Indeks sektoral saham bergerak menguat kecuali indeks infrastruktur yang melemah0,49% ke level 776,70; indeks perkebunan turun 0,42% ke level 2.367,43, dan indeks industri dasar turun 0,34% ke level 403,32. Sementara penguatan pada indeks perdaganganyang menguat 1,37% ke level 516,23; indeks properti naik 1,10% ke level 212,54; indeks aneka industri naik 0,53% ke level 1.078,78; indeks keuangan naik 0,27% ke level 498,58; indeks konsumer naik 0,25% ke level 1.136,41; indeks pertambangan naik 0,21% ke level 3.305,43; dan indeks manufaktur naik 0,17% ke level 874,66. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami foreign sell sebesar Rp 376,33 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,03 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,41 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranyaMerck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 103.000; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 450 ke Rp 19.000; United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 23.150; Astra International (ASII) naik Rp 300 ke level Rp 59.600; Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 200 ke Rp 2.300; AsahimasFlat Glass (AMFG) naik Rp 200 ke Rp 7.250; Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 200 ke Rp 2.800; Bank Mega (MEGA) naik Rp 175 ke level Rp 3.500; dan Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 150 ke Rp 5.250.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.529/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.537/US$. Pelemahan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian bailout Yunani setelah komentar pejabat Jerman yang mengatakan bailout kedua Yunani masih belum pasti. Selain itu, juga dipengaruhi kecemasan kepemilikan China dalam aset US$.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan diantaranya pada bursa saham Hong Kong, KorSel, Aussie, dan Sri Lanka. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh keputusan Bank Sentral Aussie yang mempertahankansuku bunga acuan di level 4,75% dimana bencana banjir dan topan yang melandaQueensland beberapa waktu yang lalu menjadi penyebab utama melambatnya perekonomian Australia di Q1-11. Selain itu, dipengaruhi oleh sikap Gubernur ECB yang bersedia untuk mendukung obligasi Yunani dan membantu meringankan kekhawatiran goyahnya pemulihan ekonomi global dan keinginan Pemerintah Jepang untuk tidak melikuidasi Tepco untuk melindungi hak korban bencana atas kompensasi.
Bursa saham Eropa bergerak mix dengan pelemahan diantaranya pada bursa saham Swiss, Potugal, Irlandia, Yunani, dan Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa melemah setelah adanya berita ketidakpastian akan bailout kedua terhadap Yunani yang dikeluarkan oleh salah 1 pejabat Jerman dan dipengaruhi oleh kekhawatiran akan pemulihan ekonomi global. Di sisi lain, Euro justru menguat setelah Pemimpin Jerman menyampaikankepada Presiden AS bahwa 17 negara Uni Eropa tetap berjuang mengatasi krisis. Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali Mexico, Argentina, dan Brazil.
Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh ketidakjelasan yang dirasakan investor setelah pidato The Fed. Semalam, The Fed telah berpidato mengenai perkembanganekonomi AS. Investor mengharapkan adanya sinyal kebijakan baru untuk memacu ekonomi AS yang sedang berjalan lambat namun, ternyata investor tidak menemukan hasil dari pidato The Fed tersebut. The Fed hanya mengatakan bahwa bank sentral akan menjaga stimulus untuk memulihkan ekonomi dan penciptaan
lapangan pekerjaan agar ekonomi bisa tetap terjaga namun, tidak menjelaskan kebijakan apa yang akan diambil untuk memulihkan ekonomi tersebut.
Pada perdagangan Rabu (8/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.806-3.825 dan resistance 3.852-3.862. Candle IHSG masih terlihat mengalamipola konsolidasidengan kecenderunganmasih sideways. Kemarin IHSG kembali membentuk candle hammer namun, dengan warna yang berbeda. Meski penguatan didukung oleh volume namun, belum meningkat signifikan. Hal ini menandakan pasar masih cenderung mencermati berita yang akan keluar untuk dijadikan penggerak IHSG. MACD bergerak datar dan kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba menguat mendekati area overbought. Belum banyaknya sentimen positif membuat pergerakan IHSG cenderung labil. Apalagi semalam bursa saham AS tidak menunjukkan penguatannya. Investor tetap mewaspadai adanya sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif.
(qom/qom)











































