Indeks sektoral saham mayoritas menghijau dengan kenaikan pada perkebunan yang naik 1,52% ke level 2.299,31; indeks industri dasar naik 1,47% ke level 400,39; indeks perdagangan naik 1,40% ke level 500,27; indeks pertambangan naik 1,26% ke level 3.244,53; indeks properti naik 1,23% ke level 212,73; indeks keuangan naik 1,20% ke level 501,65; indeks manufaktur naik 1,10% ke level 875,48; indeks konsumer naik 0,96% ke level 1.141,90; indeks aneka industri naik 0,95% ke level 1.082,51; dan indeks infrastruktur naik 0,31% ke level 798,88. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 55,12 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,60 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,66 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.750 ke Rp 24.500; Lion Metal Works (LION) naik Rp 1.050 ke Rp 5.350; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 45.450; United Tractors (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 22.500; Astra International (ASII) naik Rp 650 ke level Rp 59.700; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 44.550; Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 300 ke Rp 8.500; Smart (SMAR) naik 250 ke level 6.100; dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 200 ke Rp 6.350.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.553/US$ dibandingkan sebelumnya di Rp 8.555/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh kenaikan minat investor terhadap aset-aset berisiko di Asia sehingga memicu penguatan Rupiah. Euro sendiri masih tertekan karena ketidakpastian masalah bailout Yunani. Data-data ekonomi AS masih kurang memuaskan, terutama data Housing Start dirilis turun jadi 523 ribu pada April dari bulan sebelumnya 585 ribu dan angka Building Permit yang turun jadi 551 ribu dari sebelumnya 574 ribu sehingga juga melemahkan US$.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas menghijau kecuali bursa saham Thailand, India, dan Pakistan. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi penguatan saham-saham Jepang seiring dengan rencana Tepco mulai menstabilkan PLTN yang rusak. Penguatan juga dipicu rencana aksi korporasi para emiten sehingga kembali meningkatkan kepercayaan pasar. Tetapi, juga terdapat berita negatif dimana Moodyβs menurunkan rating 4 bank terbesar Australia yaitu Australia and New Zealand Banking Corp., Commonwealth Bank of Australia, National Australia Bank Ltd. dan Westpac Banking Corp.
Bursa saham Eropa mayoritas berbalik arah dengan bergerak menguat kecuali Portugal, Iceland, dan Irlandia. Pergerakan bursa saham Eropa dipicu penguatan sektor pertambangan seiring dengan harga logam yang menguat tajam. Aksi jual pada perdagangan sebelumnya mendorong investor memburu saham-saham yang telah tertekan. Investor memilih saham-saham yang memiliki prospek jangka menengah karena dalam jangka pendek ada kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang melambat dan krisis utang di kawasan Eropa.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Brazil dan Kolumbia. Pergerakan bursa saham AS berbalik arah mengikuti penguatan pada bursa saham Eropa dan Asia seiring kenaikan harga komoditas dan kenaikan pendapatan dari Dell's. Perseroan juga menaikkan outlook fiskal pada 2012 untuk pendapatan operasional. Penguatan juga dipicu rilis beberapa data emiten yang menunjukkan penguatan. Akan tetapi, penguatan ini dibayangi oleh sentimen negatif dimana kebanyakan petinggi The Fed memilih untuk menaikkan suku bunga sebelum menjual aset ketika waktu untuk memperketat kebijakan akan tiba dan sentimen dari penurunan data perumahan serta negatifnya data industrial ouput AS dimana dirilis 0% dari sebelumnya naik 0,7% dan perkiraan 0,4%.
Pada perdagangan Rabu (18/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.784-3.812 dan resistance 3.857-3.873. Candle IHSG terlihat bergerak variatif dimana terjadi selang-seling kenaikan dan penurunan yang membentuk pola sideways. Bentuk candle yang hampir menyerupai white marubozu menunjukkan minat beli yang besar di pasar. Kekuatan daya beli menguasai pasar. Pelemahan yang terjadi sebelum-sebelumnya setidaknya telah membawa IHSG bergerak menjauhi area overbought sehingga kembali memiliki peluang rebound . MACD masih bergerak landai dengan terbentuknya histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali rebound bergerak menuju area overbought . Penguatan kemarin memberi sentimen positif untuk penguatan lanjutan namun, melihat dari pola teknikalnya maka penguatan ini masih bersifat terbatas. Investor diharapkan tidak menjadikan penguatan ini untuk cepat profit taking sehingga nantinya akan melemahkan IHSG. Cermati saham-saham JSMR, ANTM, dan INDF.
(qom/qom)











































