Wall Street naik meski data ekonomi buruk.
Anomali terjadi di pasar saham Amerika, dimana Wall Street mencatatkan kenaikan sementara sejumlah data ekonomi yang dirilis menunjukan pemburukan ekonomi. DJIA naik +0.31% ke level 12,394, Nasdaq +0.55% ke 2,761 dan S&P500 +0.32% ke 1,320. Durable Goods Orders di bulan April turun β3.6%, lebih buruk dari perkiraan pasar β2.5% sementara harga rumah kembali terkoreksi seperti yang tercermin dari data House Price Index bulan Maret yang turun β0.3% mom. Kenaikan Wall Street kemarin lebih dipicu oleh saham saham komoditas dan energy seperti Occidental Petroleum Corp., Halliburton Co. serta Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Harga minyak NYMEX WTI kembali naik ke level USD 101.57/barrel akibat kekhawatiran pasokan distillate fuel anjlok ke level terendah dalam dua tahun terakhir.
IHSG berpeluang rebound. (Range : 3,765-3,805).
Indeks kembali bergerak dalam rentang yang sempit, sempat mencoba untuk dapat melewati support 3.765 namun akhirnya ditutup melemah tipis pada level 3.780,16. Hari ini diprediksi IHSG akan mencoba untuk melewati resistance level di 3.805 yang berarti sekaligus mencoba untuk melewati EMA 20. Stochastic menunjukkan IHSG sudah memasuki oversold area. Sementara kemungkinan pelemahan yang terjadi terbatas pada support level di 3.765.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































