Indeks sektoral saham mayoritas bergerak naik kecuali indeks infrastruktur yang turun 0,21% ke level 794,44 dan indeks industri dasar turun 0,13% ke level 396,71. Sementara penguatan terjadi pada indeks keuangan yang naik 0,86% ke level 498; indeks aneka industri naik 0,83% ke level 1.028,94; indeks properti naik 0,78% ke level 207,94; indeks perkebunan naik 0,57% ke level 2.240,40; indeks perdagangan naik 0,45% ke level 503,60; indeks manufaktur naik 0,28% ke level 849,74; indeks pertambangan naik 0,26% ke level 3.283,34; dan indeks konsumer naik 0,16% ke level 1.110,33. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami foreign sell sebesar Rp 336,33 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,13 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,46 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 300.000; Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik Rp 950 ke Rp 7.000; Indospring (INDS) naik Rp 775 ke Rp 3.875; Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 575 ke Rp 3.200; Astra International (ASII) naik Rp 550 ke level Rp 56.950; Sona Topas Tourism Industry (SONA) naik Rp 475 ke Rp 3.850; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 41.050; Nipress (NIPS) naik 200 ke level 3.500; dan Surya Citra Media (SCMA) naik 175 ke Rp 4.675.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US$ berdasarkan kurs BI ditutup naik di Rp 8.553/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 8.548/US$. Pergerakan Rupiah seiring diturunkannya rating (down grade ) Yunani oleh S&P dari level BB- menjadi B. Pasar melihat risiko di zona Eropa makin besar. Karena itulah Euro tertekan dan membuat US$ menguat. Penguatan US$ tentu saja melemahkan Rupiah.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak naik kecuali bursa saham Taiwan, Australia, dan India. Sementara bursa saham KorSel dan Hong Kong tutup karena libur. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh mulai pulihnya beberapa pabrikan besar di Jepang setelah dihantam bencana alam dan laporan kinerja keuangan perusahaan yang di atas estimasi. Penguatan ini terjadi di tengah berita negatif penurunan rating Yunani. Penguatan juga dipengaruhi oleh data perdagangan China yang mengalami surplus. Surplus perdagangan China bulan April mencapai US$11,4 miliar sebagai terbesar selama 4 bulan terakhir. Hal ini didukung kenaikan ekspor yang menunjukkan permintaan global masih kuat.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat kecuali Iceland dan Denmark. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh berita positif dari China yang mencatatkan surplus nilai perdagangan. Padahal juga terdapat berita negatif penurunan rating Yunani oleh S&P. Investor seolah tidak terpengaruh oleh berita negatif tersebut karena sudah memahami dan mengekspektasikan bahwa Yunani masih akan kesulitan menangani krisis hutangnya. Investor lebih memfokuskan ke berita positif. Reboundnya harga komoditas juga berimbas positif pada kenaikan bursa saham Eropa.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Kanada dan Peru. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh kenaikan pada saham-saham yang bersifat defensif. Saham-saham defensif dinilai menjanjikan pertumbuhan keuntungan. Selain itu, investor juga tidak memperhatikan permintaan yang melambat. Meski terdapat berita negatif dari Eropa dan penurunan harga jual di perumahan AS namun, investor lebih memfokuskan pada berita positif untuk menjaga portofolionya. Sentimen positif dari China pun berimbas positif pada bursa saham AS. optimisme pasar yang positif setelah rilis data ketenagakerjaan sebelumnya. Pasar juga merespon positif kenaikan harga gasolin seiring mulai reboundnya harga-harga komoditas dan laporan kinerja emiten yang di atas estimasi.
Pada perdagangan Rabu (11/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.775-3.787 dan resistance 3.807-3.814. Candle IHSG yang mengalami tren pelemahan berhasil ditahan dengan terbentuknya candle positif dan didukung oleh kenaikan volume. Sebelumnya IHSG membentuk candle spinning tops yang menggambarkan ketidakpastian arah pasar namun, dengan terbentuknya candle positif sehingga terdapat pola piercing line dimungkinkan untuk terjadinya pembalikan arah. MACD masih bergerak turun dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bergerak lebih turun lagi agar berada di bawah batas overbought namun, sedikit tertahan. Penguatan kemarin menahan IHSG untuk bergerak melemah lebih jauh lagi. Meski IHSG telah menguat namun, investor asing masih mencatatkan nett sell. Investor tetap mewaspadai bila penguatan yang terjadi kemarin hanya sesaat. Investor bisa pilih saham-saham yang secara teknikal sudah mendeakti area oversold yang nantinya akan rebound.
(qom/qom)











































