0,70% ke level 758,35; indeks konsumer naik 0,64% ke level 1.106,57; dan indeks industri dasar naik 0,39% ke level 389,20. Pelemahan terjadi pada indeks perkebunan yang turun 0,96% ke level 2.126,26 dan indeks pertambangan turun 0,29% ke level 3.162,21. Indeks MBX menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 950,65 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,74 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,79 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika Sentosa naik Rp 2.000 ke Rp 33.000; Sepatu Bata naik Rp 1.500 ke Rp 66.500; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 1.200 ke Rp 11.300; Astra International (ASII) naik Rp 750 ke Rp 57.000; Malindo Feedmill naik Rp 400 ke level Rp 5.300; Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 350 ke Rp 5.750; Bank Mandiri (BMRI) naik 300 ke level 6.800; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik 250 ke Rp 18.200; dan Kalbe Farma (KLBF) naik 200 ke Rp 3.400.
IHSG kembali melanjutkan penguatan menjelang rilis inflasi di bulan Maret. Selain itu, investor juga mengapresiasi banyaknya laporan keuangan yang dirilis dan diberitakan baik di media massa maupun media online. Seperti biasa, jelang rilis inflasi, saham-saham perbankan ramai diperdagangkan. Apalagi hal ini seiring dengan banyaknya rilis laporan keungan. Penguatan juga terpengaruh kenaikan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya. Di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,19 poin (0,005%) di level 3.641,16. Tetapi, 10 menit setelah pembukaan sempat melemah hingga menyentuh level 3.637,43 (level terendahnya). Setelah itu, IHSG bangkit dan terus
bergerak menguat dan menyentuh level 3.683,47 (level tertingginya). Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik mencatatkan nett sell . Penguatan juga dipicu ekspektasi rendahnya inflasi Maret. Pergerakan nilai tukar Rupiah menguat terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.705 dibandingkan sebelumnya di Rp 8.715 per US$. Penguatan dipicu oleh ekspektasi investor terkait kenaikan suku bunga Eropa seiring dengan meningkatnya inflasi Eropa yang naik 2,6% di atas ekspektasi 2,4% dan di atas target ECB 2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
terjaminnya dana talangan bank sebesar US$ 2,4 miliar untuk menahan dan mengganti kerusakan reaktor nuklir.
Bursa saham Eropa di akhir bulan mayoritas melemah, kecuali Iceland, Luxemburg, dan Polandia. Di awal perdagangan mayoritas indeks Eropa sempat menguat dipicu oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi Q1-11 akan positif sehingga mencerminkan pemulihan ekonomi global. Dari proses stress test bank Irlandia ditemukan bahwa 4 lenders membutuhkan bail-out $ 34 miliar. Investor sedang menunggu data Eropa hari ini, survei harga rumah Inggris Nationwide akan keluar, data pengangguran Jerman dan harga konsumen zona Eropa juga akan dirilis. Di sisi lain, investor mendapat sentimen negatif dari penurunan penjualan ritel Yunani yang turun 10,5% pada Januari 2011. Investor juga masih menunggu data klaim pengangguran AS dan pembayaran non pertanian di AS besok.
Bursa kawasan AS mayoritas menguat kecuali DJIA dan Nasdaq. Penguatan dipicu ekspektasi investor terhadap kesinambungan pemulihan ekonomi seiring dengan berita sebelumnya mengenai penambahan pekerja AS. Tingkat klaim pengangguran turun 6.000 menjadi 388.000 pada minggu yang berakhir 26 Maret. Meski turun, angka ini di atas ekspektasi sebelumnya di kisaran 382.000-383.000. Purchasing Manager Index Chicago melemah dan jatuh ke 69,5 pada bulan Maret dari 71,2 pada bulan Februari.
Pada perdagangan Jumat (30/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.620-3.650 dan resistance 3.695-3.712. Candle masih melanjutkan penguatannya dimana sebelumnya telah membentuk candle white marubozu . Kemarin telah terbentuk candle menyerupai spinning tops di posisi atas. Biasanya candle seperti ini mengindikasikan akan adanya pola pembalikan. Upper bollinger bands juga telah tersentuh. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang mulai naik. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menyentuh area overbought . Meski secara teknikal terindikasi akan adanya reversal namun, karena hari ini bertepatan dengan rilis data inflasi dimana pasar telah mengekspektasikan akan terjadi deflasi atau terjadi penurunan inflasi maka dimungkinkan untuk terjadi penguatan lebih lanjut. Apalagi telah didukung oleh penguatan bursa saham AS dan Eropa dan bila regional pun juga menguat maka akan menjadi sentimen positif bagi IHSG. Cermati saham BSDE, DOID, dan DSSA.
(qom/qom)











































