Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat dengan kenaikan pada indeks industri dasar yang naik 1,33% ke level 396,34; indeks keuangan naik 0,74% ke level 496,26; indeks perkebunan naik 0,67% ke level 2.138,33; indeks properti naik 0,48% ke level 199,61; indeks perdagangan naik 0,29% ke level 492,94; indeks pertambangan naik 0,26% ke level 3.239,35; indeks konsumer naik 0,08% ke level 1.113,51; dan indeks manufaktur naik 0,06% ke level 844,66. Sementara pelemahan pada indeks aneka industri yang turun 1,13% ke level 1.006,42 dan indeks infrastruktur turun 0,10% ke level 762,27. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 14,65 triliun dengan total pembelian asing Rp 16,49 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,84 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah naik Rp 1.150 ke Rp 49.850; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 11.400; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 500 ke Rp 33.500; SMART (SMAR) naik Rp 300 ke Rp 5.300; Samudera Indonesia naik Rp 200 ke level Rp 4.250; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 9.700; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 200 ke level 16.500; Bank Mandiri (BMRI) naik 200 ke Rp 7.000; dan Kalbe Farma (KLBF) naik 175 ke Rp 3.725.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.749,27 (level tertingginya) namun, setelah itu terkoreksi hingga menyentuh level 3.724,02 (level terendahnya) dan akhirnya menjelang penutupan bertengger di level 3.741,81. Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan signifikan yang dipicu oleh transaksi pembelian saham BRAU oleh Vallar senilai Rp 14,13 triliun. Investor asing masih mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik mencatatkan nett sell . Pergerakan nilai tukar Rupiah melemah terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.656 dibandingkan sebelumnya di Rp 8.654 per US$. Pelemahan dipicu oleh pelemahan Euro seiring dengan kenaikan suku bunga ECB dan berita bailout Portugal. Hal ini menjadi tekanan bagi Euro dan menguatkan US$. Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak menguat kecuali Taiwan, New Zealand, Thailand, dan India.
Pergerakan bursa saham Asia Pasifik dipicu oleh tidak adanya kerusakan yang ditimbulkan ketika gempa susulan melanda Jepang. Bursa saham Jepang juga mendapat sentimen positif dari kenaikan saham ritel dan saham TEPCO, setelah tidak ada kerusakan di instalasi nuklir setelah gempa susulan tadi malam. Sementara pada bursa saham Hang Seng dan Sanghai, kenaikan dipicu oleh penguatan saham-saham baja dan logam. Bursa saham Eropa mayoritas menguat, kecuali Swiss, Belanda, dan Luxemburg.
Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh respon positif investor terhadap kenaikan suku bunga ECB. Diharapkan dengan dinaikkannya suku bunga ECB ini bisa mengurangi tekanan inflasi dan membantu optimisme terhadap kesehatan ekonomi Eropa. Selain itu, pasar juga mengharapkan kepastian kebijakan moneter dan paket dari ECB yang dapat direspon positif oleh pasar. Kemarin ECB telah menaikkan suku bunga acuannya dari 1% menjadi 1,25%, atau naik 25 bps. Penguatan juga didukung oleh kenaikan harga logam seiring dengan kenaikan harga minyak dunia.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Kanada, Meksiko, dan Argentina. Pelemahan ini seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dan harga komoditas lainnya. Akibatnya saham-saham penerbangan berjatuhan karena kekhawatiran peningkatan harga minyak akan membebani kinerja keuangan mereka dan mengurangi keuntungan yang akan diperoleh. Pasar juga mendapat sentimen negatif dari gagalnya kesepakatan anggaran federal (shuttting down ) oleh parlemen dan pernyataan beberapa anggota The Fed yang berencana membatasi program stimulus pembelian obligasi senilai US$ 600 milyar.
Pada perdagangan Senin (11/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.688-3.709 dan resistance 3.746-3.763. IHSG masih terus bergerak naik dengan membentuk spinning tops di posisi atas meskipun upper bollinger bands telah tersentuh dan sebelumnya telah membentuk long legged doji cross di posisi atas. Biasanya pola seperti ini mengindikasikan akan adanya pelemahan. Tetapi, hal ini tidak terjadi. Pola penguatan seperti ini membawa IHSG berada di atas area overbought sehingga rawan koreksi sewaktu-waktu. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic telah berada di atas area overbought namun, masih tertahan untuk melanjutkan kenaikan. Meski kenaikan rating menjadi sentimen positif dan memungkinkan IHSG untuk kembali menguat namun, Investor tetap berhati-hati bila terdapat sinyal profit taking .
(qom/qom)











































