Indosurya: IHSG Masih Cenderung Labil

Indosurya: IHSG Masih Cenderung Labil

- detikFinance
Selasa, 07 Jun 2011 07:01 WIB
Jakarta - IHSG melemah 9,82 poin (0,26%) di level 3.834,20. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,21 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,34 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 137 saham turun, dan 108 saham stagnan. LQ-45 turun 0,41% ke level 681,71 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,14% ke level 531,46.

Indeks sektoral saham bergerak mix dengan pelemahan pada indeks keuangan yang turun 1,04% ke level 4976,22; indeks perkebunan turun 0,96% ke level 2.377,49; indeks infrastruktur turun 0,77% ke level 780,55; indeks properti turun 0,50% ke level 210,23; indeks perdagangan turun 0,46% ke level 509,28; dan indeks industri dasar turun 0,03% ke level 404,70. Sementara penguatan pada indeks pertambangan yang naik 1,01% ke level 3.298,58; indeks aneka industri naik 0,55% ke level 1.073,13; indeks manufaktur naik 0,21% ke level 873,19; dan indeks konsumer naik 0,11% ke level 1.133,57. Indeks MBX dan ISSI melemah. Sementara DBX menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 251,11 miliar dengan total pembelian asing Rp 918,11 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 1,17 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 340.000; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 45.400; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 500 ke Rp 10.500; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 400 ke level Rp 47.100; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 400 ke Rp 18.550; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 350 ke Rp 17.550; Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 59.300; Indospring (INDS) naik Rp 175 ke level Rp 3.750; dan Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 150 ke Rp 8.550.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengawali pekan ini dalam suasana memerah. Sepanjang perdagangan, IHSG terus berada di zona negatif. Pergerakan bursa regional yang negatif ditambah tidak banyaknya sentimen positif menjadikan IHSG tidak bertenaga bergerak positif. Beberapa rilis kinerja emiten yang menghasilkan angka positif, rilis pembagian dividen, kenaikan harga CPO dan minyak mentah asia di awal sesi tampaknya belum mampu mengangkat IHSG ke area positif. Tetapi, pelemahan harga kontrak minyak dan CPO Asia di akhir sesi makin memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.843,74 (level tertingginya) menjelang akhir sesi I dan juga sempat menyentuh level 3.819,60 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.834,20. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.537/US$ dari sebelumnya di Rp 8.540/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi pelemahan ekonomi AS seiring keluarnya data-data ketenagakerjaan di akhir pekan kemarin. Pelemahan di sektor ketenagakerjaan memberikan gambaran ekonomi AS sedang melambat. The Fed diperkirakan masih akan tetap menjaga suku bunga rendahnya dan jarak dengan BI rate diperkirakan akan semakin lebar seiring ekspektasi kenaikan BI rate. Hal ini memperkuat Rupiah.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah kecuali bursa saham India, Laos, dan Bangladesh. Sementara bursa saham China dan Korea libur. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh imbas pelemahan bursa saham AS terkait data ketenagakerjaan dimana hanya sedikit terjadi penambahan pekerja dan pelemahan pada bursa saham Jepang setelah laporan radiasi naik di reaktor Fukushima dan ancaman kebangkrutan. Selain itu, adanya rencana penggantian PM Jepang diperkirakan akan menambah perkembangan kredit negatif dan mengganggu kebijakan fiskal. Selain itu, pelemahan pada harga kontrak minyak dan CPO Asia turut memberikan sentimen negatif.

Bursa saham Eropa bergerak melemah kecuali pada bursa saham Inggris dan Luxemburg. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi imbas pelemahan bursa saham AS sebelumnya dan imbas pelemahan di bursa-bursa saham Asia Pasifik. Investor masih mengkhawatirkan kondisi ekonomi AS yang melambat terkait rilis data ketenagakerjaan. Selain itu, investor juga masih mencermati proses restrukturisasi bailout utang Yunani.

Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali Panama dan Columbia. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi imbas pelemahan data-data ketenagakerjaan dan rencana The Fed untuk menaikkan persyaratan modal bagi perbankan AS. Pelemahan di sektor ketenagakerjaan dan manufaktur memberikan gambaran kondisi AS yang melambat. Data consumer spending yang mengalami kenaikan dinilai masih di bawah yang diharapkan. Selain itu, pelemahan pada harga kontrak minyak dunia turut memberi andil sentimen negatif.

Pada perdagangan Selasa (7/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.808-3.821 dan resistance 3.845-3.865. Candle IHSG masih terlihat mengalami pola konsolidasi dan cenderung sideways . Lebih banyaknya sentimen negatif dibandingkan sentimen positif mempengaruhi laju IHSG. Kemarin IHSG membentuk candle negatif dimana sebelumnya terbentuk candle hanging man . Hal ini memperlihatkan masih adanya tekanan daya jual. MACD bergerak datar dan kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan penguatannya menuju area overbought Belum banyaknya sentimen positif membuat pergerakan IHSG cenderung labil. Investor tetap mewaspadai adanya sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif dan bisa mencermati saham-saham lapis ke dua.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads