Indosurya: IHSG Serba Tipis dalam Suasana Libur

Indosurya: IHSG Serba Tipis dalam Suasana Libur

- detikFinance
Senin, 16 Mei 2011 07:08 WIB
Jakarta - IHSG kembali berbalik arah dengan menguat 23,31 poin (0,61%) di level 3.832,02. Total volume perdagangan BEI mencapai 11,72 miliar unit saham dengan nilai total Rp 4,94 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 142 saham turun, dan 94 saham stagnan. LQ-45 naik 0,62% ke 682,40 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,10% ke 528,48.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat kecuali indeks pertambangan yang turun 0,16% ke level 3.251,65 dan indeks infrastruktur yang turun 0,17% ke level 797,69. Sementara penguatan terjadi pada indeks konsumer yang naik 2,08% ke level 1.131,64; indeks keuangan naik 1,11% ke level 502,97; indeks manufaktur naik 1,11% ke level 866,09; indeks properti naik 0,64% ke level 212,77; indeks aneka industri naik 0,61% ke level 1.062,31; indeks perkebunan naik 0,49% ke level 2.278,41; dan indeks industri dasar naik 0,35% ke level 398,70. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalaminet foreign buy sebesar Rp 191,24 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,31 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,12 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.900 ke Rp 43.750; Petrosea (PTRO) naik Rp 1.500 ke Rp 37.500; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 700 ke Rp 13.700; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 20.600; Supreme Cable Manufacturing & Commerce (SCCO) naik Rp 450 ke level Rp 2.350; Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 58.500; Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 350 ke Rp 3.000; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik 300 ke level 7.300; dan Capitalinc Investment (MTFN) naik 260 ke Rp 1.320.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG yang sebelumnya melemah, di akhir pekan justru menguat mengikuti kenaikan pada bursa saham AS sebelumnya dan imbas berita BI sebelumnya yang mempertahankan BI Rate di level 6,75% dan seiring berita negatif mengenai rencana Pemerintah menaikkan TDL sebesar 15% tahun depan. Kali ini saham-saham konsumer menguasai perdagangan seiring dengan tren turunnya harga komoditas sehingga dipersepsikan investor kinerja keuangannya tidak akan terbebani. Pasar juga mendapat sentimen positif dari rilis kenaikan GDP Eropa. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.832,02 (level tertingginya) menjelang penutupan dan juga sempat menyentuh level 3.809,43 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil tertahan di level 3.832,02. Volume perdagangan melemah dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI ditutup turun di Rp 8.555/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 8.536/US$. Pergerakan Rupiah sebelumnya dipengaruhi oleh kenaikan GDP Eropa, terutama Jerman. Euro pun bergerak menguat dan berimbas pada apresiasi Rupiah. Akan tetapi, rilis data kenaikan IHK AS menguatkan nilai tukar US$ sehingga Euro dan Rupiah terlihat melemah.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak turun kecuali bursa saham Hong Kong, China, Australia, Singapura, India, dan Pakistan. Pergerakan bursa Asia Pasifik
dipengaruhi rilis beberapa kinerja perusahaan Jepang yang belum sepenuhnya membaik menyusul dampak bencana alam yang dideritanya. Selain itu, investor masih terlihat khawatir terhadap China yang akan mengetatkan kebijakan karena tekanan inflasi. China sebelumnya mengumumkan akan meningkatkan persyaratan cadangan bank. Di sisi lain, terdapat berita positi dari pertumbuhan ekonomi Hong Kong di Q1-11 yang tumbuh 7,2% dari Q1-10 dan secara Q to Q, PDB Hong Kong naik 2,8% dari Q4-10 sebesar 1,5%. Pemerintah Hong Kong pun telah merevisi proyeksi pertumbuhan tahun 2011 mencapai 5-6% dari sebelumnya 4-5%.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali Irlandia, Belgia, Luksemburg, Swedia, dan Denmark. Pergerakan bursa saham Eropa di awal perdagangan menguat dipengaruhi oleh kenaikan bursa AS sebelumnya dan rilis data kenaikan GDP, terutama GDP Jerman untuk Q1-11 yang di atas ekspektasi menjadi 1,5% dari sebelumnya 0,4% dan prediksi 0,9%. Sementara secara keseluruhan GDP Zona Euro positif di level 0,8% dari sebelumnya 0,3% dan prediksi 0,6%. Setidaknya data positif ini menutup berita negatif dari krisis utang Yunani dan Portugal, serta penilaian negatif IMF terhadap zona Eropa. Akan tetapi, investor tetap saja masih mengkhawatirkan penyelesaian Yunani dan Portugal.

Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Peru, Kolumbia, dan Venezuela. Pergerakan bursa saham AS yang sebelumnya menguat menjadi tertahan karena naiknya nilai tukar US$. Apresiasi ini sebagai respons atas rilis kenaikan IHK pada April sebesar 0,4% dipicu kenaikan biaya pangan dan energi. Pada Maret, IHK naik 0,5% . Tetapi, untuk IHK inti tanpa harga pangan dan energi, untuk bulan April naik 0,2% dari 0,1% pada Maret. Harga bensin naik 3,3% pada April sehingga menyumbang hampir 50% dari kenaikan CPI secara keseluruhan. Penurunan juga dipicu aksi jual dari hedge fund sejak aset mereka tergerus karena penurunan harga-harga komoditas; kenaikkan suku bunga acuan Chile sampai 5%, di atas estimasi pasar yang mengharapkan bank sentral mulai memperlambat laju kenaikan suku bunga 0,25 bps; dan pelemahan pada mayoritas saham-saham di sektor teknologi, setelah estimasi pendapatan perusahaan di bawah estimasi. Kekhawatiran akan krisis utang Eropa dan pengawasan moneter pemerintah yang lebih ketat turut melemahkan bursa.

Pada perdagangan Senin (16/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.800-3.816 dan resistance 3.840-3.850. Candle IHSG yang sebelumnya membentuk menyerupai hanging man, di akhir pekan membentuk candle white marubozu yang menggambarkan besarnya kekuatan daya beli untuk membawa harga ke atas. Pola yang terjadi memperlihatkan minat beli masih besar meski terdapat peluang terkoreksi karena pergerakan IHSG masih di sekitar area overbought . MACD bergerak mendatar dengan terbentuknya histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali reversal di sekitar area overbought . Penguatan yang terjadi kemarin membawa IHSG kembali mendekati area overbought dan secara historis setelah terbentuknya white marubozu, penguatan yang terjadi selanjutnya bersifat terbatas. Meski minat asing masih ada dengan tercatatnya nett buy yang lebih tinggi dari sebelumnya namun, investor diharapkan berhati-hati bila terjadi penurunan mengingat biasanya kemungkinan tipisnya transaksi di tengah hari libur.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads