Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks industri dasar yang melemah 0,63% ke level 354,80; indeks infrastruktur turun 0,35% ke level 717,12; dan indeks konsumer turun 0,02% ke level 1.068,31. Adapun kenaikan indeks sektoral dipimpin indeks properti yang naik 1,59% ke level 183,94. Indeks pertambangan naik 1,15% ke level 3.126,37; indeks perkebunan naik 1,05% di level 2.012,88; indeks aneka industri naik 0,89% di level 952,26; indeks perdagangan naik 0,23% ke level 481,90; indeks manufaktur naik 0,09% di level 791,22; dan indeks keuangan naik 0,03% ke level 443,81. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 91,57 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,46 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,37 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.050 ke Rp 41.750, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.850 ke Rp 48.250, HM. Sampoerna (HMSP) naik 550 ke level 25.950, Astra International (ASII) naik 500 ke Rp 54.000, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 ke Rp 22.100, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 300 ke Rp 6.150, Malindo Feedmill (MAIN) naik 200 ke Rp 4.400; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 200 ke Rp 9.850; dan Indomobil Sukses International (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 7.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan. Investor domestik mencatatkan nett sell . Sementara investor asing mencatatkan nett buy dimana nilai transaksi jualnya menurun dari sebelumnya. Investor juga merespon positif pernyataan BI yang mengatakan terjadi deflasi pada Maret sehingga beban inflasi akan berkurang. Nilai tukar Rupiah terhadap US$ ditutup menguat di Rp 8.773 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 8.793 per US$. Penguatan ini seiring dengan langkah G7 mengintervensi Yen untuk meredam penguatannya.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Pakistan, Sri Lanka, India, dan Singapura. Penguatan ini terpengaruh dari intervensi G7 terhadap Yen sehingga ekspor Jepang tidak lagi akan terhambat oleh penguatan Yen. Selain itu terpengaruh kenaikan bursa AS akibat meningkatnya data ekonominya. Meski penanganan krisis nuklir belum jelas namun, Tokyo Electric Power Co (TEPCO) mengatakan, meriam air memiliki beberapa keberhasilan mendinginkan reaktor pada pabrik nuklir Fukushima yang rusak.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Irlandia dan Yunani. Investor merespon positif langkah G7 melakukan intervensi terhadap Yen sehingga mengurangi lonjakannya. Intervensi G7 berhasil menenangkan pasar namun, investor masih dilanda kekhawatiran akan ketidakpastian penanganan krisis nuklir dan ketegangan di Timur Tengah setelah PBB resmi menyerang pasukan Libya. Di sisi lain kenaikan bursa saham Eropa mempengaruhi nilai tukar Euro yang menguat terhadap US$. Sebab, dalam G7 banyak terlibat negara anggota Uni Eropa sehingga otomatis akan memperkuat nilai tukar Euro-nya.
Bursa kawasan AS mayoritas melemah kecuali Meksiko, Chile, dan Peru. Kenaikan ini merupakan lanjutan dari penguatan sebelumnya dimana didukung oleh laporan pemerintah AS dimana data klaim pengangguran turun minggu lalu dan data consumer price naik 0,5% pada Februari, serta manufaktur AS juga naik. Indikator ekonomi naik 0,8% pada Februari. Harga minyak naik di atas US$ 100/barel di NYMEX. Pada kenaikan kali ini, bursa saham AS mendapat dukungan dari sektor perbankan yang mulai mengumumkan kenaikan dividen. Investor mulai mengalihkan perhatiannya pada pemulihan ekonomi dalam negeri dibandingkan ketidakpastian situasi di Timur Tengah dan penanganan krisis nuklir di Jepang.
Pada perdagangan Senin (21/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.459-3.476 dan resistance 3.511-3.529. Secara teknikal IHSG memang membentuk bullish harami dimana terdapat penguatan setelah terjadinya candle pelemahan. Apalagi didukung dengan penguatan volume. Akan tetapi, bila dikaitkan dengan fundamental yang terjadi IHSG masih rentan terhadap imbas pergerakan bursa regional yang mana bursa regional sendiri
terpengaruh dari pergerakan bursa saham AS dan Eropa. MACD telah membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic semakin mendekati area oversold . Penguatan
IHSG masih rentan dan kemungkinan masih akan berfluktuatif. Tetapi, IHSG bisa mendapat sentimen positif dari mulai banyaknya rilis laporan keuangan emiten yang mencatatkan kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya.
(qom/qom)











































