Kenaikan IHSG kemarin juga ditopang oleh sentimen positif dari pergerakan positif dari indeks regional, khususnya indeks di bursa Jepang, sentimen positif dari data-data ekonomi AS, dimana indeks keyakinan konsumen masih menunjukkan tren positif, dan juga sentimen positif dari kinerja keuangan emiten kuartal I/2011 yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Beberapa emiten telah melaporkan kinerja keuangan kuartal I/2011 dan sebagian besar menunjukkan kinerja yang cukup baik dibandingkan tahun lalu.
Kondisi fundamental makro Indonesia yang masih terbilang cukup baik tahun ini ditambah dengan rating Indonesia yang akan mencapai investment grade dan inflasi yang masih terkendali dengan baik, dimana pada april ini,diperkirakan masih akan terjadi deflasi, membuat daya tarik asing untuk melakukan investasi, khususnya di pasar keuangan dan portofolio masih cukup positif. Hal ini dapat dilihat dari nilai tukar rupiah yang kemarin kembali menguat di level Rp 8625/US$. Pada perdagangan kemarin, investor asing kembali melakukan akumulasi beli bersih (net buy) sebesar Rp 332 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi AS dilaporkan cenderung mengalami tahun ini, seiring dengan tren kenaikan harga komoditas dan minyak mentah. Dan perdebatan antara Gubernur Bank Sentral di AS mengenai kemungkinan untuk menaikkan suku bunga acuan, karena sebelumnya bank sentral Uni Eropa telah menaikkan suku bunga acuannya.
Namun, ada juga spekulasi yang menyebutkan bahwa Bernanke Ketua The Fed akan tetap menempuh suku bunga rendah (easy money) dan melanjutkan program QE II sampai berakhir bulan juni nanti dengan pertimbangan ekonomi AS masih cukup lesu (anemic). Keputusan The Fed pada pertemuan tersebut akan memberikan arah yang signifikan terhadap pasar keuangan global, khususnya bursa Indonesia.
IHSG untuk perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan tren melemah, walaupun ruang untuk naik, sehubungan dengan faktor dalam negeri yang cukup mendukung. Faktor ekonomi global yang masih dalam ketidakpastian, khususnya pergerakan harga minyak dan juga kondisi ekonomi regional, khususnya Cina yang sepertinya memberikan sinyal pengetatan moneter, setelah beberapa hari yang lalu menetapkan batas minimal CAR lima perbankan besar di level 11,5 % akibat kecenderungan ekspektasi inflasi yang naik menjadi faktor yang cukup dominan mempengaruhi pergerakan IHSG dalam minggu ini.
Hari ini indeks diperkirakan berpotensi bergerak di level 3791-3818. Sedangkan saham-saham yang masih cukup menarik untuk diperhatikan adalah LSIP, BMRI, BBNI, JSMR, ASII, INDF. PGAS, INTP, dan ADRO.
(ang/ang)











































