Indeks sektoral saham mayoritas bergerak turun kecuali indeks perkebunan yang naik 0,59% ke level 2.227,77; indeks properti naik 0,54% ke level 206,34; indeks aneka industri naik 0,27% ke level 1.020,52; dan indeks pertambangan naik 0,15% ke level 3.274,80. Sementara pelemahan pada indeks keuangan yang turun 1,19% ke level
493,75; indeks konsumer turun 0,57% ke level 1.108,60; indeks infrastruktur turun 0,27% ke level 796,14; indeks manufaktur turun 0,18% ke level 847,35; indeks industri dasar turun 0,14% ke level 397,22; dan indeks perdagangan turun 0,10% ke level 501,71. Indeks MBX melemah dan DBX menguat. IHSG mengalami foreign sell sebesar Rp 87,89 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,16 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,25 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sona Topas Tourism Industry (SONA) naik Rp 675 ke Rp 3.375; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 400 ke Rp 23.800; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 ke Rp 23.750; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 47.600; Metropolitan kentjana (MKPI) naik Rp 200 ke level Rp 2.500; Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 200 ke Rp 5.500; Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 100 ke Rp 16.600; Modern Internasional (MDRN) naik 100 ke level 2.375; dan Gajah Tunggal (GJTL) naik 100 ke Rp 2.550.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menurun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .
Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US$ berdasarkan kurs BI ditutup naik di Rp 8.548/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 8.577/US$. Pergerakan Rupiah seiring naiknya aliran dana asing ke bursa saham setelah saham-saham terkoreksi karena penurunan harga komoditas. Selain itu, langkah BI yang menoleransi apresiasi Rupiah juga memberi ruang penguatan Rupiah lebih lanjut. Positifnya data AS membuat optimisme pasar meningkat seiring dengan ekspektasi naiknya
permintaan komoditas. Kebijakan China yang akan menjaga penguatan Yuan terhadap US$ membuat US$ melemah dan secara tidak langsung membuat Euro menguat. Rupiah pun ikut terimbas pelemahan US$ tersebut sehingga bisa menguat.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan penguatan diantaranya pada bursa saham Hong Kong, China, Taiwan, Australia, dan Thailand. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh imbas positif dari AS dimana sebelumnya telah dirilis data ketenagakerjaan. Payroll yang diatas ekspektasi menunjukkan bukti perekonomian AS masih ada harapan. Indeks Nikkei melemah seiring karena spekulasi pemerintah akan menutup PLTN yang berada di atas patahan rawan gempa.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali Finlandia dan Austria. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi kembali oleh kekhawatiran investor terhadap krisis utang di wilayah Eropa. Selain itu, penurunan beberapa saham karena kinerjanya di bawah estimasi turut melemahkan bursa saham Eropa. Uni Eropa saat ini masih berkutat untuk membahas bailout kepada Irlandia dan Yunani. Dana bailout yang diberikan kepada Yunani senilai β¬110 miliar (US$157 miliar) yang telah disepakati pada Mei 2010. Sementara Irlandia sebesar β¬85 miliar. Investor melihat Yunani masih saja berjuang keluar dari krisis meskipun sudah mendapatkan bailout dan langkah
penghematan. Investor juga mencemaskan langkah China yang diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter ketat untuk menekan inflasi. Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Peru.
Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh optimisme pasar yang positif setelah rilis data ketenagakerjaan sebelumnya. Mulai reboundnya harga-harga komoditas turut berpengaruh positif bagi pasar. Sebelumnya harga-harga komoditas melemah seiring penurunan harga minyak mentah karena berkurangnya persepsi risiko investor terhadap ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.
Pada perdagangan Selasa (10/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.765-3.780 dan resistance 3.805-3.815. Candle IHSG kembali mengalami pelemahan diikuti dengan volume perdagangan pun juga turun. Kemarin candle IHSG membentuk spinning tops yang umumnya menggambarkan ketidakpastian arah pasar untuk melanjutkan pergerakan selanjutnya. Letak candle yang berada di bawah upper bollinger bands dan menyentuh middle bollinger bands membuka ruang penguatan namun, indikator lainnya belum mengkonfirmasi adanya reversal positif. MACD masih bergerak turun dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bergerak lebih turun lagi agar berada di bawah batas overbought . Pelemahan kemarin masih membuat IHSG berada di sekitar area overbought. IHSG dimungkinkan bergerak mixed dimana investor masih melakukan aksi jual untuk saham-saham yang masih dinilai tinggi namun, beberapa saham yang sudah terdiskon banyak terlihat mulai kembali di akumulasi.
(qom/qom)











































