Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks pertambangan turun 0,48% ke level 3.116,64 dan indeks industri dasar turun 0,12% ke level 363,03. Kenaikan dipimpin oleh indeks aneka industri yang naik 2,48% ke level 990,18. Indeks infrastruktur naik 1,18% ke level 756,40; indeks properti naik 1,09%
ke level 190,28; indeks manufaktur naik 1,02% ke level 811,40; indeks konsumer naik 0,69% ke level 1.085,73; indeks perdagangan naik 0,29% di level 500,58; indeks keuangan naik 0,25% ke level 460,61; dan indeks perkebunan naik 0,11% ke level 2.086,85. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 346,89 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,51 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,16 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.250 ke Rp 56.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 40.500, Indomobil Sukses International (IMAS) naik 400 ke level 7.450, United Tractors (UNTR) naik 300 ke Rp 24.350, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 300 ke Rp 14.050, Malindo Feedmill (MAIN) naik Rp 250 ke Rp 4.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik 250 ke Rp 23.300; Indosat (ISAT) naik Rp 250 ke Rp 5.250; dan Mayora Indah (MYOR) naik Rp 150 ke Rp 9.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kekurangan tenaga dan mulai melemah. Bahkan selang beberapa menit setelah sesi kedua dibuka, IHSG melemah dan menyentuh level 3.577,37 sebagai level terendahnya. Saham-saham komoditas, terutama pertambangan kembali dilepas investor. Dua jam sebelum berakhirnya perdagangan, IHSG bangkit dan terus bergerak naik dan sempat turun tipis hingga pada akhirnya ditutup positif naik ke level 3.598,68. Kemarin tercatat volume dan nilai total transaksi naik. Pada transaksi per investor, asing mencatatkan nett buy seiring dengan meningkatnya nilai transaksinya. Sementara domestik mencatatkan nett sell dimana nilai transaksi beli sedikit
melemah dan nilai jual meningkat dibandingkan sebelumnya. Sementara nilai tukar Rupiah terhadap US$ menguat di Rp 8.770/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 8.790/US$.
Bursa Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Australia, New Zealand, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Sri Lanka. Kenaikan ini merupakan imbas dari penguatan bursa saham AS dan Eropa yang dipicu oleh turunnya harga minyak dunia. Selain itu, dibatalkannya rencana peningkatan GWM perbankan China masih berimbas positif pada pergerakan bursa saham Asia Pasifik. Meskipun menguat, investor masih tetap khawatir akan meluasnya kisruh geopolitik di wilayah
Afrika Utara hingga Timur Tengah.
Bursa saham Eropa semalam mayoritas melemah kecuali Itali, Iceland, Denmark, dan Finlandia setelah sempat dibuka menguat pada pembukaan perdagangan seiring dengan turunnya harga minyak mentah Brent. Sinyal- sinyal pelemahan telah terlihat sejak awal dimana penguatan akan terbatas karena investor bersiap-siap untuk memantau lelang obligasi Portugal. Pasar mendapat 2 sentimen dimana penurunan harga minyak cenderung mendorong penguatan bursa saham. Tetapi, adanya lelang obligasi Portugal membuat pasar terpecah konsentrasinya.
Bursa saham Eropa pada perdagangan sebelumnya naik karena pasar menunggu hasil pertemuan Bank of England yang kemungkinan akan mengambil keputusan soal suku bunga namun, perbankan diperkirakan akan sangat hati-hati menaikkan suku bunganya. Hari ini akan dirilis data perdagangan di Inggris dan Jerman untuk bulan Januari dan produksi industri serta data makro ekonomi. Bursa kawasan AS mayoritas melemah kecuali Panama dan Kolumbia. Penurunan harga minyak sebelumnya membuat bursa saham AS mendapat angin segar namun, investor kembali khawatir akan meluasnya konflik ini sehingga tidak mustahil harga minyak kembali naik. Administrasi Informasi Energi AS memprediksi rata-rata harga minyak mentah akan berada US$ 102/barel pada tahun ini, naik dari level sebelum krisis Arab di level US$ 93/barel. Penurunan ini seiring meningkatnya kekerasan di Libya sehingga menimbulkan ketidakpastian dan menyurutkan optimisme akan berlanjutnya reli pasar saham AS.
Pada perdagangan Kamis (10/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.563-3.581 dan resistance 3.612-3.627. Setelah terbentuk three white soldier , candle masih menguat dan membentuk candle shooting star yang umumnya mengindikasikan keinginan besar dari kekuatan daya beli untuk mengangkat harga namun, kekuatan daya jual mulai menahannya. Mengingat upper bollinger band kembali tersentuh yang biasanya akan ada penyesuaian posisi candle maka sebaiknya investor selalu waspada akan terjadinya reversal. Hal ini seiring dengan semakin tingginya volatilitas maka besar kemungkinan bisa berbalik arah. MACD masih bergerak naik
dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought namun, mulai tertahan pergerakannya. Investor berhati-hati bila sinyal pelemahan mulai masuk dan sebaiknya lebih berorientasi jangka panjang (long term investment ).
(qom/qom)











































