Indeks bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan kemarin, di mana N225 +0.17%, HSI +0.09%, Kospi +0.29%, ASX200 -0.3% dan SSE -0.27%. Indeks SSE melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya karena kecemasan akan melambatnya pertumbuhan ekonomi China di tengah laju inflasi yang tinggi. Sedangkan indeks N225 menguat didorong oleh kenaikan harga saham Sony meng-offset sentimen negatif dari dampak krisis Eropa. Sementara itu rupiah ditutup pada level 8565 per usd.
Indeks di bursa Wall Street kembali melemah yang dipicu oleh masih berlanjutnya kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi, meskipun data penjualan rumah baru menunjukkan kenaikan pada level tertinggi tahun ini (act 323K vs cons 300K vs prev 301K). Saham sektor industri, konsumer, dan teknologi mendorong pelemahan pada indeks S&P500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Goldman Sachs dan Morgan Stanley menaikkan proyeksi harga minyak brent sebesar 20%, masing-masing pada level US$130/barel dan US$120/barel pada tahun ini, yang mengindikasikan bulish pada komoditas. Hal tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dan komoditas. Pada pagi ini indeks bursa Asia bergerak mixed.
IHSG kembali tertahan di support 3.765,98 dan ditutup menguat tipis pada level 3.785,94 namun IHSG juga tak kuasa untuk dapat melewati resistance level yang terdekat sekalipun sehingga praktis tidak ada perubahan yang berarti pada indeks. Hari ini IHSG diprediksi akan kembali fluktuatif dengan kecenderungan bergerak menuju 3.815, sementara jika terjadi pelemahan pada indeks diperkirakan akan kembali tertahan pada support level di 3.730.
(dnl/dnl)











































