Indeks sektoral saham mayoritas bergerak turun kecuali indeks perdagangan yang naik 0,29% ke level 502,05; indeks konsumer turun 0,26% ke level 1.088,57; dan indeks manufaktur turun 0,02% ke level 811,52. Pelemahan dipimpin oleh indeks perkebunan yang turun 1,28% ke level 2.060,10; indeks pertambangan turun 1,02% ke level 3.084,74; indeks infrastruktur turun 0,73% ke level 750,89; indeks properti turun 0,61% ke level 189,13; indeks aneka industri turun 0,17% ke level 988,53; indeks industri dasar turun 0,14% di level 362,52; dan indeks keuangan turun 0,02% ke level 460,51. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 15,65 miliar dengan total pembelian asing Rp 880,90 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 904,55 miliar.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 40.950, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 400 ke Rp 10.000, Mayora Indah (MYOR) naik 300 ke level 9.800, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 250 ke Rp 14.750, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 20.550, Tempo Scan Pacific (TSPC) naik Rp 100 ke Rp 1.600, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik 75 ke Rp 2.875; Intraco Penta (INTA) naik Rp 75 ke Rp 3.025; dan Enseval Putra Megatrading (EPMT) naik Rp 60 ke Rp 810.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
terendahnya di 3.564,77. Sekitar 1 jam sebelum penutupan perdagangan, IHSG hanya naik tipis hingga akhirnya ditutup di level 3.587,648. Semua indeks sektoral melemah, kecuali konsumer, manufaktur, dan perdagangan. Volume dan nilai total transaksi mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Begitupun nilai transaksi per investor juga tercatat turun dari sebelumnya.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah kecuali Pakistan, Sri Lanka, Filipina, dan Vietnam. Pasar tertekan dengan perkembangan di Libya yang menunjukkan gejolak geopolitik masih terus terjadi dan data ekonomi Jepang yang di bawah ekspektasi. Pelemahan juga dipicu oleh laporan China yang mengalami defisit perdagangan US$ 7,3 miliar pada Februari. Padahal sebelumnya investor sudah berharap dari positifnya data ekonomi Korsel dan AS sehingga mendukung proses pemulihan ekonomi global
sekaligus sebagai penyeimbang sentimen negatif krisis di Timur Tengah. Indeks NZX sempat naik sebelum akhirnya terkena imbas pelemahan setelah bank sentralnya menurunkan suku bunga. Libya kembali bergejolak setelah pasukan pendukung Muammar Gaddafi melakukan serangan udara dan artileri ke sentral fasilitas minyak.
Bursa saham Eropa semalam mayoritas melemah kecuali Yunani. Padahal sebelumnya sempat dibuka menguat seiring dengan turunnya harga minyak mentah Brent. Bursa saham Eropa juga mengalami pelemahan terkena imbas pelemahan bursa saham Asia Pasifik dan kelanjutan dari pelemahan sebelumnya. Setelah Yunani diturunkan peringkatnya oleh Fitch Ratings, kali ini Moody's menurunkan peringkat Spanyol setelah mempertimbangkan biaya restrukturisasi bank-bank. Investor akan mencermati keputusan Bank of England dimana kemungkinan tidak akan mengikuti Bank Sentral Eropa dalam memasang inflasi lebih tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan.
Bursa kawasan AS mayoritas melemah kecuali Panama.
Bursa saham AS juga terpengaruh dari pelemahan bursa saham Asia Pasifik dan Eropa. Selain itu, pelemahan juga terjadi seiring dengan kekhawatiran akan perekonomian dan aksi demonstrasi di Arab Saudi. Saham-saham turun dan membuat Dow Jones melemah lagi di bawah level 12.000. Dilaporkan Arab Saudi telah memulai aksi melawan para demonstran. Hal itu meningkatkan kekhawatiran seputar ketidakstabilan di negara-negara Timur Tengah yang mayoritas sebagai penghasil minyak utama dunia. Data pemerintah AS menunjukkan klaim awal pengangguran naik 26.000 menjadi 397.000 dan defisit perdagangan AS melebar dan jauh dari ekspektasi menjadi US$ 46,3 miliar.
Pada perdagangan Jumat (11/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.550-3.570 dan resistance 3.602-3.617. Akhirnya kekuatan daya beli gagal mendorong harga ke atas dan kekuatan daya jual berhasil menahan dan membawa harga ke bawah. Setelah terbentuk candle shooting star , candle membentuk hammer yang meberi sinyal akan ada pelemahan lanjutan. Penurunan ini dirasa wajar mengingat upper bollinger band telah tersentuh yang biasanya akan ada penyesuaian posisi candle . Selain itu, dari indikator teknikal lainnya menunjukkan IHSG sudah berada di atas area overbought sehingga perlu penyesuaian dengan koreksi sementara. MACD masih bergerak naik namun, tertahan dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic berada di atas area overbought namun, mulai memberikan sinyal reversal.
(qom/qom)











































