Indosurya: IHSG Menguat Tapi Terbatas

Indosurya: IHSG Menguat Tapi Terbatas

- detikFinance
Jumat, 27 Mei 2011 08:51 WIB
Jakarta - IHSG berhasil menguat dengan naik 34,65 poin (0,92%) di level 3.814,82. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,51 miliar unit saham dengan nilai total Rp 4,28 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 71 saham turun, dan 105 saham stagnan.

IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 837,51 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,09 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,92 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 9.500 ke Rp 320.000; Petrosea (PTRO) naik Rp 3.500 ke Rp 41.000; Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik Rp 1.400 ke Rp 8.400; Astra International (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 59.300; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke level Rp 25.000; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 12.650; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 47.100; Mandom Indonesia (TCID) naik 400 ke level 8.500; dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 400 ke Rp 21.600.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG kembali menapak di zona positif dimana sebelumnya kembali melemah. Mulai reboundnya harga komoditas dunia menjadi penggerak IHSG. Meski kemarin mengalami penguatan namun, investor asing masih mencatatkan nett sell yang lebih besar dari sebelumnya. Artinya asing masih dalam posisi profit taking. Tetapi, sentimen positif bursa global dan pulihnya harga-harga komoditas tetap membuat IHSG bertahan di zona hijau.

Dukungan investor lokal menopang penguatan IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.818,46 (level tertingginya) menjelang penutupan dan juga sempat menyentuh level 3.780,35 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.814,82.

Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy. Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.576/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.584/US$.

Pergerakan Rupiah menguat lantaran banyaknya investor asing yang meningkatkan kepemilikannya atas aset-aset di Indonesia. Mereka juga masuk ke pasar obligasi. Meski situasi Eropa belum pulih, di saat yang sama prospek ekonomi AS tidak terlalu cerah. Data-data yang dirilis menunjukkan perlambatan. Di sisi lain, adanya berita ketertarikan China atas obligasi Portugal dan pembelian 23% obligasi EFSF (European Financial StabilityFacility) Uni Eropa pada Juni oleh Asia dan Timur Tengah menguatkan Euro yang akhirnya dolar AS pun ditransaksikan melemah.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali bursa saham China, New Zealand, dan Sri Lanka. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas minyak dan tembaga. Harga kontrak minyak dunia naik setelah berita pasokan bahan bakar sulingan AS turun ke titik terendah dalam 2 tahun.

Harga kontrak tembaga menguat karena Deutsche Bank AG mengatakan harga mungkin akan naik. Data belanja modal sektor swasta Australia dirilis yang angkanya di atas ekspektasi ke level 3,4% dari prediksi 2,8% dan sebelumnya 1,3%. Tetapi, terdapat sentimen negatif dari kebocoran kembali PLTN Fukushima sehingga semakin mengkhawatirkan sejumlah kalangan terkait rencana pengalihan air radioaktif itu ke dalam kolam penampung.

Bursa saham Eropa bergerak mix dengan penguatan pada bursa saham Swiss dan Inggris. Di awal perdagangan, bursa saham Eropa sempat menguat menyusulrencana pemerintah China membeli obligasi bailout Portugal dan pembelian 23% (1 miliar Euro) obligasi EFSF Uni Eropa oleh Asia dan Timur Tengah. Akan tetapi, investor juga masih diliputi kekhawatiran akan krisis utang di Yunani dimana Yunani menegaskan akan mengambil langkah penghematan.

MenKeu Jerman mengatakan restrukturisasi utang Yunani akan membahayakan solvabilitas negara yang dikhawatirkan akan memicu write-off besar-besaran di bank Eropa sehingga akan membuka pintu bagi meluasnya krisis ke negara lain.

Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Argentina dan Venezuela. Pergerakan bursa saham AS naik di tengah sinyal perlambatan ekonomi. Departemen Perdagangan melaporkan GDP sebesar 1,8% di bawah perkiraan sebesar 2,2% dan initial jobless claims secara tak terduga meningkat. Consumer Spending naik tipis pada Q1-11 seiring kenaikan makanan dan BBM. Household purchases naik 2,2% di bawah perkiraan 2,7% dari tahun lalu dan perkiraan 2,8%. Aplikasi untuk unemployment benefits naik 10.000 menjadi 424.000 secara mingguan dan perkiraan turun ke 404.000.

Pada perdagangan Jumat ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.766-3.791 dan resistance 3.829-3.843. Candle IHSG yang sebelumnya membentuk hammer kali ini terbukti mampu mengkonfirmasi penguatan.

Tetapi, tidak didukung dengan kenaikan volume. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba reversal setelah menyentuh area oversold.

IHSG yang secara perlahan kembali naik belum sepenuhnya didukung dengan volume. Asing pun dalam posisi profit taking. Secara tidak langsung menandakan pasar belum sepenuhnya berisi sentimen positif dan penguatannya kemungkinan masih terbatas. Diharapkan penguatan pada bursa saham Eropa dan AS bisa membuat IHSG terimbas positif.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads