manufaktur turun 0,60% ke level 840,68; indeks properti turun 0,56% ke level 198,93; indeks infrastruktur turun 0,53% ke level 761,04; indeks keuangan turun 0,49% ke level 492,95; dan indeks konsumer turun 0,14% ke level 1.109,46. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 270,34 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,13 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,41 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 1.000 ke Rp 269.000; Supreme Cable Manufacturing Corporation (SCCO) naik Rp 250 ke Rp 2.500; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 250 ke Rp 11.650; Cahaya Kalbar (CEKA) naik Rp 130 ke Rp 980; Ace Hardware Indonesia naik Rp 100 ke level Rp 2.550; Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 100 ke Rp 3.150; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 100 ke Rp 3.700; Tigaraksa Indonesia (TGKA) naik 80 ke level 730; dan Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) naik 70 ke Rp 270.
IHSG akhirnya melemah dimana sebelumnya terus bergerak menguat hingga berada di atas area overbought . Aksi profit taking diperkuat dengan melemahnya bursa regional dan global menjadi pemicu pelemahan IHSG. Kembali terjadinya gempa di Jepang dan pemangkas prediksi pertumbuhan ekonomi AS dan Jepang oleh IMF turut memberikan sentimen pelemahan. Padahal terdapat sentimen positif dari bertahannya BI Rate di posisi 6,75% dan imbas kenaikan rating Indonesia namun, tidak cukup kuat mengangkat IHSG. Investor kembali khawatir terhadap pemulihan Jepang dan penangangan krisis nuklirnya serta ekspektasi potensi masih tingginya tekanan inflasi ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
setara dengan krisis nuklir di Chernobyl 1986.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah kecuali Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Bangladesh. Sebelumnya bursa saham Asia Pasifik menguat seiring dengan kenaikan
harga minyak namun, kenaikan ini dimanfaatkan investor untuk profit taking . Apalagi ditambah dengan makin parahnya imbas krisis nuklir Jepang, turunnya harga minyak, dan eskpektasi melambatnya pertumbuhan China pada Q1-11.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah, kecuali Yunani. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh kekhawatiran investor akan meningkatnya krisis nuklir di Jepang. Apalagi diberitakan bahwa imbas nuklir di Jepang hampir setingkat krisis nuklir di Chernobyl. Selain itu, pasar juga kembali khawatir penanganan utang di wilayah Eropa setelah Portugal akhirnya meminta bail-out. Tidak hanya itu, penurunan harga minyak juga menjadi pemicu aksi ambil untung atas saham-saham tambang dan energi sehingga melemahkan bursa saham kawasan Eropa.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Panama. Pelemahan ini dipengaruhi oleh prediksi pertumbuhan ekonomi AS yang dirilis oleh IMF akan mengalami perlambatan. Apalagi ditambah dengan rilis Departemen Perdagangan yang menyatakan impor turun 1,7% dan ekspor turun 1,4% dan survey kondisi bisnis
ekonomi kecil menurun ke level terendah pada Maret. Selain itu, investor juga mendapat sentimen negatif dari penurunan kinerja Q1-11 Alcoa Inc dimana penjualan Q1-11 sebenarnya naik menjadi US$5,96 miliar dari US$4,89 miliar namun, prediksi awal pendapatan mencapai US$6,07 miliar. Pasar juga mendapat sentimen negatif dari meningkatnya level imbas nuklir Jepang.
Pada perdagangan Rabu (13/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.713-3.729 dan resistance 3.765-3.784. Setelah dipaksa naik sebelumnya, IHSG akhirnya melemah. Setidaknya IHSG bisa cooling down ditengah sentimen negatif yang beredar di pasar. Saham-saham pun yang mayoritas telah berada di atas area overbought bisa kembali mereposisi dengan turun dan berada di bawah area overbought . Bahkan bila perlu menyentuh area oversold agar investor bisa kembali memborong saham-saham yang telah terkoreksi dalam. MACD mulai akan membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menurun setelah terus berada di atas area overbought . Keinginan untuk mencapai level 3.800 sepertinya harus ditunda sementara waktu. Kami perkirakan IHSG setidaknya melemah hingga menyentuh level 3.650-3.675 sebelum akhirnya rebound dan berhasil menyentuh level 3.800. Penurunan ini memberikan kesempatan kepada investor untuk mengakumulasi saham di harga bawah.
(qom/qom)











































