IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 241,52 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,76 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,52 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Roda Vivatex naik Rp 525 ke Rp 2.625; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 17.000; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 500 ke Rp 10.500; Supreme Cable Manufacturing Co. (SCCO) naik Rp 425 ke Rp 2.125; Lion Metal Works naik Rp 400 ke level Rp 5.200; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 41.150; Sumi Indo Kabel (IKBI) naik 250 ke level 1.850; Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 250 ke Rp 6.200; dan Indospring (INDS) naik 250 ke Rp 8.350.
IHSG kembali berhasil menapak di zona positif dimana pada awal perdagangan sempat mengalami pelemahan. Kembali masuknya dana asing membuat IHSG berbalik arah positif. Pergerakan bursa regional yang mix dan penilaian overbought -nya IHSG membuat IHSG mengalami profit taking di awal perdagangan. Tetapi, menjelang penutupan IHSG kembali dikerek ke zona positif. Di awal perdagangan, IHSG dibuka naik tipis 1,37 poin (0,03%) di level 3.729,17. IHSG terus bergerak naik dan menyentuh level 3.741,83 (level tertingginya). Tetapi, tidak berapa lama cenderung bergerak turun dan sempat menyentuh level 3.704,43 (level terendahnya). Sekitar 30 menit jelang penutupan, IHSG perlahan naik dan ditutup di level 3.730,58. Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami penurunan. Investor asing kembali mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik mencatatkan nett sell . Pergerakan nilai tukar Rupiah melemah terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.670 dibandingkan sebelumnya di Rp 8.650 per US$. Pelemahan seiring dengan pelemahan Yen
dimana diberitakan tetapnya suku bunga Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
oleh adanya berita tidak berubahnya suku bunga BoJ yang sudah diantisipasi para pelaku pasar. BoJ memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga overnight di kisaran 0-0,1%. Selain itu, menawarkan pinjaman 1 tahun sebesar Β₯1 triliun (US$12 miliar) untuk bisnis yang terimbas bencana alam. Dalam skema pinjaman baru tersebut ditawarkan dengan bunga 0,1%.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah, kecuali Spanyol, Swiss, Portugal, dan Iceland. Di awal perdagangan, bursa saham Eropa sempat menguat karena dipengaruhi oleh hasil rapat dari dewan gubernur Bank Sentral Inggris dan rapat dewan gubernur ECB dimana akan menaikan suku bunga sebesar 25 bps. Investor melihat perkembangan krisis utang Portugal yang akhirnya mencari bantuan bail out dimana sebelumnya tidak menginginkan adanya bail out dan lebih memilih program penghematan. Pasar juga mencermati kemungkinan Spanyol ikut meminta bail out. Tetapi, pasar melihat ekonomi Spanyol lebih kuat 6x lebih besar dibandingkan Portugal sehingga masih dimungkinkan lebih bisa bertahan. Dana talangan Portugis akan memicu tagihan total penyelamatan ekonomi di zona euro mencapai hampir β¬ 300 miliar. Pada Mei 2010, Yunani menerima paket bail out senilai β¬ 110 miliar dari Uni Eropa dan IMF. Enam bulan kemudian, Irlandia yang menerima bailout senilai β¬ 85 miliar. Sementara Portugal diperkirakan menghabiskan biaya sekitar β¬ 80 miliar.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Panama, Brazil, dan Kolumbia. Setelah sebelumnya pasar mendapat sentimen positif dari penguatan saham-saham teknologi dan pernyataan The Fed mengenai progra stimulus, kali ini pasar kembali mencermati kondisi penanganan krisis nuklir di Jepang. Kekhawatiran akan semakin lamanya pemulihan krisis nuklir membawa indeks saham bergerak melemah. Tetapi, keyakinan pemulihan ekonomi AS membuat pelemahan indeks tertahan.
Pada perdagangan Jumat (8/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.652-3.689 dan resistance 3.746-3.767. Setelah mengalami penguatan, candle pada perdagangan kemarin membentuk long legged doji cross di posisi atas yang mengindikasikan akan adanya pelemahan. Penguatan yang terjadi sebelumnya telah membawa IHSG berada di atas area overbought maka seperti biasa, candle akan mereposisi dengan mengalami koreksi. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah berada di atas area overbought dan terlihat mulai reversal. Investor tetap berhati-hati bila terdapat sinyal profit
taking terutama pada saham-saham yang berkapitalisasi besar dan mungkin bisa cermati saham-saham lapis kedua.
(qom/qom)











































