Indosurya: IHSG Rentan Profit Taking

Indosurya: IHSG Rentan Profit Taking

- detikFinance
Selasa, 03 Mei 2011 07:41 WIB
Jakarta - IHSG masih melanjutkan kenaikannya dengan menguat 29,68 poin (0,78%) di level 3.849,30. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,44 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,36 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 88 saham turun, dan 96 saham stagnan. LQ-45 naik 0,99% ke 687,35 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,64% ke 532,13. Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat dengan kenaikan pada indeks perkebunan yang naik 2,16% ke level 2.249,38; indeks keuangan naik 1,61% ke level 519,65; indeks aneka industri naik 0,78% ke level 1.016,82; indeks infrastruktur naik 0,71% ke level 805,40; indeks pertambangan naik 0,61% ke level
3.277,28; indeks manufaktur naik 0,36% ke level 852,43; indeks konsumer naik 0,22% ke level 1.120,89; indeks properti naik 0,11% ke level 208,66; dan indeks industri dasar naik 0,10% ke level 400,92. Sementara indeks perdagangan turun 0,23% ke level 496,23. Indeks MBX dan DBX menguat.

IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 763,57 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,22 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 458,01 miliar. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 2.200 ke Rp 13.200; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 850 ke Rp 24.000; Astra International (ASII) naik Rp 500 ke Rp 56.650; Sinarmas Multiartha (SMMA) naik Rp 500 ke Rp 3.300; Indo Tambangraya Megah (MBAI) naik Rp 400 ke level Rp 47.200; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 11.400; Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 350 ke Rp 5.250; Bayan Resources (BYAN) naik 300 ke level 17.200; dan Metro Realty (MTSM) naik 260 ke Rp 1.330.

IHSG masih berada di zona positif pada perdagangan di awal pekan ini sekaligus mengawali perdagangan di awal bulan Mei. Aksi beli saham-saham pilihan membuat IHSG masih terus berada di area positif. Pembukaan perdagangan di awal bulan ini yang berada di area positif diharapkan mampu memberi semangat untuk melanjutkan penguatannya di hari-hari selanjutnya, meskipun IHSG sudah berada di area overbought . Rilis data BPS mengenai deflasi April membuat IHSG terus bergerak naik. Selain itu, mayoritas bursa regional yang positif ditambah beberapa diantaranya yang libur membuat investor terus membenamkan dananya di bursa saham Indonesia. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.849,30 (level tertingginya) menjelang penutupan dan juga sempat menyentuh level 3.819,80 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.849,30. Volume perdagangan mengalami penurunan, begitu pun dengan nilai total transaksi. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US$ berdasarkan kurs BI ditutup menguat di Rp 8.551/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 8.574/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh berita positif dari dalam negeri dimana rilis data inflasi memberikan dampak positif bagi pelaku pasar. Selain itu, derasnya dana asing yang masuk ke bursa saham juga menguatkan nilai Rupiah. Penguatan AUD dan Euro terhadap US$ pun juga mempengaruhi penguatan Rupiah terhadap US$. Meski US$ sempat menguat setelah rilis berita kematian Osama namun, pelaku pasar menilai The Fed masih jauh dari keputusan untuk memperketat kebijakan moneter meski perekonomian AS semakin membaik.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak naik kecuali bursa saham Pakistan dan India. Sementara beberapa diantaranya masih libur seperti bursa saham Laos, China, dan Singapura. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh rilis berita laba perusahaan-perusahan AS yang di atas estimasi setelah The Fed memperbaharui janjinya untuk merangsang pertumbuhan di AS dan eforia atas kematian Osama. Nikkei akhirnya menembus level 10.000 setelah bencana alam menghempaskan indeks tersebut ke level rendah di bawah 10.000 setelah mayoritas emiten mencatatkan pertumbuhan laba yang positif. Selain itu, data manufaktur Australia yang naik turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat kecuali Spanyol, Italia, Norwegia, dan Luxemburg. Sementara bursa saham Inggris masih libur. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh eforia investor akan kematian Osama sehingga dipersepsikan bahwa ancaman global kemungkinan akan berkurang. Pasar juga masih mendapat dukungan dari laba emiten Q1-11 dan ekspektasi pertemuan beberapa tokoh penting bidang ekonomi yang akan mengubah arah kebijakan ekonomi jangka pendek. Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Chile dan Venezuela.

Pergerakan bursa saham AS tidak seperti bursa saham Asia Pasifik dan Eropa yang menguat seiring dengan berita kematian Osama. Eforia masyarakat AS atas kematian Osama pun tidak berpengaruh pada pergerakan bursa saham kawasan AS. Kematian Osama justru menurunkan harga komoditas sehingga pasar menilai hal ini akan mempengaruhi kinerja emiten berbasis komoditas. Pasar mendapat sentimen negatif dari penurunan indeks manufaktur AS ke level 60,4 dari 61,52 pada Maret dan penurunan indeks
manufaktur China dimana purchasing managers indeks turun ke level 52,9 dari 53,4 pada Maret.

Pada perdagangan Selasa (3/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.797-3.815 dan resistance 3.846-3.865. Keluarnya berita deflasi di bulan April, rilis laporan kinerja emiten yang rata-rata positif, dan pengaruh kenaikan bursa saham Asia Pasifik membuat IHSG masih berada di atas area overbought . Kemarin candle membentuk white marubozu yang mengindikasikan masih besarnya kekuatan daya beli menguasai pasar dan mendorong harga ke atas. MACD masih bergerak datar dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak di atas batas overbought . Bila kita bandingkan dengan tahun lalu,
sehari setelah rilis data inflasi April diikuti dengan pelemahan. Oleh karena itu, kali ini bisa dimungkinkan pula untuk mengalami koreksi. Kalaupun terjadi penguatan maka kemungkinan bersifat terbatas. Posisi IHSG masih rentan mengalami profit taking . Investor diharapkan tetap mewaspadai bila terdapat sinyal terjadinya koreksi.



(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads