Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah kecuali indeks aneka industri yang naik 0,94% ke level 1.072,33. Sementra penurunan terjadi pada indeks perdagangan yang melemah 1,85% ke level 493,34; indeks pertambangan turun 1,46% ke level 3.204,29; indeks keuangan turun 1,44% ke level 495,70; indeks properti turun 1,23% ke level 210,15; indeks industri dasar turun 1,03% ke level 394,60; indeks perkebunan turun 0,59% ke level 2.264,96; indeks infrastruktur turun 0,16% ke level 796,41; indeks konsumer turun 0,05% ke level 1.131,07; dan indeks manufaktur turun 0,01% ke level 865,96. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 423,99 miliar dengan total pembelian asing Rp 747,17 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,17 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 2.150 ke Rp 22.750; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 600 ke Rp 14.300; Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 59.050; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 450 ke Rp 10.450; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke level Rp 44.150; Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 300 ke Rp 8.200; Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 275 ke Rp 4.500; Nipress (NIPS) naik 150 ke level 3.475; dan Gajah Tunggal (GJTL) naik 125 ke Rp 3.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
berkepanjangan. Penurunan juga dipicu imbas pelemahan bursa saham China seiring lonjakan harga pangan yang memicu percepatan inflasi. Tetapi, akhirnya bursa China ditutup naik. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.832 (level tertingginya) di awal perdagangan dan juga sempat menyentuh level 3.784 (level terendahnya) menjelang penutupan dan akhirnya berhasil tertahan di level 3.799,23. Volume perdagangan melemah dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI ditutup stagnan di Rp 8.555/US$. Sementara di pasar valas ditutup melemah di posisi Rp 8.575/US$ dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp Rp 8.545/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh penurunan Euro seiring kasus petinggi IMF sehingga memicu ketidakpastian krisis utang di zona Euro. Pertemuan para MenKeu Uni Eropa tidak didukung oleh IMF dan ini menjadi tekanan bagi Euro.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak turun kecuali bursa saham Nikkei, China, Australia, New Zealand, dan Pakistan. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi masalah utang Eropa yang kembali muncul dan momentum pertumbuhan ekonomi AS yang mungkin melambat. Investor kemungkinan akan akan terus mengalihkan dananya ke obligasi yang aman atau kas, daripada aset-aset berisiko. Penurunan juga dipicu kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter di China yang nantinya akan berpengaruh pada kenaikan kembali suku bunganya. Penurunan juga dipicu setelah Goldman Sachs merevisi turun rating pasar saham KorSel.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali Iceland, Norwegia, dan Yunani. Pergerakan bursa saham Eropa bergerak fluktuatif setelah para pejabat Uni Eropa mendukung bailout Portugal dan memunculkan gagasan untuk memperpanjang pembayaran utang Yunani. Portugal dibailout senilai β¬78 miliar (US$ 111 miliar). Portugal, Yunani, dan Irlandia mencari pinjaman darurat dari Uni Eropa dan IMF senilai β¬ 256 miliar. Portugal, akan menerima pinjaman tahap I senilai β¬18 miliar pada awal/akhir Juni. Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Nasdaq, Kanada, Panama, dan Brazil.
Pergerakan bursa saham AS masih melemah seiring dengan penurunan harga komoditas dan penurunan data industrial serta perumahan. Penurunan juga dipicu penurunan prediksi penjualan dari perusahaan HP dan Wal-Mart. Data perumahan AS untuk konstruksi April turun pada April. Sementara The Fed melaporkan produksi automobile part juga turun pada April. Sebelumnya dipicu oleh kenaikan nilai tukar US$ menyusul pelemahan Euro dan penurunan pada saham-saham teknologi. Departemen Perdagangan merilis, pembangunan rumah baru di April sebesar 523.000 unit,turun 11% dari bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi sebanyak 569.000 rumah. Izin pembangunan rumah (building permits ), sebagai indikasi pembangunan di masa berikutnya juga menurun 4% menjadi 551.000 pada April di bawah perkiraan yang naik 0,9% ke level 590.000.
Pada perdagangan Rabu (18/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.757-3.778 dan resistance 3.826-3.852. Candle IHSG yang sebelumnya membentuk white marubozu, di awal pekan sebelum libur membentuk candle pelemahan yang menggambarkan besarnya kekuatan daya jual untuk menekan harga. Pola ini membawa IHSG bergerak menjauhi area overbought . MACD bergerak landai dan kecenderungan melemah dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area overbought . Pelemahan yang terjadi kemarin hal yang wajar ditengah turunnya transaksi karena investor tidak semuanya berada di pasar. Kemungkinan turun masih ada namun, melihat beberapa harga saham sudah melemah diperkirakan investor akan kembali mengakumulasi kembali. IHSG dimungkinkan masih bergerak mix dengan
penguatan terbatas.
(qom/qom)











































