Indosurya Securities: IHSG Masih Rawan Koreksi

Indosurya Securities: IHSG Masih Rawan Koreksi

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2011 07:33 WIB
Jakarta - Setelah mengalami pelemahan IHSG berbalik arah dengan menguat 41,86 poin (1,14%) di level 3.727,80. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,75 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,25 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 70 saham turun, dan 106 saham stagnan. LQ-45 naik 1,05% ke 665,65 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,66% ke 521,69. Indeks sektoral saham mayoritas menguat kecuali indeks perkebunan yang turun 0,60% ke level 2.114,36 dan indeks industri dasar turun 0,51% ke level 392,80. Penguatan pada indeks aneka industri yang naik 2,36% ke level 1.024,27; indeks properti naik 2,06% ke level 198,08; indeks keuangan naik 1,39% ke level 486,78; indeks pertambangan naik 1,29% ke level 3.229,34; indeks infrastruktur naik 1,09% ke level 769,94; indeks perdagangan naik 1,08% ke level 496,02; indeks manufaktur naik 0,93% ke level 845,90; dan indeks konsumer naik 0,88% ke level 1.109,65. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 153,77 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,26 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,11 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika Sentosa naik Rp 2.700 ke Rp 34.800; Astra International (ASII) naik Rp 1.450 ke Rp 58.100; Indo-Rama Synthetics (INDR) naik Rp 425 ke Rp 2.875; XL Axiata (EXCL) naik Rp 350 ke Rp 6.200; Resources Alam Indonesia naik Rp 325 ke level Rp 4.425; Akasha Wira International (ADES) naik Rp 320 ke Rp 1.870; Ultra Jaya Milk (ULTJ) naik 260 ke level 1.640; Modern Internasional (MDRN) naik 225 ke Rp 2.375; dan Bayan Resources (BYAN) naik 200 ke Rp 17.300.

IHSG kembali menapak di zona positif setelah 2 hari didera aksi profit taking yang membawa IHSG ke zona negatif. Pasar mulai mengakumulasi lagi saham-saham yang telah didera aksi profit taking sebelumnya terutama batu bara seiring kenaikan harga komoditas. Selain itu, adanya pencatatan saham MBSS ikut membantu kenaikan IHSG. Di awal perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah 5,01 poin (0,14%) di level 3.680,93. Pada perdagangan di awal sesi I, laju IHSG masih terpengaruh dari bursa saham global yang bergerak mix. Bahkan sempat menyentuh level 3.671,18 (level terendahnya). Tetapi, tidak lama kemudian IHSG berbalik arah dan terus
berada di zona positif serta berhasil melewati level 3.700 dan sempat menyentuh level 3.728,17 (level tertingginya). Setelah itu, koreksi tipis dan ditutup di level 3.727,80. Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan. Investor asing kembali mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik mencatatkan nett sell . Pergerakan nilai tukar Rupiah menguat terhadap US$ yang ditutup di
Rp 8.655 dibandingkan sebelumnya di Rp 8.660 per US$. Penguatan seiring dengan kenaikan pada bursa saham yang dipicu oleh masukya aliran dana asing ke pasar dan naiknya harga obligasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham Jepang, KorSel, New Zealand, Thailand, dan Sri Lanka. Pergerakan bursa saham Asia Pasifik dipicu oleh adanya berita penarikan stimulus The Fed sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh pada kegiatan ekspor dari Asia. Tidak hanya itu, dengan penarikan itu maka kemungkinan aliran dana juga akan berkurang ke Asia. Di sisi lain, China telah menaikan suku bunga dasar simpanan dan kredit China sebesar 25 bps menjadi 6,31% dan 3,25%. Dorongan inflasi di tengah kenaikan harga makanan dan minyak membuat bank-bank sentral Asia mengetatkan kebijkan moneter. China telah menaikkan suku bunganya ke-4 kali dalam 6 bulan terakhir. Sementara Australia masih menahan suku bunganya di level 4,75%.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat, kecuali Iceland seiring dengan meningkatnya optimisme mengenai sentimen pemulihan ekonomi global. Penguatan juga didukung oleh saham pertambangan karena naiknya permintaan bahan baku. Padahal sebelumnya bursa saham Eropa melemah seiring dengan krisis utang yang terjadi di Portugal yang harus mencari pembiayaan cepat. Tetapi, kabar baiknya adalah bahwa perhatian krisis yang terjadi di Yunani, Irlandia, dan Portugal tidak merembet ke Spanyol.

Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Kanada, Brazil, dan Venezuela. Penguatan dipicu oleh penguatan saham-saham teknologi. Selain itu, pasar juga mendapat dukungan dari pernyataan The Fed bahwa program stimulus tetap dijalankan sesuai rencana dimana dilakukan pembelian obligasi sebesar US$600 miliar sesuai jadwal pada akhir Juni sehingga tidak ada rencana untuk mengakhiri program lebih awal.

Pada perdagangan Kamis (7/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.646-3.678 dan resistance 3.735-3.760. Candle kembali bergerak menguat membalikkan posisinya seperti yang terjadi di awal pekan ini. Bahkan posisi tertingginya mendekati posisi tertinggi di awal pekan ini. MACD kembali melanjutkan kenaikannya dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah berada di atas area overbought namun, mencoba untuk menguat. Penguatan kemarin membawa IHSG kembali berada di atas area overbought. Meski terdapat potensi melanjutkan penguatan kembali namun, IHSG juga rawan terjadinya koreksi karena telah berada di atas area overbought . Investor berhati-hati bila terdapat sinyal profit taking terutama pada saham-saham yang berkapitalisasi besar dan mungkin bisa cermati saham-saham lapis kedua

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads