Indosurya: IHSG Bisa Kena Imbas Positif

Indosurya: IHSG Bisa Kena Imbas Positif

- detikFinance
Kamis, 26 Mei 2011 07:39 WIB
Jakarta - IHSG kembali bergerak melemahdengan penurunan 0,87 poin (0,15%) di level 3.780,16. Total volumeperdagangan BEI mencapai 9,14 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,72 triliun. Sebanyak91 saham naik, 146 saham turun, dan 92 saham stagnan. LQ-45 turun 0,17% ke level 672,41 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,20% ke level 524,40.

Indeks sektoral saham bergerak mix dengan pelemahapada indeks keuangan yang turun 0,77% ke level 490,79; indeks perkebunan turun 0,56% ke level 2.297,95; indeks perdagangan turun 0,47% ke level 492,63; indeks aneka industri turun 0,27% ke level 1.053,34; indeks industri dasar turun 0,24% ke level 400,09; dan indeks manufaktur turun 0,10% ke level 860,18. Sementarapenguatan pada indeks infrastruktur yang menguat 0,47% ke level 792,11; indeks pertambangannaik 0,42% ke level 3.219,80; indeks konsumer naik 0,14% ke level 1.117,02; dan indeks properti naik 0,01% ke level 205,32. Indeks MBX dan ISSI melemahdan DBX menguat. IHSG mengalaminet foreign sell sebesar Rp 259,36 miliar dengan total pembelianasing Rp 1,25 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,51 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 10.500 ke Rp 310.500; Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 400 ke Rp 2.900; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 300 ke Rp 3.500; Metro Realty (MTSM) naik Rp 250 ke Rp 1.250; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 250 ke level Rp 11.000; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke Rp 17.100; Smart (SMAR) naik Rp 150 ke Rp 6.950; Argha Karya Prima Industry (AKPI) naik 140 ke level 1.100; dan Surya Citra Media (SCMA) naik 125 ke Rp 4.525.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG ternyata tidak kuat melanjutkan penguatan sebelumnyameski secara teknikal dimungkinkanuntuk penguatan lanjutan. Investor masih melakukan aksi jual, terutama saham-sahamperbankan seiring dengan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia. Selain itu, investor juga belum banyak berani untuk masuk ke bursa saham dan memilih untuk mengamankan portofolionya sementara waktu. Pelemahan pada regional berimbas pada penurunan IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.786,90 (level tertingginya) di awal perdagangan dan juga sempat menyentuh level 3.760,79 (level terendahnya) menjelang penutupan dan akhirnya berhasil tertahan di level 3.780,16. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik
mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemahdi level Rp 8.584/US$ dari sebelumnya di Rp 8.568/US$. Pergerakan Rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap
perekonomian Eropa terkait masalah penyelesaian krisis utangnya. Memburuknya krisis utang Yunani menyebarkanancaman downgrade Irlandia dan Portugal. Begitupun dengan 14 bank besar di Inggris. Sentimen Eropa semakin negatif setelah Fitch Rating menurunkan outlook peringkat Italia dan Belgia kemarin. Moody's juga memberikan outlook negatif terhadap profitabilitas perbankan China di tengah langkah pemerintah melakukan penghematan.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham Hong Kong, New Zealand, Pakistan, dan Sri Lanka. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh investor yang kembali khawatir atas
percepatan pemulihan global. Apalagi beberapa lembaga rating mulai men-downgrade beberapa negara di wilayah Eropa dan juga China. Hal tersebut ditambah dengan prediksi laba emiten yang lebih rendah sehingga dikhawatirkan akan menekan kinerja emiten. Sentimen negatif juga datang dari Australia setelah Goldman Sachs & Partners Australia Pty menurunkan peringkat pada CommonwealthBank of Australia (CBA) dan Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Bursa saham Eropa mayoritasmenguat kecuali Iceland, Belgia, dan Austria. Penguatan ini bergerak anomalidibandingkanpergerakan bursa saham Asia Pasifik yang melemahkarena kekhawatiran akan perlambatanekonomi. Selain itu, penguatan juga kembali terjadi di tengah krisis utang yang sedang menerpa di beberapa negara di wilayah Euro dan ancaman downgrade dari beberapa lembaga rating.

Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Panama dan Argentina. Pergerakan bursa saham AS ini juga bergerak anomali di tengah beredar sentimen negatif. U.S Home prices turun 5,5% pada Q1-11, terbesar selama 2 tahun. Dept. Perdagangan melaporkan permintaan akan durable goods turun 3,6% pada April. Tetapi, rally pada saham-saham pertambangan seiring dengan kenaikan harga komoditas membuat sejumlah indeks mengalami penguatan. Selain itu, setidaknya kenaikan saham-saham pertambangan bisa menepis kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.

Pada perdagangan Kamis (26/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.750-3.765 dan resistance 3.791-3.802. Candle IHSG dimana sebelumnya membentuk hammer yang diharapkan bisa melanjutkan penguatan tidak terbukti. Meski level tertinggi yang dicapai lebih tinggi dari sebelumnya namun, tidak cukup untuk membuat IHSG naik lebih tinggi lagi. Akhirnya kembali membentuk hammer. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang.RSI, William's%R, dan Stochastic masih mencoba reversal setelah hampir menyentuh area oversold . Meski terjadi penurunan, kondisi ini bisa menjadi peluang untuk mengkoleksi saham-saham pilihan yang telah terdiskon besar. Diharapkan penguatan pada bursa saham Eropa dan AS bisa membuat IHSG terimbas positif.



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads