Indeks sektoral saham bergerak mix dimana pelemahan pada indeks pertambangan yang melemah 1,12% ke level 3.081,22; indeks infrastruktur turun 0,51% ke level 721,40; indeks properti turun 0,43% ke level 183,40; indeks perkebunan turun 0,10% ke level 2.025,22; dan indeks aneka industri turun 0,03% ke level 969,34. Adapun kenaikan indeks sektoral dipimpin indeks industri dasar yang naik 1,11% ke level 361,98; indeks konsumer naik 0,50% ke level 1.089,12; indeks manufaktur naik 0,50% di level 806,42; indeks keuangan naik 0,29% di level 476,77; dan indeks keuangan naik 0,29% ke level 450,35. Indeks MBX menguat dan DBX melemah.IHSG mengalaminet foreign sell sebesar Rp 221,10 miliar dengan total pembelianasing Rp 1 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,23 triliun.
Saham-sahamyang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo TambangrayaMegah naik Rp 500 ke Rp 48.400; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 12.900; Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 13.450; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 8.650; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik 175 ke level 2.900; Bentoel International Investama(RMBA) naik 170 ke Rp 870; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 150 ke Rp 5.200; Matahari Department Store (LPPF) naik Rp 150 ke Rp 2.700; dan United Tractors (UNTR) naik 150 ke Rp 22.250.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RUU Mata Uang yang akan disahkan DPR akhir bulan ini.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Thailand, Vietnam, dan Bangladesh. Penguatan ini masih terpengaruh dari intervensi G7 terhadap Yen sehingga ekspektasi investor terhadap ekspor Jepang semakin meningkat dan kemajuan penanganan krisis nuklir sehingga mengurangi efek radiasinya. Selain itu terpengaruh kenaikan bursa saham AS akibat aksi korporasi emitennya. Adanya serangan AS dan sekutu terhadap Libya belum sepenuhnya direspon pasar karena masih mencermati dampaknya terhadap produksi dan harga minyak dunia.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali Spanyol, Swiss, dan Italia. Padahal saat pembukaan, mayoritas bursa saham Eropa dibuka menguat. Kenaikan indeks ditopang sektor pertambangan dengan kenaikan harga emas dan tembaga. Investor masih mencermati dan mewaspadai situasi di Jepang dan Libya yang dapat mempengaruhi perdagangan sehingga bisa memicu penurunan. Adanya serangan AS dan sekutu ke Libya untuk sementara bisa menghentikanserangan pasukan loyalis Khadafi terhadap para pemberontak. Investor berpikir, jika tidak ada peningkatan ketegangan di Libya dan tidak ada kejadian yang tiba-tiba atas reaktor nuklir Jepang maka pasar bisa melaju di area positif. Tetapi, investor berbalik arah. Serangan AS dan sekutu atas Libya seoalh menjadikan Libya ladang percobaan alat-alat militer sehingga bisa berdampak luas. Sebelumnya bursa saham Eropa menguat didukung oleh berita merger dan akuisisi di sektor telekomunikasi.
Bursa kawasan AS mayoritas melemah kecuali Meksiko, Panama, Brazil, Chile, Peru, dan Kolumbia. Pelemahan ini seiring dengan serangan AS dan sekutu terhadap Libya dan adanya kerusuhan di Yaman sehingga bisa mengancam ekspor minyak dunia dari wilayah Timur Tengah. Kemarin ribuan pengunjuk rasa di Yaman turun ke jalan menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh untuk mundur.
Pada perdagangan Rabu (23/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.482-3.500 dan resistance 3.532-3.548. Setelah candle membentuk menyerupaiwhite marubozu, terakhir candle membentuk long legged doji di posisi atas dimana umumnya mengindikasikan akan adanya reversal. Tetapi, dibutuhkan candle berikutnya untuk memastikanadanya reversal tersebut. Setelah 2 hari candle menguat, candle gagal mengkonfirmasipenguatan lebih lanjut dengan terbentuknya doji tresebut. Apalagi didukung dengan pelemahan volume dan pelemahan pada bursa AS dan Eropa sehingga dimungkinkan mempengaruhipergerakan IHSG hari ini. MACD mulai bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan untuk reversal positif. Penguatan IHSG masih rentan dan kemungkinan masih akan berfluktuatif. Investor bisa cermati beberapa saham pilihan, terutama yang telah merilis kinerjanya.
(qom/qom)











































