Setelah itu, IHSG kembali bangkit meskipun masih dalam teritori negatif. Investor yang sebelumnya merasa krisis nuklir Jepang mulai merekda kembali khawatir seiring dengan ketakutan akan berkepanjangan krisis nuklir ini dan mulai menyebar ke negara tetangga. IHSg juga mendpaat tekanan dari Timur Tengah menyusul mulai adanya gejolak di Bahrain dan penurunan peringkat Portugal.
Pada perdagangan Jumat (18/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.428-3.456 dan resistance 3.522-3.559. Besarnya kekuatan daya jual untuk menahan dan mendorong harga ke bawha ternyata lebih kuat dibandingkan kekuatan daya beli untuk mengangkat harga. Setelah candle membentuk hammer, candle bergerak melemah. Posisi ini melanjutkan penurunan sebelumnya. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's%R dan Stochastic semakin menjauhi area overbought. Meskipun secara teknikal IHSG masih berada dalam tren pelemahan, namun diharapkan bisa menguat seiring penguatan bursa saham AS dan Eropa.
(qom/qom)










































