indeks aneka industri turun 0,72% ke level 1.009,51; indeks manufaktur turun 0,52% ke level 847,96; indeks infrastruktur turun 0,38% ke level 802,36; indeks konsumer turun 0,17% ke level 1.118,96; dan indeks perdagangan turun 0,17% ke level 495,37. Indeks MBX dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 164,77 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,36 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,2 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 290.000; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.000; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 129.500; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 350 ke Rp 11.750; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke level Rp 40.950; Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 2.125 ke Rp 2.125; Tempo Scan Pacific (TSPC) naik Rp 165 ke Rp 2.025; Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) naik 160 ke level 1.760; dan Surya Citra Media (SCMA) naik 100 ke Rp 4.400.
Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya dimana bila diasumsikan pola di tahun lalu berulang kembali maka kali ini pun juga sama dimana sehari setelah rilis inflasi April, IHSG mengalami pelemahan. Meskipun masih terjadi nett buy investor asing namun, aksi jual yang jauh lebih besar membuat IHSG tertahan laju kenaikannya. Kondisi IHSG yang memang sudah di atas overbought membuat IHSG rawan profit taking . Selain itu, mayoritas bursa regional yang negatif dimana sebelumnya sebagian tutup karena libur serta penutupan perdagangan bursa saham AS yang turun juga berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG. Selama perdagangan, IHSG
sempat menembus level 3.847,39 (level tertingginya) di awal perdagangan dan juga sempat menyentuh level 3.802,69 (level terendahnya) menjelang penutupan perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.813,87. Volume perdagangan mengalami kenaikan namun, nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak turun kecuali bursa saham China. Sementara bursa saham Jepang dan Vietnam tercatat tutup karena libur. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh rilis berita negatif turunnya laba perusahaan-perusahan bahan baku dan rilis laporan kinerja emiten yang di bawah estimasi. Selain itu, penurunan juga dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan India yang naik di atas estimasi dan kembali tertahannya perubahan suku bunga di Australia setela sekian banyak pertemuan petinggi bank sentralnya.Β Β Bursa saham Asia Pasifik juga terimbas negatif dari pelemahan bursa saham AS setelah turunnya harga komoditas dan penurunan indeks manufakturnya.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali Inggris yang ditutup positif setelah libur, Austria, Polandia, dan Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh tertekannya saham-saham pertambangan karena turunnya mayoritas harga logam. Setelah sentimen positif dari kinerja keuangan emiten berlalu, pasar juga menunggu rilis data non farm payroll yang akan dirilis pada akhir pekan ini serta pertemuan petinggi bank sentral Eropa dan Inggris terkait berubah tidaknya suku bunga acuan. Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Panama dan Venezuela. Pergerakan bursa saham AS seiring dengan pelemahan pada bursa
saham Asia Pasifik dan Eropa. Turunnya harga komoditas menghapus sentimen positif dari eforia warga AS akan kematian Osama. Pelaku pasar bahkan mengestimasi penurunan pada kuartal selanjutnya seiring terkoreksinya harga-harga komoditas dan penurunan indeks manufaktur sehingga membuat pelaku pasar ragu akan percepatan pemulihan ekonomi.
Pada perdagangan Rabu (4/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.785-3.805 dan resistance 3.855-3.870. Setelah candle IHSG membentuk white marubozu , akhirnya IHSG melemah dan membentuk pola menyerupai dark cloud . Biasanya pola ini mengindikasikan kekuatan daya jual yang berusaha untuk menekan harga. Selain itu, diidentifikasikan kemungkinan akan reversal negatif. MACD masih bergerak datar dengan histogram positif yang mulai memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak di atas batas overbought meskipun ada kecenderungan untuk turun. Koreksi yang terjadi kemarin menyamai pola yang terjadi di tahun lalu dimana sehari setelah rilis data inflasi April diikuti dengan pelemahan. Pelemahan ini juga terjadi di hari-hari selanjutnya hingga secara teknikal membuat IHSG berada di bawah area overbought . Bila diasumsikan sama polanya seperti di tahun lalu yang terkoreksi hingga 221,56 poin (8,1%) maka agar IHSG berada di bawah area overbought, kemungkinan batas terendah koreksinya menuju ke level 3.592,31 sebelum akhirnya rebound kembali. Oleh karena itu, selama IHSG masih berada di atas area overbought maka investor tetap mewaspadai terjadinya potensi koreksi.
(qom/qom)











































