Indosurya: IHSG Masih Rawan Koreksi

Indosurya: IHSG Masih Rawan Koreksi

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2011 07:18 WIB
Jakarta - IHSG kembali turun lagi dengan melemah 26,43 poin (0,71%) di level 3.707,98. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,55 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,97 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 124 saham turun, dan 122 saham stagnan. LQ-45 turun 0,74% ke 663,65 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,75% ke 515,07. Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah dengan penurunan pada indeks aneka industri yang turun 1,75% ke level 982,62; indeks perdagangan turun 1,33% ke level 481,25; indeks manufaktur turun 1,21% ke level 833,91; indeks konsumer turun 1,10% ke level 1.100,34; indeks industri dasar turun 0,79% ke level 395,39; indeks pertambangan turun 0,78% ke level 3.206,08; indeks keuangan turun 0,64% ke level 492,29; indeks perkebunan turun 0,34% ke level 2.157,97; dan indeks properti turun 0,16% ke level 199,30. Sementara penguatan hanya pada indeks infrastruktur yang naik 0,40% ke level 762,75. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 309,27 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,17 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,48 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 95.500; Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 7.200; Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 3.600; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 48.500; United Tractors naik Rp 300 ke level Rp 22.600; Indomobil Sukses International (IMAS) naik Rp 300 ke Rp 7.800; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 41.050; Astra Agro Lestari (AALI) naik 300 ke level 22.800; dan Surya Citra Media (SCMA) naik 225 ke Rp 4.050.

Ternyata penguatan yang terjadi sebelumnya tidak mampu mengangkat kembali IHSG. Hal ini wajar karena IHSG pun memang masih berada di atas overbought . Penguatan yang terjadi sebelumnya justru membuat IHSG makin berada di atas area overbought. Oleh karena itu, diperlukan cooling down bagi IHSG. Pasar juga mendapat sentimen dari penurunan saham ASII setelah principalnya Toyota melaporkan akan menutup sejumlah pabrik di Eropa. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.734,60 (level tertingginya) di awal perdagangan. Tetapi, terus bergerak turun dan sempat menyentuh level 3.697,43 (level terendahnya) menjelang penutupan dan akhirnya sempat naik tipis dan bertengger di level 3.707,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi mengalami penurunan. Investor asing masih mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan jual. Investor domestik mencatatkan nett buy . Pergerakan nilai tukar Rupiah menguat terhadap US$ yang ditutup di Rp 8.661/US$ dibandingkan sebelumnya di Rp 8.672/US$. Penguatan dipicu oleh otoritas moneter Singapura yang memperlebar rentang pergerakan Dolar Singapura dan penguatan Yuan menjelang rilis data CPI dimana diperkirakan meningkat 5,2% untuk bulan Maret, dari 4,9% pada bulan Februari sebelumnya. Kemungkinan China menaikkan lagi GWMnya dalam waktu dekat sebagai salah satu upaya untuk menekan laju inflasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menguat kecuali Hong Kong, China, Australia, dan Pakistan. Penguatan ini dipicu oleh kenaikan kinerja sejumlah perusahaan Jepang setelah beberapa diantaranya merilis kenaikan pendapatan. Tetapi, berhembus pula sentimen negatif dari China terkait adanya ekspektasi kenaikan inflasi di China.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah, kecuali Iceland, Irlandia, dan Luxemburg. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh pernyataan MenKeu Jerman, bahwa Yunani membutuhkan restrukturisasi utang pada Juni 2011. Pasar meresponnya sebagai indikasi default dari Yunani. Yunani kemungkinan akan memperpanjang masa jatuh temponya atau meminta bunga utangnya untuk diturunkan sehingga beban biaya pinjamannya menjadi lebih rendah. Tentu saja hal ini akan berdampak negatif, terutama bagi pemegang obligasi Yunani. Selain itu, turunnya harga logam mempengaruhi pelemahan pada saham sektor tambang.

Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Nasdaq, bursa saham Kanada, Argentina, dan Meksiko. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi ekspektasi data inflasi dan prediksi pertumbuhan ekonomi AS dimana GDP turun menjadi 2,9% dari 3,1%. Pasar juga mendapat sentimen negatif dari kenaikan jobless claim AS.

Pada perdagangan Jumat (15/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.689-3.712 dan resistance 3.747-3.759. IHSG kembali melemah dimana sebelumnya menguat dan membentuk hammer. Pola ini mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga. Tetapi, oleh karena posisi candle yang masih di atas area overbought membuat IHSG rentan terkoreksi sewaktu-waktu sehingga meski terdapat penguatan sesaat akan diikuti dengan penurunan. MACD akan membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai kembali turun dan menyentuh batas overbought Meskipun IHSG masih ingin mencoba menyentuh level 3.800 namun, tidak dalam waktu dekat ini. Dimungkinkan hari ini bisa terjadi penguatan namun, juga rawan koreksi. Investor diharapkan mewaspadai sinyal terjadinya
koreksi dan menunggu hingga terdapat sinyal rebound dengan harapan investor bisa mengambil harga di bawah. Cermati saham CTRP, SGRO, dan PTBA.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads