Indeks sektoral saham mayoritas memerah dengan penurunan pada indeks aneka industri yang melemah 4,09% ke level 1.073,11; indeks perkebunan turun 3,28% ke level 2.281,20; indeks keuangan turun 2,75% ke level 494,42; indeks properti turun 2,58% ke level 203,28; indeks pertambangan turun 2,57% ke level 3.187,29; indeks
manufaktur turun 2,55% ke level 865,17; indeks industri dasar turun 2,24% ke level 398,48; indeks infrastruktur turun 1,90% ke level 779,90; indeks konsumer turun 1,49% ke level 1.119,88; dan indeks perdagangan turun 1,45% ke level 495,28. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 673,18 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,22 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,89 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto Indonesia (TOTO) naik Rp 4.000 ke Rp 38.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 24.950; Colorpark indonesia (CLPI) naik Rp 90 ke Rp 900; Bank Mega (MEGA) naik Rp 75 ke Rp 3.575; Metro Realty (MTSM) naik Rp 50 ke level Rp 1.050; Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 50 ke Rp 4.600; Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik Rp 50 ke Rp 5.350; Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) naik 40 ke level 810; dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik 40 ke Rp 1.620.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.561/US$ dari sebelumnya di Rp 8.535/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap perekonomian Eropa setelah Yunani yang di-downgrade oleh Fitch Rating dari BB+ jadi B+. Italia juga terancam mendapat downgrade terkait masalah kredit utangnya. Kondisi ini melemahkan Euro sehingga US$ pun menguat dan melemahkan Rupiah.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham New Zealand, Pakistan, dan Laos. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh meningkatnya krisis utang Yunani, kontraksi ekonomi Jepang, dan data ekonomi AS yang mengecewakan sehingga memicu kekhawatiran tentang pemulihan global. Pelemahan juga dipicu data purchasing manager's index di China yang menunjukkan perlambatan produksi pabrik akibat pengetatan kebijakan yang mulai berdampak. Penurunan data ekonomi ini jelas menunjukkan adanya perlambatan ekonomi di China dengan berkurangnya permintaan.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah di semua wilayah negara Eropa. Pergerakan bursa saham Eropa seiring dengan pelemahan pada bursa saham Asia Pasifik. Selain itu, pelemahan juga terkait kondisi ekonomi wilayah
Eropa yang kurang baik, terutama masalah krisis utang di Yunani. Apalagi Fitch telah menurunkan peringkat utang Yunani ke B+ dan di sisi lain S&P juga memotong prospek kredit Italia menjadi negatif sehingga investor khawatir krisis akan menular ke negara lain di Eropa.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak melemah kecuali Kanada, Panama, dan Venezuela.
Pergerakan bursa saham AS melemah mengikuti pelemahan di bursa saham Eropa dan Asia Pasifik. Pelemahan juga dipicu aksi jual yang melanda saham-saham manufaktur setelah adanya berita pelemahan manufaktur di China dan Jerman. Penurunan rating Yunani dan Italia, serta hasil pemilihan regional di Spanyol meningkatkan masalah utang Eropa semakin dalam. Pelemahan nilai tukar Euro akibat kondisi ekonomi di wilayah Eropa membuat nilai tukar US$ naik. Penguatan dolar AS memukul harga komoditas dan sektor saham energi dan material dasar.
Pada perdagangan Selasa (24/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.712-3.770 dan resistance 3.880-3.900. Candle IHSG melemah tajam sehingga membuat posisinya kembali berada di bawah upper bollinger bands . Candle yang hampir menyerupai black marubozu menggambarkan kekuatan daya jual menguasai pasar sehingga mendorong harga ke bawah. Sementara daya beli kehilangan kekuatannya. MACD mulai tertahan kenaikannya dengan terbentuknya histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal setelah menembus area overbought . Pelemahan kemarin kemungkinan masih berlanjut pada hari ini melihat belum adanya sentimen positif yang beredar namun, pelan-pelan kekuatan daya beli mulai masuk meski tidak besar. Investor harap berhati-hati bila kembali terdapat sinyal penurunan. Tetapi, penurunan ini bisa menjadi peluang untuk mengkoleksi saham-saham pilihan yang telah terdiskon besar.
(qom/qom)











































