Indosurya Securities: IHSG Bakal Fluktuatif

Indosurya Securities: IHSG Bakal Fluktuatif

- detikFinance
Rabu, 23 Mar 2011 07:41 WIB
Jakarta - IHSG kembali masuk ke teritori negatif dengan melemah sebanyak 1,13 poin (0,03%) di level 3.517,72. Total volume perdagangan BEI mencapai 2,06 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,07 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 101 saham turun, dan 93 saham stagnan. LQ-45 turun 0,08% ke 627,70 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,23% ke 494,96.

Indeks sektoral saham bergerak mix dimana pelemahan pada indeks pertambangan yang melemah 1,12% ke level 3.081,22; indeks infrastruktur turun 0,51% ke level 721,40; indeks properti turun 0,43% ke level 183,40; indeks perkebunan turun 0,10% ke level 2.025,22; dan indeks aneka industri turun 0,03% ke level 969,34. Adapun kenaikan indeks sektoral dipimpin indeks industri dasar yang naik 1,11% ke level 361,98; indeks konsumer naik 0,50% ke level 1.089,12; indeks manufaktur naik 0,50% di level 806,42; indeks keuangan naik 0,29% di level 476,77; dan indeks keuangan naik 0,29% ke level 450,35. Indeks MBX menguat dan DBX melemah.IHSG mengalaminet foreign sell sebesar Rp 221,10 miliar dengan total pembelianasing Rp 1 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,23 triliun.

Saham-sahamyang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo TambangrayaMegah naik Rp 500 ke Rp 48.400; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 12.900; Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 13.450; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 8.650; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik 175 ke level 2.900; Bentoel International Investama(RMBA) naik 170 ke Rp 870; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 150 ke Rp 5.200; Matahari Department Store (LPPF) naik Rp 150 ke Rp 2.700; dan United Tractors (UNTR) naik 150 ke Rp 22.250.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layaknyasebuah siklus sehari naik sehari turun maka setelah mengalamipenguatan sebelumnya,IHSG kembali melemah pada perdagangan kemarin. Pelemahanini berbeda arah dengan mayoritas bursa Asia Pasifik dimana mengalami penguatan. Terutama Jepang yang sedang berkutat dengan masalah penanganan krisis nuklirnyatetap mampu menguat. Di awal perdagangan,IHSG naik tipis 9,1 poin (0,25%) ke level 3.527,94. Penguatan bursa regional berpengaruh positif. Selang beberapa menit setelah sesi 1 dibuka dan sempat menyentuh level 3.518,94 sebagai level tertingginya,IHSG terkena aksi jual dan membuat IHSG tak berdaya untuk naik. Hingga dibukanya kembali perdagangan pada sesi 2, IHSG masih melemah dan sempat menyentuhlevel 3.497,55 sebagai level terendahnya. Setelah itu sempat naik dan ditutup di level 3.517,72. Volume perdagangan mengalami penurunan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan. Investor asing masih mencatatkan nett sell yang lebih besar dari sebelumnya. Kali ini pergerakan nilai tukar Rupiah berbeda dengan IHSG dimana mengalami penguatan terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.715 dibandingkanpenutupan sebelumnyadi Rp 8.730 per US$. Penguatan ini seiring dengan sentimen positif dari rencana kebijakan redenominasiRupiah oleh BI. Rencana tersebut, sudah tertuang dalam
RUU Mata Uang yang akan disahkan DPR akhir bulan ini.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Thailand, Vietnam, dan Bangladesh. Penguatan ini masih terpengaruh dari intervensi G7 terhadap Yen sehingga ekspektasi investor terhadap ekspor Jepang semakin meningkat dan kemajuan penanganan krisis nuklir sehingga mengurangi efek radiasinya. Selain itu terpengaruh kenaikan bursa saham AS akibat aksi korporasi emitennya. Adanya serangan AS dan sekutu terhadap Libya belum sepenuhnya direspon pasar karena masih mencermati dampaknya terhadap produksi dan harga minyak dunia.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali Spanyol, Swiss, dan Italia. Padahal saat pembukaan, mayoritas bursa saham Eropa dibuka menguat. Kenaikan indeks ditopang sektor pertambangan dengan kenaikan harga emas dan tembaga. Investor masih mencermati dan mewaspadai situasi di Jepang dan Libya yang dapat mempengaruhi perdagangan sehingga bisa memicu penurunan. Adanya serangan AS dan sekutu ke Libya untuk sementara bisa menghentikanserangan pasukan loyalis Khadafi terhadap para pemberontak. Investor berpikir, jika tidak ada peningkatan ketegangan di Libya dan tidak ada kejadian yang tiba-tiba atas reaktor nuklir Jepang maka pasar bisa melaju di area positif. Tetapi, investor berbalik arah. Serangan AS dan sekutu atas Libya seoalh menjadikan Libya ladang percobaan alat-alat militer sehingga bisa berdampak luas. Sebelumnya bursa saham Eropa menguat didukung oleh berita merger dan akuisisi di sektor telekomunikasi.

Bursa kawasan AS mayoritas melemah kecuali Meksiko, Panama, Brazil, Chile, Peru, dan Kolumbia. Pelemahan ini seiring dengan serangan AS dan sekutu terhadap Libya dan adanya kerusuhan di Yaman sehingga bisa mengancam ekspor minyak dunia dari wilayah Timur Tengah. Kemarin ribuan pengunjuk rasa di Yaman turun ke jalan menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh untuk mundur.

Pada perdagangan Rabu (23/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.482-3.500 dan resistance 3.532-3.548. Setelah candle membentuk menyerupaiwhite marubozu, terakhir candle membentuk long legged doji di posisi atas dimana umumnya mengindikasikan akan adanya reversal. Tetapi, dibutuhkan candle berikutnya untuk memastikanadanya reversal tersebut. Setelah 2 hari candle menguat, candle gagal mengkonfirmasipenguatan lebih lanjut dengan terbentuknya doji tresebut. Apalagi didukung dengan pelemahan volume dan pelemahan pada bursa AS dan Eropa sehingga dimungkinkan mempengaruhipergerakan IHSG hari ini. MACD mulai bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan untuk reversal positif. Penguatan IHSG masih rentan dan kemungkinan masih akan berfluktuatif. Investor bisa cermati beberapa saham pilihan, terutama yang telah merilis kinerjanya.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads