Indosurya: IHSG Masih di Area Overbought

Indosurya: IHSG Masih di Area Overbought

- detikFinance
Kamis, 14 Apr 2011 07:19 WIB
Jakarta - IHSG kembali naik dengan menguat 15,18 poin (0,41%) di level 3.734,41. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,92 miliar unit saham dengan nilai total Rp 4,55 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 83 saham turun, dan 110 saham stagnan. LQ-45 naik 0,56% ke 668,60 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,15% ke 518,97. Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat dengan kenaikan pada indeks pertambangan yang naik 1,26% ke level 3.231,41; indeks industri dasar naik 0,70% ke level 398,53; indeks perkebunan naik 0,62% ke level 2.165,31; indeks keuangan naik 0,51% ke level 495,47; indeks manufaktur naik 0,41% ke level 844,11; indeks properti naik
0,35% ke level 199,63; indeks aneka industri naik 0,29% ke level 1.000,13; dan indeks konsumer naik 0,28% ke level 1.112,59. Sementara indeks perdagangan turun 0,55% ke level 487,75 dan indeks infrastruktur turun 0,18% ke level 759,68. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 23,54 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,56 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,58 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 750 ke Rp 16.150; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 450 ke Rp 16.850; Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 3.600; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 48.500; United Tractors naik Rp 300 ke level Rp 22.600; Indomobil Sukses International (IMAS) naik Rp 300 ke Rp 7.800; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 41.050; Astra Agro Lestari (AALI) naik 300 ke level 22.800; dan Surya Citra Media (SCMA) naik 225 ke Rp 4.050.

Meski sebelumnya dikhawatirkan akan kembali terjadinya profit taking pada IHSG dan imbas negatif dari bursa global pada penutupan sebelumnya namun, kemarin IHSG berbalik arah menguat. Penguatan pada bursa saham regional berpengaruh pada IHSG. Padahal di awal perdagangan, IHSG sempat melemah seiring dengan penurunan harga komoditas. Pemulihan dan terkendalinya krisis Jepang berpengaruh positif pada IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.736,09 (level tertingginya) menjelang penutupan perdagangan dan juga sempat menyentuh level 3.701,34 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya menjelang penutupan bergerak naik dan bertengger di level 3.734,41. Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami kenaikan. Investor asing masih mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik mencatatkan nett buy . Pergerakan nilai tukar Rupiah melemah terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.672 dibandingkan sebelumnya di Rp 8.666/US$. Pelemahan masih dipicu oleh imbas pelemahan bursa global sebelumnya karena penurunan proyeksi pertumbuhan Jepang dan AS yang bisa mempengaruhi ekonomi global. Investor juga cemas tingginya harga minyak bisa berdampak pada kenaikan bahan baku material sehingga menggganggu bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Pakistan dan Vietnam. Penguatan ini dipicu oleh aksi beli terhadap saham-saham yang sudah mengalami penurunan sebelumnya. Turunnya harga minyak telah menurunkan harga-harga saham sehingga memicu risk appetite investor. Saham-saham properti, perbankan, dan otomotif menjadi incaran para investor.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat, kecuali Iceland dan Luxemburg. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh tumbuhnya risk apetite investor setelah saham-saham mengalami pelemahan sebelumnya. Investor kembali masuk ke sektor pertambangan dimana sebelumnya sektor ini melemah seiring dengan penurunan harga minyak dan kekhawatiran akan krisis utang di wilayah Eurozone. Penguatan ini mengikuti kenaikan pada bursa saham Asia Pasifik. Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali beberapa indeks di NYSE, bursa saham Brazil, dan Peru.

Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh adu kekuatan sentimen negatif dan positif dimana pernyataan JP Morgan yang tidak akan menaikan dividen dan penurunan sektor transportasi, keuangan, dan industri dasar direspon negatif. Akan tetapi, penguatan pada saham-saham teknologi direspon positif seiring dengan rilis laporan outlook per kuartal dan penolakan Obama untuk memperbarui pajak. Selain itu, investor masih menunggu kepastian kebijakan The Fed dalam pertemuan yang akan datang dimana The Fed mengharapkan membeli aset US$600 miliar hingga akhir. Pasar mencoba untuk menemukan sektor yang tepat untuk masuk.

Pada perdagangan Kamis (14/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.677-3.698 dan resistance 3.743-3.766. IHSG berbalik arah dengan membentuk hammer dalam tren yang diperkirakan sedang menurun. Hal ini mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga. Penguatan ini membuat IHSG masih berada di atas area overbought . MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic yang tadinya mulai menurun kini kembali berada di atas area overbought . IHSG masih ingin mencoba menyentuh level 3.800. Penguatan bursa saham global semalam dimungkinkan berpengaruh positif bagi laju IHSG hari ini. Cermati saham APLN, AALI, dan ULTJ.



(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads