Indeks sektoral saham bergerak mix dengan pelemahan pada indeks infrastruktur yang turun 0,43% ke level 786,60; indeks aneka industri turun 0,35% ke level 1.067,24; indeks perkebunan turun 0,29% ke level 2.400,49; indeks properti turun 0,11% ke level 211,30; dan indeks perdagangan turun 0,10% ke level 511,65. Sementara penguatan pada indeks keuangan yang naik 0,76% ke level 502,47; indeks industri dasar naik 0,31% ke level 404,81; indeks konsumer naik 0,25% ke level 1.132,33; indeks pertambangan naik 0,20% ke level 3.265,62; dan indeks manufaktur naik 0,08% ke level 871,36. Indeks MBX menguat. Sementara DBX dan ISSI melemah.
IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 94,54 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,16 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,07 triliun. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 330.000; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 117.000; Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 500 ke Rp 3.500; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 450 ke Rp 18.150; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 400 ke Rp 17.200; Sona Topas Tourism Industry (SONA) naik Rp 325 ke Rp 3.150; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 250 ke level Rp 14.850; Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 6.500; dan Astra Agro Lestari (AALI) naik 200 ke Rp 23.850.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.537/US$ dari sebelumnya di Rp 8.540/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi pelemahan ekonomi AS seiring ancaman Moody's untuk memangkas peringkat kredit AS bila kongres tidak mencapai kesepakatan terkait batas limit utang dari level saat ini senilai US$14,3 triliun. Rupiah juga mendapat sentimen positif dari data inflasi Mei yang cukup rendah di level 0,1% dan tetapnya BI rate di level 6,75%.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham Jepang, Hong Kong, Australia, New Zealand, dan India. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh pelemahan pada bursa saham AS pada perdagangan sebelumnya di tengah indikasi lemahnya pemulihan ekonomi di AS dan menjelang laporan bulanan kesempatan kerja oleh Depnaker AS. Selain itu, rencana mundurnya PM Naoto Khan dikhawatirkan akan menambah risiko keterlambatan rekonstruksi pascagempa Maret dan persetujuan rencana peningkatkan pajak dan penyusutan defisit untuk memulihkan pertumbuhan di Jepang. Pelemahan juga dipicu oleh transaksi penjualan rumah di kota Hong Kong pada Mei turun karena suku bunga KPR yang terus naik dan jumlah unit yang berpindah tangan bulan lalu turun 12% dari tahun sebelumnya menjadi 9.681.
Bursa saham Eropa bergerak menguat kecuali pada bursa saham Swiss, Irlandia, Belanda, dan Luxemburg. Pergerakan bursa saham Eropa di awal perdagangan dipengaruhi oleh profit taking setelah meningkatnya kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global akan melambat. Investor terlihat berhati-hati menjelang laporan tenaga kerja AS bulan Mei. Pasar menilai pemulihan ekonomi AS kehilangan momentum. Tetapi, di akhir perdagangan mayoritas bursa Eropa berhasil menguat tipis karena aksi beli oleh investor. Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali Panama, Argentina, dan Brazil.
Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi rilis data indeks pekerja yang turun dari 145 menjadi 143, data non farm payrolls bulan Mei turun menjadi 54.000 dari dari bulan April sebesar 244.000 dan revisi April sebesar 232.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran naik dari 9% menjadi 9,1% di atas perkiraan 8,9%. Data private payrolls turun menjadi 83.000 dari April sebesar 268.000 dan revisinya sebesar 251.000. Sebelumnya initial jobless claim sekitar 422.000 turun dari minggu sebelumnya 424.000 dan revisinya 428.000. Sementara perkiraan sebesar 420.000. Sentimen negatif lainnya, selain akan menurunkan peringkat negara, Moodys juga mengatakan dapat menurunkan peringkat utang untuk Bank of America Corp, Citigroup Inc dan Wells Fargo & Co karena rendahnya dukungan politik AS untuk bank besar.
Pada perdagangan Senin (6/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.802-3.822 dan resistance 3.855-3.865. Candle IHSG yang secara perlahan mulai menapaki penguatannya terlihat sedang mengalami pola konsolidasi dan cenderung sideways . Hal ini dikarenakan belum banyaknya sentimen positif yang beredar. Penguatannya pun bersifat terbatas. Kemarin IHSG membentuk candle hanging man dimana sebelumnya terbentuk long legged doji di posisi atas. Pola ini mengindikasikan akan adanya pola reversal. MACD tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih tertahan untuk melanjutkan penguatan menuju area overbought . Investor tetap mewaspadai bila mulai ada sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif.
(qom/qom)











































