Indosurya: IHSG Bisa Melemah Lagi

Indosurya: IHSG Bisa Melemah Lagi

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2011 07:53 WIB
Jakarta - IHSG kembali melanjutkan penurunan dengan melemah 14,11 poin (0,38%) di level 3.685,94. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,23 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,26 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 130 saham turun, dan 103 saham stagnan. LQ-45 turun 0,57% ke 658,76 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,11% ke 518,25.

Indeks sektoral saham mayoritas melemah kecuali indeks perkebunan yang naik 0,25% ke level 2.127,12; indeks konsumer naik 0,15% ke level 1.100,02; indeks infrastruktur naik 0,11% ke level 761,63; dan indeks aneka industri naik 0,07% ke level 1.000,67. Sementara pelemahan pada indeks keuangan yang turun
0,89% ke level 480,08; indeks pertambangan turun 0,86% ke level 3.188,26; indeks properti turun 0,53% ke level 194,09; indeks industri dasar turun 0,42% ke level 394,81; indeks perdagangan turun 0,06% ke level 490,73; dan indeks manufaktur turun 0,04% ke level 838,11. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 87,39 miliar dengan total pembelian asing Rp 970,7 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 1,06 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara Nusantara naik Rp 650 ke Rp 11.350; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 6.300; United Tractors (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 22.400; Akasha Wira International (ADES) naik Rp 310 ke Rp 1.550; Goodyear Indonesia naik Rp 300 ke level Rp 10.500; XL Axiata (EXCL) naik Rp 250 ke Rp 5.850; Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik 250 ke level 2.250; Ultra Jaya Milk (ULTJ) naik 220 ke Rp 1.380; dan Astra International (ASII) naik 200 ke Rp 56.650.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG kembali didera aksi profit taking melanjutkan pelemahan di hari sebelumnya. Meski secara fundamental tidak ada hal yang signifkan menurunkan harga saham dan info penggerak pasar masih sama seperti sebelumnya namun, ketika harga saham telah menyentuh area overbought bahkan melewatinya maka akan cenderung terkoreksi. Oleh karena itu, wajar bila IHSG masih melemah. Di awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 5,99 poin (0,17%) di level 3.694,05. Selama perdagangan, IHSG terus bergerak di area negatif dan sempat menyentuh level 3.672,72 (level terendahnya). Sementara level tertingginya pun hanya beda tipis di level 3.699,94. Volume perdagangan mengalami kenaikan dan nilai total transaksi mengalami penurunan. Investor asing mulai mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik masih mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah menguat terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.671 dibandingkan sebelumnya di Rp 8.676 per US$. Penguatan dipicu oleh derasya aliran dana asing ke pasar dan naiknya harga obligasi. Selain itu, didukung oleh deflasi di Maret. Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham Jepang, Sri Lanka, Thailand, India, Malaysia, dan Vietnam.

Pergerakan bursa saham Asia Pasifik dipicu oleh adanya berita TEPCO yang membuang air radiasi ke laut dan turunnya saham semikonduktor. Berita ini menghalangi penguatan yang terjadi sebelumnya karena mulai beroperasinya pabrik di Jepang dan pengaruh pertumbuhan laba emiten di China. Langkah pembuangan air ini bisa menimbulkan masalah baru karena nantinya akan terkait dengan penyediaan air bagi masyarakat dan kerusakan ekosistem laut sehingga bisa mengurangi produksi ikan. Bursa saham China, Hong Kong, dan Taiwan masih libur. Bursa saham Australia menguat seiring dengan kenaikan suku bunganya dan penguatan mata uang karena tekanan infasi.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah, kecuali Swiss, Italy, Denmark, Finlandia, dan Luxemburg. Pelemahan ini lebih karena pasar tengah cooling down setelah penguatan, dengan kekhawatiran inflasi yang tinggi, serta harga minyak mentah yang naik mendekati level tertingginnya. Harga minyak mentah Brent kembali naik di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Afrika sehingga memicu kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan ECB di akhir pekan ini. Pasar juga berhati-hati terkait krisis utang dari zona euro setelah Moody's memangkas peringkat utang Portugal. Menurut Moody's, pemerintah Portugal akan memerlukan dukungan dari
dana Uni Eropa untuk hal yang mendesak. Moody's memangkas rating pada obligasi jangka panjang pemerintah Portugal dari A3 menjadi BAA1 dan mengatakan utang negara masih di bawah review negatif. Atas penurunan itu, Euro langsung melemah. Pasar keuangan percaya bahwa Lisbon harus mengikuti Yunani dan Irlandia untuk meminta dana talangan dari Uni Eropa dan IMF. Utang Portugal yang harus dibayar sebesar €4,3 miliar (US$6,1
miliar) utang pada bulan April dan €4,9 miliar pada Juni.

Bursa kawasan AS bergerak mix dengan penguatan pada NYSE Comp. Index, bursa saham Kanada, dan Panama. Pelemahan dipicu oleh rendahnya volume perdagangan yang mengindikasikan berkurangnya keyakinan dari pelaku pasar. Pertemuan The Fed menunjukkan beberapa Fed officials percaya bahwa The Fed harus memperketat kondisi sebelum akhir tahun. Tetapi, penurunan ini masih tertahan oleh kenaikan Nasdaq yang ditunjang oleh saham-saham semikonduktor seiring dengan aksi M & A.

Pada perdagangan Rabu (6/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.663-3.680 dan resistance 3.706-3.720. Candle kembali melemah menyesuaikan posisinya untuk kembali berada di bawah upper bollinger bands. Kemarin candle membentuk menyerupai hammer yang biasanya mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga dan kekuatan daya beli mulai mendorong harga. MACD masih tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang cenderung datar. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menukik dan bersiap-siap meninggalkan area overbought. Meski secara teknikal, terbentuknya hammer bisa mengindikasikan reversal namun, kurang didukung oleh indikator teknikal lainnya. Selain itu, kondisi bursa saham Eropa dan AS bisa mempengaruhi IHSG hari ini dan melemahkannya. Akan tetapi, hal itu bisa menjadi hal positif dimana investor bisa mengakumulasi saham di harga bawah.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads