Rabu (9/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.542-3.561 dan resistance 3.590-3.601. Biasanya setelah candle membentuk pola hanging man akan diikuti oleh pelemahan namun, kemarin ternyata candle bergerak positif sehingga membentuk candle hanging man yang baru atau melihat positifnya candle di hari-hari sebelumnya dapat juga kita katakan telah terbentuk three white soldier. Pola ini mengindikasikan masih besarnya pengaruh kekuatan daya beli untuk mengangkat harga dan menguasai pasar. Tetapi, investor juga sebaiknya waspada mengingat upper bollinger band sudah tersentuh yang biasanya akan ada penyesuaian posisi candle . MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought . Investor berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk dan sebaiknya lebih berorientasi jangka panjang (long term investment ).
(qom/qom)











































