Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah kecuali indeks prperti yang naik 0,66% ke level 211,42 dan indeks infrastruktur yang naik 0,19% ke level 799,05. Sementara pelemahan terjadi pada indeks pertambangan yang turun 1,51% ke level 3.257,01; indeks keuangan turun 1,09% ke level 497,44; indeks aneka industri
turun 1,07% ke level 1.055,89; indeks konsumer turun 0,89% ke level 1.108,59; indeks manufaktur turun 0,86% ke level 856,55; indeks industri dasar turun 0,56% ke level 397,30; dan indeks perkebunan turun 0,21% ke level 2.267,22. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 36,67 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,3 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,26 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.600 ke Rp 20.100; Indospring (INDS) naik Rp 875 ke Rp 5.700; Smart (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 6.000; Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 270 ke Rp 1.980; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 200 ke level Rp 13.000; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 200 ke Rp 10.400; Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 200 ke Rp 2.875; Pool Advista Indonesia (POOL) naik 190 ke level 960; dan Bank Mega (MEGA) naik 175 ke Rp 3.625.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US$ berdasarkan kurs BI ditutup naik di Rp 8.536/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 8.546/US$. Pergerakan Rupiah sebelumnya sempat melemah tajam seiring dengan ketidakpastian pemberian bantuan kepada Yunani dan juga bailout untuk Portugal. Di saat yang sama,
ada rumor yang beredar bahwa Yunani akan mendapatkan dana ekstra sebeser β¬60 miliar namun, hal ini belum pasti. Karena itulah Euro tertekan dan membuat US$ menguat. Penguatan US$ tentu saja melemahkan Rupiah. Tetapi, di akhir penutupan Rupiah berbalik arah.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak turun kecuali bursa saham Sri Lanka, New Zealand, dan Taiwan. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh penurunan
harga komoditas dan kekhawatiran terhadap China yang akan mengetatkan kebijakan karena tekanan inflasi. IHK China naik 5,3% dari periode sama tahun sebelumnya. Perbankan memperpanjang pinjaman dalam mata uang lokal sebesar 740 miliar yuan (US$114 miliar). Pejabat China telah menyatakan, kebijakan akan fokus pada cara-cara mengatasi tekanan inflasi. Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali Iceland, Belgia, dan Denmark.
Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh sentimen negatif dari China yang akan memperketat kebijakan moneternya dan terpengaruh dari penurunan bursa saham AS sebelumnya karena berita penurunan pertumbuhan ekonomi AS. Investor juga khawatir setelah rilis data IMF mengenai prospek ekonomi kawasan Eropa yang menyatakan
adanya tekanan inflasi sehingga ECB berpotensi menaikkan kembali suku bunganya. Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Kanada, Meksiko, dan Panama.
Berbeda seperti bursa saham Asia Pasifik dan Eropa yang melemah, semalam penguatan terjadi pada bursa saham AS seiring dengan pelemahan US$ dan kembali reboundnya harga komoditas. Investor juga memburu saham-saham defensif yang masih memiliki peluang gain. Data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi dirasa sulit bergerak. Keuntungan klaim jobless menurun minggu lalu dengan penurunan sebesar 44.000 menjadi 434.000. Tetapi, penjualan ritel hanya naik tipis pada April sebesar 0,5%. Penjualan di luar otomotif dan bensin naik 0,2%
Pada perdagangan Jumat (13/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.772-3.790 dan resistance 3.832-3.856. Candle IHSG yang sebelumnya mengalami tren pelemahan dan berhasil ditahan dengan terbentuknya candle white marubozu , kemarin membentuk candle menyerupai hanging man . Pola ini menggambarkan kemungkinan pergerakan naik telah mencapai puncaknya dan kekuatan daya beli mulai berkurang. MACD masih bergerak turun dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai berada di bawah area overbought dan terlihat masih akan turun kembali. Pelemahan yang terjadi kemarin telah membawa IHSG berada di bawah area overbought . Minat asing pun masih ada dengan tercatatnya nett buy walau kenaikannya tipis dari sehari sebelumnya. IHSG masih rawan koreksi namun, masih ada peluang untuk rebound. Investor diharapkan berhati-hati bila terjadi penurunan lebih dalam lagi. Cermati saham-saham INCO, BBCA, dan AKRA.
(qom/qom)











































