Mega Capital: IHSG Cenderung Naik Tipis

Mega Capital: IHSG Cenderung Naik Tipis

- detikFinance
Senin, 30 Mei 2011 09:55 WIB
Jakarta - Meski pada perdagangan Jumat (27/5) kemarin IHSG berhasil ditutup menguat 0.46% namun selama sepekan ini IHSG terkoreksi 1.05% ke level 3,832 terkait sentimen negatif dari bursa regional dan global, terutama yang disebabkan oleh kekhawatiran pasar atas kondisi perekonomian Eropa serta ancaman terhadap pemulihan ekonomi global.

Selama sepekan kemarin sektor aneka industri mencatatkan koreksi terbesar di mana sektor tersebut anjlok 4.33%, yang diikuti oleh sektor manufaktur turun 2.11%, sektor keuangan turun 1.72%, serta sektor barang konsumsi turun 1.09%. Adapun sektor yang naik adalah sektor properti 0.27%, sektor perdagangan naik 0.26%, dan sektor infrastruktur +0.16%. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1.87 triliun selama sepekan. Rupiah sendiri melemah 0.34%, ditutup pada level Rp 8,565/US$.

Bursa global anjlok terkait masalah utang Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari bursa global, hampir semua indeks mulai dari Asia, Eropa maupun Amerika mengalami koreksi terkait kekhawatiran investor atas masalah defisit anggaran serta utang Eropa.

Downgrade yang dilakukan Fitch Ratings terhadap surat utang Yunani ke level B+ (turun tiga notch) serta ancaman Standard & Poorโ€™s yang akan melakukan downgrade terhadap surat utang Italia menjadi pemicu investor memindahkan investasinya ke instrumen yang lebih aman seperti emas.

Selain itu, kekalahan Socialist Party pertama kalinya dalam 30 tahun pemilu Spanyol dan kekhawatiran Yunani tidak dapat mencairkan dana bantuan keuangan porsi IMF sebesar 12 miliar Euro menambah tekanan terhadap Eropa. Selama sepekan kemarin sejumlah indeks saham Asia seperti Nikkei 225 terkoreksi 0.9%, Kospi turun 0.5%, dan Hang Seng 0.4%.

Dari Amerika, indeks DJIA terkoreksi 0.6% semetara S&P500 turun 0.2%. Selain masalah utang Eropa, sejumlah data ekonomi Amerika yang dirilis minggu lalu juga menunjukan indikasi melemahnya kondisi perekonomian seperti yang tercermin dalam data 1Q11 GDP yang hanya tumbuh 1.8%.

Selain itu Durable Goods Orders turun 3.6% dan Pending Home Sales anjlok 11.6%. Minggu ini pasar terutama akan menanti data Unemployment Rate (est. 8.9%, prior 9.0%), Consumer Confidence (est. 66.5, prior 65.4), ISM Manufacturing (est. 57.6, prior 60.4), ISM Non-manufacturing (est. 54.0, prior 52.8), dan Factory Orders (est. -1.0%, prior +3.0%).

IHSG bergerak mixed, mencoba bertahan di atas EMA20. (Range: 3,805-3,850).

IHSG kembali ditutup menguat di level 3.832,38 setelah sempat melemah pada awal sesi perdagangan. Penguatan ini mampu mempertahankan indeks berada di atas EMA 20, golden cross pada stochastic mendukung indeks untuk kembali menguat, namun candle yang membentuk hanging man serta tidak adanya dukungan dari volume memberatkan penguatan indeks.

Hari ini IHSG kembali diprediksi akan fluktuatuif dengan kecenderungan naik yang tipis.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads